Ayam Bangkok Pun Diselundupkan

Ayam Bangkok Pun DiselundupkanJawaPos.com BELAWAN – Upaya penyelundupan ke Indonesia tidak hanya mencakup barang elektronik mewah atau produk pertanian. Hewan sekelas ayam pun dimasukan secara ilegal.

Seperti halnya yang baru saja dilakukan Petugas kapal patroli Bea Cukai Sumut. Petugas tersebut menertibkan upaya penyelundupan Ayam Bangkok yang dikirim dari Thailand. Selain ayam petugas juga mengamankan pakaian bekas.

Barang ilegal itu diangkut oleh kapal KM Rezeki dan ditangkap saat melintas di sekitar perairan Asahan, Sumut, Minggu (1/5).

Berdasarkan informasi diperoleh Sumut Pos (Jawa Pos Group), kapal penyelundup bermuatan pakaian bekas dan puluhan ekor ayam siam impor, ditangkap petugas kapal patroli Bea Cukai yang saat itu sedang melakukan patroli laut di sekitar perairan tersebut.

Ketika akan ditangkap, petugas pun sempat meletuskan tembakan peringatan yang diarahkan ke udara karena kapal berupaya kabur.

Pada akhirnya petugas berhasil mengamankan kapal berikut lima awaknya. Mereka dibawake dermaga Kanwil DJBC I Sumut di Belawan.

Kabid Penindakan dan Penyidikan (P2) Kanwil DJBC I Sumut, Rizal belum memberikan keterangan resmi. (rul/iil/JPG)

Iklan

Flu Burung Serang Ponorogo, Ratusan Ekor Ayam Bangkok Mati

Flu Burung Serang Ponorogo Ratusan Ekor Ayam Bangkok Mati

PONOROGO – Ratusan ekor ayam jago peranakan bangkok milik peternak di Ponorogo, Jawa Timur mati mendadak. Diduga kematian unggas ini terjadi akibat serangan flu burung. Akibat kejadian ini peternak merugi jutaan rupiah peternak pun menghentikan usahanya  karena tak ada modal.

Berdasarkan pengamatan di mana belasan kadang ayam jago milik Sumarno warga Desa Sampung, Kecamatan Sampung, Ponorogo ini kosong tak terisi karena ayam yang dibudidayakan sudah mati sejak seminggu terakhir. Hanya dua ekor ayam keturunan bangkok yang tersisa itu pun kondisinya sakit.

Kondisi serupa juga dialami puluhan peternak ayam jago lain di desa ini sejak seminggu terakhir ratusan ayam jago mati mendadak.

Awalnya keluar air dari hidung ayam lemas tak bisa berdiri tegak dan tak berkokok, beberapa saat berikutnya ayam mati lemas.

Setelah ayam mati badannya berwarna hitam ke biru biruan.Warga menduga kematian ayam ini akibat wabah flu burung.

Matinya ratusan ayam jago ini membuat peternak rugi sebab harga ayam jago keturunan bangkok ini dijual dengan harga Rp300-500 ribu per ekor.

Seperti yang dialami sumarno akibatnya 21 ekor ayam jagonya mati. Dia menderita kerugian sekitar Rp10 juta.

Sementara waktu ini dia menghentikan usaha ternaknya karena merugi. Meski sudah berlangsung sekitar seminggu dan ratusan ayam sudah mati namun belum ada petugas dinas kesehatan yang datang ke lokasi.

Warga berharap agar pemerintah segera turun tangan untuk menanangani penyebaran  flu burung ini.

ciri ciri ayam yang sehat

Setiap bheboto bisa dipastikan ada cara tersendiri mengindentifikasi bahwa ayam siap untuk tarung dan kesehatanya sudah prima.:
Ciri-cirinya:
1. Pegangan ayam bobotnya sudah turun kebawah.( arah ke kaki)
2. Otot sudah sempurna bila di pegangan di bagian leher ayam akan menkeret ( ototnya melawan)..
3. Otot paha atas kelihatan nonjol keluar.dan padat.
4. Wajah ayam memerah cerah.
5. Brutu merah dan berminyak.
6. Cela jari juga ada merah. Sekitar dengkul juga ada merah .
7. Dan sisik dibawah dengkul umumnya yang bagian luar dari atas urutan 3 s/d 6 ada perbedaan lebih kering ( seperti ada kapur).
Demikian bila ciri-cirinya ayam sudah fit.
8. Kewaspadaan ayam meningkat . Dilihat dari gerak kepalanya.

sumber: http://papaji.forumotion.com/t628-ciri-ciri-ayam-fit

Kontes Ayam Laga di lampung

ayam bangkok lampung

PRINGSEWU – Guna menepis persepsi negatif masyarakat terhadap pecinta ayam laga, Perkumpulan Penghobi Ayam Kontes Nusantara (PPAKN) menyelenggarakan kontes ayam laga tanpa judi, di pusat pelatihan ayam laga Kelurahan Pringsewu Timur, Kecamatan Pringsewu, Minggu (31/1/2016).

Kegiatan tersebut bersamaan dengan pelantikan pengurusPPAKN Kabupaten Pringsewu.
Ketua PPAKN Pringsewu, Bahagia Saputra mengatakan, selain untuk melestarikan budaya, kontes tersebut juga untuk mengakomodasi penghobi ayam laga.

“Karena di Pringsewu, banyak terdapat pecinta ayam laga. Selain itu, peternaknya juga banyak,” ujar Bahagia.

Karena itu, Bahagia menambahkan, PPAKN berupaya menyatukan persepsi bila kontes ayam laga bukan sebagai judi.

Pada kontes tersebut, ayam yang diadu tidak ada yang sampai kalah. Sehingga, bagian jalu ayam jantan dibungkus dengan kain. Pertandingan pun dibatasi waktu. Pemenang pertandingan dinilai berdasarkan jumlah pukulan yang mendarat ke tubuh masing-masing lawan.

Ketua PPAKN Provinsi Lampung Akoh Maini berharap, dengan adanya wadah penghobi ayam laga, dapat mengubah paradigma negatif masyarakat. Sebab, lanjut dia, dengan memanajemen yang baik, pecinta ayam laga dapat menjadi sesuatu yang positif.

“Selain menjadi ajang silahturahmi antar-pecinta ayam laga, juga bisa meningkatkan ekonomi kerakyatan. Semakin sering diadakan event, dapat menstimulasi peternak kecil di kampung untuk menghasilkan ayam yang bagus,” kata Akoh.

sumber: http://lampung.tribunnews.com/2016/01/31/video-ppakn-kontes-ayam-laga-itu-bukan-judi

Lomba Tinju Ayam Digelar di Makassar, Begini Mekanismenya

Lomba Tinju Ayam Digelar di Makassar, Begini Mekanismenya  

Perkumpulan Penghobi Ayam Kontes Nusantara (PPAKN) akan menggelar lomba tinju ayam di Kota Makassar. Sekitar seribu penggemar ayam dari seluruh Indonesia diperkirakan hadir dalam acara ini. “Sampai hari ini, sudah ada 100 ayam yang terdaftar,” kata Ketua PPAKN Kota Makassar, Zico Andi Lolo, Kamis, 19 November 2015.

Menurut Zico, adu ayam ini disebut tinju karena dalam perlombaan, taji ayam yang biasa melukai dibungkus dengan sarung menyerupai sarung tinju, tidak menyerupai sabung ayam yang menggunakan pisau. “Jadi aman. Binatang juga tidak tersiksa,” kata Zico.

Pemenang lomba dihitung dari angka yang dikumpulkan. Makin banyak memukul, makin banyak angkanya. “Lama pertandingan hanya tiga ronde. Jadi tidak membuat ayam kelelahan,” kata Zico. Untuk lapangan pertandingan, panitia memilih tempat di ballroom Celebes Convention Centre. “Wasitnya didatangkan langsung dari Jakarta,” kata Zico.

Lomba yang dilakukan dalam rangka memperingati hari jadi ke-408 Kota Makassar tahun ini juga sebagai upaya untuk mengajak penggemar ayam, yang biasa berjudi, untuk berhenti berjudi. Sebab dalam pertandingan ini, judi dilarang keras. “Jika ada peserta atau penonton yang ketahuan judi, langsung dilaporkan ke polisi,” kata Zico.

inju ayam diharapkan bisa menjadi agenda tahunan di Makassar karena akan mendorong usaha peternakan, pakan, dan kunjungan wisatawan ke Makassar. “Kita ingin menjadikan kontes ayam lebih positif sehingga semua pecinta ayam bisa menyalurkan hobinya,” kata Zico.

Ayam yang akan mengikuti lomba tinju adalah ayam adu jenis bangkok. Kelas pertandingan dibagi menjadi sepuluh kelas. “Sesuai dengan ukuran dan bobot ayam,” kata Zico. Panitia mengaku sudah mendapatkan izin dari kepolisian untuk menggelar tinju ayam. “Organisasi kami juga legal karena terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM,” kata Zico.

Tinju ayam yang digelar pada Minggu, 22 November mendatang akan memperebutkan piala Wali Kota Makassar. Ada juga hadiah sepeda motor dan uang tunai. Asisten II Kota Makassar, Irwan R Adnan, mengatakan pertandingan ayam ini harus dilakukan dengan baik. “Jangan sampai ada yang menilai kegiatan ini sarat dengan hal-hal negatif, seperti arena perjudian, penyiksaan binatang, dan lain-lain,” kata Irwan.

sumber : https://m.tempo.co/read/news/2015/11/20/058720570/lomba-tinju-ayam-digelar-di-makassar-begini-mekanismenya

Peternak Kalkun, Dari Rp50.000 Jadi Rp7,5 Juta per Bulan

Joko Wahyulianto dan hewan ternaknya (JIBI/Harian Jogja/Rina Wijayanti)

Solopos.com, JOGJA-Joko Wahyulianto, kini menjadi salah satu peternak kalkun terpandang berkat ketekunannya. Setiap bulan rata-rata dia bisa mengirim 300 anakan kalkun ke sejumlah kota di Indonesia. Bagaimana kisahnya?

Empat tahun silam, Joko Wahyulianto iseng mencoba memelihara kalkun setelah usahanya memelihara ayam hias dipandang kurang menguntungkan. Sepasang anakan kalkun baru menetas dia dapatkan dari seorang pedagang di pasar masing-masing seharga Rp25.000. Joko memelihara burung berpial (gelambir dibawah paruh) itu hingga bertelur. Rupaya pemeliharaan kalkun jauh lebih mudah, pilihan pakan alternatifnya banyak sehingga bisa menekan biaya produksi.

Kini di kandang ternaknya yang sederhana di Jl. Parangtritis (sebelah utara) restoran Numani, Joko telah memiliki 30 induk dengan tujuh ekor pejantan. Joko memilih fokus pada penjualan anakan kalkun (DOT). Dalam satu bulan, tak kurang 300 ekor DOT dia kirimkan ke sejumlah kota baik di Jawa maupun luar Jawa. Seperti sejumlah kota di Jawa Timur, Semarang, Jakarta, Batam dan Balikpapan.

Satu ekor DOT dari tempat Joko seharga Rp25.000 dengan jumlah minimal pemesanan 40 ekor. Harga itu akan bertambah mahal saat pemesan menghendaki DOT dengan warna khusus. Biasanya DOT dengan warna khusus itu akan memiliki harga yang lebih tinggi sebagai kalkun hias dibanding dengan warna-warna lainnya. Misalnya jenis Black Spanish Turkey, anakan kalkun yang seluruhnya berwarna hitam legam bisa mencapai harga Rp200.000 per ekor, atau jenis Bourbonred Turkey seharga Rp80.000 per ekor. Tak kurang Rp7,5 juta dia peroleh dari penjualan DOT. Namun terkadang dia merasa kewalahan memenuhi permintaan pelanggan anakan kalkun, Joko kerab mengambil kekurangan stok DOT kepada sejumlah rekan sesama pembudidaya kalkun.

Menggiurkannya budidaya kalkun tidak berhenti pada hasil, proses pemeliharaan piaraan jenis burung ini rupanya juga relatif gampang. Joko tidak perlu repot menyediakan kandang, cukup diumbar di halaman belakang rumah, kalkun-kalkun tersebut bisa bertahan hidup.

“Menjaga kebersihan kandang relatif mudah, hanya perlu disapu kotoran seperlunya saja, tidak ada yang terlalu istimewa. Hanya kalkun membutuhkan sejenis dahan atau ranting minimal 50 cm dari tanah untuk bertengger saat beristirahat,” katanya.

Soal pakan, Joko cukup mengambil daun genjer yang biasa tumbuh liar di area persawahan atau gedebok pisang. Bahan yang diperoleh secara gratis tersebut lantas dicincang dan dicampurkan dengan dedak, jagung giling, sentrat bebek, mineral B12 dan sisa nasi yang tidak basi. Dalam satu hari, piaraannya ini diberi makan dua kali, pagi sekitar pukul 07.30 WIB dan sore sekitar pukul 15.00 WIB. Joko mengaku untuk memenuhi kebutuhan pakan ternaknya ini tidak lebih dari Rp500.000 untuk 30 induk dalam waktu satu bulan.

“Biaya produksi cukup rendah, karena beberapa pakan bisa dicari di sawah dan nasi sisa bisa diambil dari restoran, tapi dengan catatan nasi-nasi itu tidak basi dan tidak bercampur dengan minyak,” katanya.

Setiap ekor kalkun memasuki usia produktif setelah usia delapan bulan. Setiap bertelur, seekor betina kalkun bisa menghasilkan 10-15 butir telur. Sebulan setelah bertelur, kalkun betina akan kembali memasuki fase produktif. Tahapan ini akan berlangsung hingga usia kalkun lebih dari lima tahun bahkan 10 tahun. Namun, ada satu tahapan seekor betina yang tidak bertelur karena mengalami fase molting atau perubahan pada bulunya. Namun setelah sebulan, fase itu akan kembali normal dan produktif. Joko menjelaskan, resiko kegagalan dalam penetasan anakan kalkun sangat rendah. Setelah diletakkan dalam mesin penetas, sekitar 28 hari maka telur-telur tersebut akan menetas dan siap dikirim ke pelanggan.

“Risiko DOT terhitung rendah, karena mereka masih steril dalam box, tidak mudah stres dan setelah menetas mereka bisa bertahan selama dua hari tanpa pakan,” katanya.

sumber: http://www.solopos.com/2014/11/02/peternak-kalkun-dari-rp50-000-jadi-rp75-juta-per-bulan-549147

Ayam cacingan

INFEKSI PARASIT

cacingan

Cacingan

Worm Disease

Cacingan pada ayam  dapat disebabkan oleh:

 

–      Ascaridia galli

Infeksi cacing ini terutama menyerang ayam usia 3-4 bulan. Spesimen dari parasit ini kadang-kadang ditemukan dalam telur. Cacing ini berpindah tempat dari usus ke oviduct dan dapat masuk ke dalam telur pada saat pembentukan telur tersebut. Cacing dewasa mudah dilihat dengan mata telanjang karena panjang cacing dewasa mencapai ½ hingga 3 inchi.

Riwayat hidup cacing ini sangat simple. Cacing betina akan meletakan telurnya di usus unggas yang terinfeksi dan akan ikut dikeluarkan bersama tinja. Embrio akan terus berkembang dalam telur tersebut meskipun tidak akan langsung menetas. Larva dalam telur mencapai stadium infektif dalam 2-3 minggu. Telur yang mengandung embryo ini sangat tahan banting bahkan dalam kondisi laboratorium dapat bertahan hingga 2 tahun, sedangkan dalam keadaan biasa akan tetap bertahan hingga 1 tahun bahkan lebih. Hal yang penting di sini adalah desinfektan yang digunakan pada peternakan tidak dapat membunuh/ merusak telur. Unggas akan terinfeksi jika memakan telur cacing ini.

Unggas yang terinfeksi oleh cacing ini akan terlihat lesu, diare dan kurus. Kerusakan utama yang ditimbulkan adalah penurunan efisiensi pakan, namun kematian hanya timbul pada infeksi yang sangat berat.

Pencegahan dapat dilakukan dengan melakukan sanitasi kandang dengan baik dan pemisahan ayam berdasarkan umur. Bersihkan kandang sebersih mungkin jika kandang akan digunakan untuk populasi ayam yang baru.Sedangkan obat yang digunakan adalah preparat piperazine yang hanya dapat memutus rantai penularan dengan membunuh cacing dewasa. Preparat yang biasa kami gunakan dan kami berikan tiap 4 minggu adalah Piperavaks produksi dari Vaksindo. Pemberian obat ini cukup dicampurkan pada air minum.

 

–      Heterakis gallinae

Parasit ini tidak menimbulkan akibat yang serius pada kesehatan ayam. Minimal tidak menimbulkan gejala atau patologi yang signifikan. Cara penularan cacing ini sama dengan Ascaris. Namun telur yang mengandung larva akan infektif dalam 2 minggu. Dalam cuaca yang dingin akan membutuhkan waktu yang lebih panjang. Parasit ini dapat dibasmi dengan fenbendazole.

–     Capillaria annulata atau Capllaria contorta

Cacing ini sering ditemukan pada esophagus dan tembolok. Parasit ini menyebabkan penipisan dan inflamasi pada mukosa. Pada system gastrointestinal bagian bawah, dapat ditemukan beberapa spesies parasit tetapi biasanya adalah Capillaria obsignata.

Berbeda dengan cacing yang lain, pembentukan embryo memakan waktu 6-8 hari dan akan sangat infeksius untuk peternakan. Kerusakan terparah akan terjadi pada 2 minggu setelah infeksi. Parasit ini akan menimbulkan inflamasi berat dan kadang-kadang terjadi perdarahan. Erosi pada usus akan menyebabkan kematian. Problem yang sering ditimbulkan oleh parasit ini adalah penurunan pertumbuhan, penurunan produksi dan fertilitas.

Sanitasi yang baik merupakan kunci pencegahan yang utama. Pemberian vitamin A dapat memberikan nilai tambah. Parasit ini dapat dibasmi dengan menggunakan fenbendazole atau leviamisole.

Secara umum, seorang penulis menggambarkan gejala penyakit cacingan pada ayam adalah sbb:

–     tubuh ayam menjadi kurus

–     nafsu makan berkurang

–     sayap kusam dan terkulai

–     kotoran encer, berlendir berwarna keputihan dan kadang berdarah

–     pertumbuhan lamban

Untuk menghindari penyakit tersebut disarankan pemberian jamu pawang jago setiap hari 1 butir di sore hari menjelang tidur

Untuk pengobatan pemberian 1 butir pagi hari dan sore/ malam hari

INFEKSI PROTOZOA Berak Darah/ Koksidiosis

Berak Darah/ Koksidiosis

INFEKSI PROTOZOABerak darah atau sering disebut dengan koksidiosis disebabkan oleh protozoa dari genus Eimeria. Penularan penyakit ini dapat melalui kontak secara langsung maupun tidak langsung seperti kontak dengan droplet dari unggas yang terinfeksi. Pada saat unggas memakan koksidia, organisme ini akan menginvasi usus dan mengakibatkan kerusakan dan kemudian mulai berkembang biak. Beberapa minggu setelah terjadinya infeksi, koksidia akan berubah menjadi oocyst. Oocyst masih belum cukup matur, meskipun  oocyst  terdapat pada droplet, oocyst ini tidak dapat menginfeksi unggas lain kecuali ia berkembang  (sporulasi) menjadi bentuk yang lebih matang di litter. Bentuk inilah yang dapat menyebabkan infeksi pada unggas. Berat tidaknya penyakit ini tergantung dari jumlah protozoa yang termakan. Di dalam peternakan, penyakit ini sangat mudah ditularkan melalui alas kaki, baju, burung liar, peralatan, tempat pakan, serangga atau rodent.

Gejala yang timbul pada penyakit ini adalah sbb:

–     kotoran lembek cenderung cair dan berwarna coklat kehitaman kerena mengandung darah

–     pertumbuhan terhambat

–     napsu makan menurun

–     pada pembedahan ayam yang mengalami kematian akibat penyakit ini akan ditemukan pada usus besarnya akan bengkak berisi darah.

Pencegahan dapat dilakukan dengan cara memberikan vaksinasi pada ayam pada usia 4 hari. Biasanya kami akan memberikan vaksinasi ini dengan melakukan penyemprotan pada pakan. Selain itu harus dilakukan sanitasi yang baik pada kandang DOC. Pilihlah pakan yang sudah mengandung koksidiostat ( preparat pembunuh protozoa Eimeria).

Untuk menghindari penyakit tersebut disarankan pemberian jamu pawang jago setiap hari 1 butir di sore hari menjelang tidur

Untuk pengobatan pemberian 1 butir pagi hari dan sore/ malam hari

Marek (Visceral Leukosis)

Marek (Visceral Leukosis)

Marek (Visceral Leukosis)

Disebabkan oleh virus tipe DNA yang tergolong herpes tipe B. Marek diidentikan dengan penyakit anak ayam, meskipun demikian penyakit ini juga dapat menginfeksi ayam yang lebih tua. Anak ayam terserang adalah kelompok umur 3-10 minggu. Umur 8-9 minggu merupakan umur yang paling rawan. Penularan dapat terjadi secara kontak langsung, kotoran ayam, debu dan peralatan kandang.

 

Marek dapat menimbulkan beberapa variasi gejala klinis, antara lain:

–    Marek tipe visceral

Ditandai dengan lesi pada gonad, hati, limpa, ginjal dan kadang-kadang pada jantung, paru dan otot. Penyakit ini biasanya akut, rupanya unggas yang sehat akan mengalami kematian secara cepat dengan tumor internal yang masif.

 

–     Marek tipe neural

Ditandai dengan kelumpuhan yang progresif pada sayap, kaki dan leher. Penurunan berat badan, anemia, kesulitan bernapas dan diare merupakan gejala yang sering ditemukan .

 

–    Ocular leucosis atau “gray eye”

Morbiditas dan mortalitas biasanya sangat kecil tetapi disebutkan mendekati 25%. Gejalanya dikarakteristikan dengan spotty depigmentation atau diffuse graying pada iris mata. Pupil mata berbentuk irregular dan gagal bereaksi terhadap cahaya. Diare berat dan kematian.

–     Skin leukosis

Pembesaran folikel bulu karena akumulasi limfosit.

Pencegahan dapat dilakukan dengan memberikan vaksinasi pada DOC berumur 1 hari dengan vaksin Cryomarex HVT atau Cryomarex Rispens.Ayam yang terinfesi sebaiknya dimusnahkan agar tidak menularkan ke ayam yang sehat.

Untuk menghindari penyakit tersebut disarankan pemberian jamu pawang jago setiap hari 1 butir di sore hari menjelang tidur

Untuk pengobatan pemberian 1 butir pagi hari dan sore/ malam hari

 

Avian Pox

Avian Pox

Avian PoxAvian pox mempunyai daya sebar yang relatif lambat. Avian pox disebabkan oleh minimal 3 strain atau tipe yaitu: fowl pox virus (virus cacar pada unggas), pigeon pox virus (virus cacar pada burung dara) dan canary pox virus (virus cacar pada burung kenari). Biasanya cacar yang terjadi pada ayam disebabkan oleh fowl pox virus. Virus ini dapat ditularkan secara langsung maupun tidak langsung. Virus ini sangat resisten pada keropeng yang kering dan dalam beberapa kondisi dapat hidup hingga beberapa bulan. Virus ini dapat ditransmisikan melalui beberapa spesies nyamuk. Nyamuk ini akan membawa virus yang infeksius ini setelah nyamuk tersebut menggigit unggas yang terinfeksi.

Meskipun fowl pox penyebarannya relatif lambat, kawanan unggas ini dapat berpengaruh selama beberapa bulan. Perjalanan penyakit ini memerlukan waktu sekitar 3-5 minggu.

Gejala yang didapatkan pada penyakit ini adalah:

–     pertumbuhan yang lambat pada unggas muda

–     telur menurun pada periode layer

–     kesulitan bernapas dan makan

–     dry pox, dimulai dari “small whitish foci” dan kemudian berkembang menjadi “wart-like nodules”. Nodule tersebut kemudian akan mengelupas dalam proses penyembuhan. Lesi ini biasanya terlihat pada bagian tubuh yang tidak berbulu seperti lubang telinga, mata , jengger, pial dan kadang-kadang ditemukan di kaki.

–     wet pox diasosiasikan dengan cavitas oral dan traktus respiratorius bagian atas, terutama pada laryng dan trakea.

Langkah pencegahan yang utama adalah memberikan vaksinasi pada ayam. Pemberian vaksinasi dilakukan dengan melakukan penusukan pada sayap dengan jarum khusus

Untuk menghindari penyakit tersebut disarankan pemberian jamu pawang jago setiap hari 1 butir di sore hari menjelang tidur

Untuk pengobatan pemberian 1 butir pagi hari dan sore/ malam hari