Category Archives: Berita

Kementrian Pertanian bagi-bagi ayam

https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 23 320 1890320 bagi-bagi-ayam-menteri-amran-tantang-kepala-desa-cikancana-ISpEUrAT6r.jpg

CIANJUR – Kementerian Pertanian membagikan bantuan bibit ternak dan tanaman kepada 60 Kepala Keluarga (KK) di Desa Cikancana Kecamatan Sukaresmi, Cianjur. Dari 60 rumah tangga penerima bantuan, 40 rumah tangga mendapatkan Ayam sebanyak 50 ekor per rumah tangga, sementara 20 rumah tangga lainnya mendapatkan bantuan berupa domba dan kambing.

Selain itu, Amran juga memberikan bantuan berupa 100 batang bibit jeruk, 106 batang bibit durian, 60 batang bibit pepaya, 250 pot sayuran dalam polybag, 1 kg (untuk 5 ha) benih cabai besar dan cabai rawit, 0,75 kg (untuk 1 ha) mentimun, 4 kg (untuk 0,75 ha) bayam, dan benih cabai 8 tray dan 200 polybag. Bantuan juga meliputi 4 ha kawasan cabai berupa benih, pupuk, mulsa, cultivator 1 ha, dan handspraye 1 buah, serta kawasan pisang untuk 1 ha.

 

nteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, dengan program tersebut diharapkan bisa mengurangi angka kemiskinan khususnya di sektor pertanian. Oleh karenanya, menantang Kepala Desa untuk bisa menjalankan program tersebut sebaik mungkin.

“Sekarang aku berikan 3.000 ekor ayam. Nanti empat bulan lagi ke ruanganku dengan syarat semuanya harus sudah bertelur,” ujarnya saat blusukan di Desa Cikancana Kecamatan Sukaresmi, Cianjur, Senin (23/4/2018).

Amran menambahkan, jika ayam yang ia berikan dalam periode 4-6 bulan ke depan bisa bertelur semuanya, maka dirinya akan menjadikan Desa Cikancana sebagai percontohan. Sedangkan jika gagal, maka dirinya meminta kepada Kepala Desa untuk berhenti dari jabatannya.

“Kalau berhasil ini mau saya buat percontohan untuk dibawa ke tingkat nasional (kalau berhasil). Tapi kalau 4 dan 6 bulan ke depan belum juga hilang pra sejahtera, maka mendingan pak Kades turun deh,” jelasnya.

Menurut Amran, dengan bantuan tersebut penghasilan keluarga miskin di desa Cikancana bisa meningkat. Pendapatan rata-rata per rumah tangga di desa Cikencana saat ini adalah sebesar Rp 1.419.900 per rumah tangga setiap bulannya.

Diharapkan dalam tiga bulan ke depan rata-rata pendapatan akan naik naik 5.8 % menjadi Rp 1.502.513 per rumah tangga setiap bulannya. Sehingga pada 6 bulan hingga 12 bulan ke depan, rata-rata pendapatan meningkat lagi hingga 283,7% menjadi Rp 4.101.513 per rumah tangga setiap bulannya.

“Ayam kita serahkan 50 ekor. Ini ayam bertelur tiap terus selama 2 tahun. Kita harus hilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia harusnya di Indonesia gada orang miskin pengangguran yang ada orang orang rajin,” jelasnya.

 

sumber : https://economy.okezone.com/read/2018/04/23/320/1890320/bagi-bagi-ayam-menteri-amran-tantang-kepala-desa-cikancana

Advertisements

Kontes Ayam Jago di Tanjung Bunga Makasar

KONTES AYAM DI MAKASARPaguyuban Penggemar Ayam Jago Indonesia (PAPAJI) menggelar Kontes Penampilan Kegagahan Ayam Jantan Serta Ketangguhan Tinju Ayam Laga.

Sejumlah ayam jago milik 216 orang pun diadu demi menemukan ayam paling gagah dan tangguh dalam kelas eksekutif, super star, senior, dan junior.

Acara ini digelar di Pantai Akkarena, Tanjung Bunga, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (24/12 /2017).

Hadir Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto yang berbaur dengan para pemilik ayam.

emilik ayam berasal dari berasal dari berbagai komunitas, antara lain MUUC Minasa Upacara Untulan Comunity, MFC, Batara Mawang Community, Jago Bugis Farm, Sundall Farm, TBF Thoespoel Begal Farm, BSF Borsomel Farm, CAF Cahaya Abadi Farm.

Juga AGM Ayam Gundul Makassar, Swis Farm Makassar, Sarangnya Petarung Cella Mata Farm, Makassar Fighter Community, Pelita 37 RJM Cock Fighter, MFF Mustang Farm Fighter, dan Komunitas Ayam Laga Minasa Upa dan sekitarnya.

SUMBER; http://makassar.tribunnews.com/2017/12/26/paguyuban-penggemar-ayam-jago-indonesia-gelar-kontes-ayam-jago-di-tanjung-bunga-wali-kota-hadir

Anak Penjual Ayam di Probolinggo Wakili Indonesia di Ajang Lomba Pidato Internasional

Anak Penjual Ayam di Probolinggo Wakili Indonesia di Ajang Lomba Pidato Internasional

SURYAMALANG.COM, PROBOLINGGO – Meski berasal dari desa, M Taufikurahman (17) memiliki semangat belajar tinggi. Kegigihan dan kerja keras siswa Kelas XI SMA Nurul Jadid Paiton,Probolinggo ini membuahkan hasil. Dia terpilih menjadi wakil Indonesia dalam ajang lomba pidato internasional yang diselenggarakan Chinese Bridge di Beijing 15 Oktober 2016.

Kompetisi itu diikuti sekitar 64 negara. Taufik, begitu ia disapa, mampu mengalahkan ratusan pesaingnya se-Indonesia. Dia terpilih bersama satu temannya asal Bandung mewakili Indonesia dalam ajang bergengsi tahunan ini. Tidak main-main, Taufik bertekad akan menunjukkan ke dunia dalam ajang itu bahwa Indonesia adalah negara maju dan berkembang.

Taufik mengaku tidak menyangka terpilih menjadi perwakilan Indonesia di ajang internasional ini. Ia merasa tidak memiliki basic bahasa mandarin yang bagus.

“Saya baru belajar bahasa mandarin itu saat masuk SMA. Kurang lebih sekitar setahun yang lalu saya mulai belajar intensif bahasa mandarin,” katanya kepada Surya, Senin (10/10/2016).

Taufik menjelaskan, alasannya belajar mandarin itu karena pertama kebutuhan, dan kedua adalah keunikan. Ia meyakini bahwa bahasa internasional selain Bahasa Inggris adalah bahasa mandarin “Dari situlah saya mulai belajar mandarin. Hampir setiap hari saya membaca atau menonton video yang bersangkutan dengan bahasa mandarin,” tambahnya.

Dalam waktu lima bulan, kata Taufik, lidahnya mulai fasih mengucapkan bahasa mandarin sesuai dengan notasi nadanya. Setelah itu, secara perlahan ia mulai mempelajari budaya dan adat mandarin.

“Waktu ada lomba pun, saya awalnya sempat ragu karena saya yakin saingan saya pasti berat. Modal saya hanya bismillah. Semoga ada jalan,” paparnya.

elama proses seleksi, rasa was-was selalu muncul. Sebab, di tingkat kabupaten dan provinsi banyak sekali peserta yang lebih baik darinya.

“Apalagi pas waktu di tingkat nasional. Wow, pesertanya sudah seperti orang China asli, fasih dan paham banget soal budayanya. Allhamdulillah saya menang karena saat itu saya mengangkat tema Jawa Timur khususnya soal Bromo,” ungkapnya.

Anak tunggal pasangan Munawar dan Lasmiwati ini mengaku sudah mempersiapkan keberangkatan ke Beijing sejak tiga bulan lalu, termasuk mental dan fisik. Ia yakin persiapannya sudah cukup matang.

“Insyallah saya siap membawa Indonesia menjadi pemenang dalam ajang ini,” katanya.

Dalam ajang itu, Taufik berjanji akan mempromosikan wisata khas Indonesia. Ia juga bertekad akan memperkenalkan ke dunia sisi lain Gunung Bromo.

“Saya akan andalkan Gunung Bromo dalam ajang ini, saya akan kupas dari sisi lainnya. Semoga ini menjadi ujung tombak saya agar menang dalam ajang ini,” imbuhnya.

Taufik mengaku bahwa kedua orang tuanya itu bukan orang berpendidikan. Namun, ia bertekad ingin menuntut ilmu setinggi mungkin. Oleh karena itu, ia menyebut bahwa sejak kecil rajin belajar dan senang membaca.

“Bapak saya itu hanya jual ayam dan kambing di Pasar. Kebetulan rumah saya dekat pasar. Tapi, saya ingin sukses dan membanggakan ayah dan ibu saya,” paparnya.

Terpisah, Kepala Sekolah SMA Nurul Jadid Paito, Faizin Samwil mengatakan, selama ini, pihaknya memang sering menyarankan anak didiknya untuk berprestasi.

“Kami dorong mereka untuk lebih maju. Jangan minder meskipun hanya berasal dari Probolinggo. Allhamdulillah sejak tahun 2009, kami rutin kirimkan siswa mewakili Indonesia di ajang lomba internasional,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, untuk menunjang pembelajaran di sekolah, pihaknya mendatang tenaga pengajar yang berkompeten. Bahkan, pengajar bahasa mandarin, inggris, arab didatangkan langsung dari negara asalnya.

“Tujuannya, agar siswa-siswa ini lebih memahami dan mudah dalam mempelajari bahasa itu karena ada pendampingan langsung dengan orang asal negara itu. Pengucapan, dan intonasi kan terkadang berbeda, makanya kami datangkan ahlinya,” pungkasnya.

 

sumber: http://suryamalang.tribunnews.com/2016/10/10/anak-penjual-ayam-di-probolinggo-wakili-indonesia-di-ajang-lomba-pidato-internasional?page=3

Ratusan Ayam Ketawa Ikuti Kontes Nasional di Bogor, Dari Kelas Disco Hingga Slow

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH – Ratusan kontestan dari berbagai wilayah di Indonesia mengikuti kontes ayam ketawa di lapangan Kampus IPB Baranangsiang, Minggu (18/8/2016).

Perlombaan bernama Kontes Ayam Ketawa Nasional (KAKNAS) ini juga memperebutkan piala bergilir.

Diantaranya adalah piala Rektor IPB, Piala Walikota Bogor, Kementerian Pertanian.


TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho

“Acara ini dibuat sebagai ajang silaturahmi dan memajukan serta mengembangkan ayam ketawa di Indonesia,” ujar Ketua KAKNAS, Imam Subekti Sjadzali.

Ada enam kategori dalam KAKNAS kali ini yaitu disco, betina, slow, dewasa, remaja, keragaman bunyi.

Untuk kategori slow ketukan suara ayam terputus-putus minimal 4 ketuk.

Sedangkan untuk kategori disco, suara ayam lebih cepat minimal delapan ketukan.


TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho

“Antara slow dan disco berbeda ketukan, untuk slow empat ketuk dan untuk kategori disco 8 ketuk,” jelasnya.

Untuk penilaian juri menandai dengan beberapa bendera.

Bendera 1 warna bernilai 41, Bendera 2 wara benilai 42, bendera 3 warna bernilai 43, bendera 4 warna bernilai 44 dan bendera erwarna 5 warna bernilai 45.

“Kalau penilaian juri menandai dengan bendera yang nilainya berbeda beda dan untuk bendera putih itu artinya 0 poin,” ujarnya.(*)

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Bima Chakti Firmansyah
sumber: http://bogor.tribunnews.com/2016/09/18/ratusan-ayam-ketawa-ikuti-kontes-nasional-di-bogor-dari-kelas-disco-hingga-slow

Lestarikan Budaya Leluhur, Pemkab Wajo Gandeng PPAKN

Lestarikan Budaya Leluhur, Pemkab Wajo Gandeng PPAKN RAKYATKU.COM, WAJO – Pemerintah Kabupaten Wajo melalui Dinas Disporabudpar, saat ini tengah intens melakukan upaya pelsatrian budaya, salah satunya  dengan menggandeng organisasi Perkumpulan Penghobi Ayam Kontes Nusantara (PPAKN) dalam satu even yakni abar bersama tampa Judi di Stadion Andi Ninnong, Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo Minggu 28 Oktober 2016

Kepala Dinas Disporabudpar Kabupaten Wajo Andi Darmawansa mengatakan adu ayam bagi masyarakat Wajo merupakan salah satu budaya masyarakat yang sudah ada sejak dahulu kala, bahkan, adu ayam pada jaman dahulu menjadi salah satu kegiatanyang selalu dilaksanakan oleh kerajaan pada saat ada acara.

Sejarah mencatat salah satu hal yang paling bersejarah mengenai adu ayam ini adalah pada samannya Arung Matowa Lamaddukelleng yang membawa ayamnya ke Bone

Adu ayam Kata Andi Darmawansa pada perinsipnya adalah salah satu hobbi yang susah dihilangkan dalam masayrakat wajo, hanya saja dalam perjalanannya kerap disalahgunakan olehsebagian orang dengan melakukan perjudian

“Untuk itu kami merangkul PPAKN untuk bekerjasama untuk menepis persepsi negatif masyarakat terhadap pecinta ayam laga dengan melaksanakan abar gembira secara legal dan non judi untuk menunjukkan bahwa hobby ayam tidak harus berjudi Namun yang paling penting bagi kami, kegiatan ini adalah kegiatan resmi dan dilindungi oleh payung hukum.,” Kata Andi Darmawansa

Selain itu kata mantan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Wajo ini kedepannya, jika tidak ada halangan kegiatan seperti kali ini akan  dilaksanakan sekali atau dua kali setiap tahunnya agar dapat menarik budayawan dari luar seperti halnya di Tator

“Bedanya kalau ditotor orang biasa judi kalau di Wajo tidak boleh judi dan hanya memperubutkan piala dan tropy saja,”Jelas Andi Darmawansa

Kepala Bidang Organisasi PPAKN Pengurus Cabang Wajo, Andi Pajung Peroe mengatakan, kegiatan Abar gembira tampa judi oleh PPAKN yang sedianya akan dilaksanakan pada 28 Agustus ini bukan untuk pertama kalinya disejumlah daerah juga sudah dilakukan seperti halnya di Makassar, Bulukumba dan Juga Maros, dan sejumlah daerah di indonesi, meski untuk kegiatan diwajo sendiri merupakan untuk yang pertama kalinya

Kehadiran Perkumpulan Penghobi Ayam Kontes Nusantara (PPAKN) dengan menyelenggarakan kontes ayam laga tanpa judi,sudah menjadi program pusat salah satu tujuan dari pelaksanaan abar gembira tampa judi ini adalah untuk melestarikan budaya dan sarana penyaluran hobby bagi para pecinta ayam tampa judi

“selama ini imaje tentang penghobby ayam bangkok itu selalu identik dengan judi, sehingga dengan adanya kegiatan ini kami berharap akan menepis imaje masyarakat tersebut,”kata Andi Pajung yang juga merupakan ketua Komunitas Wajo Peduli Pusaka ini

Andi Pajung menambahkan memalui even yang dilaksanakan oleh pemerintah Kabupaten Wajo yang bekerjasama dengan PPAKN Pengcab Wajo berupaya menyatukan persepsi bila kontes ayam laga bukan sebagai judi tidak memperubutkan uang taruhan namun hanya memperebutkan tropi dan piagam

“Pada kontes tersebut, ayam yang diadu tidak ada yang sampai kalah. bagian jalu ayam jantan dibungkus dengan kain. Pertandingan pun dibatasi waktu hanya 2 kali 15 menit tidak seperti pada saat judi yang dibatasi waktu 6 kali 15 menit. Pemenang pertandingan dinilai berdasarkan jumlah pukulan yang mendarat ke tubuh masing-masing lawan yang dinilai oleh juri untuk ada judi sulit dan bahkan tidak mungkin,”kata Andi Pajung

Andi Pajung juga mengatakan PPAKN Pengcab Wajo berharap, dengan adanya wadah penghobi ayam laga, dapat mengubah paradigma negatif masyarakat. Sebab, lanjut dia, dengan memanajemen yang baik, pecinta ayam laga dapat menjadi sesuatu yang positif.

“Selain menjadi ajang silahturahmi antar-pecinta ayam laga, juga bisa meningkatkan perekonomian peternak dan penjual pakan yang disisi lain dapat meningkatkan kunjungan wisatawan di daerah,” Kata Andi Pajung.

Demi Tarik Turis, Kota di China Jual Aksi Adu Ayam

Demi Tarik Turis, Kota di China Jual Aksi Adu AyamIlustrasi permainan adu ayam di China. (China Photos/Getty Images)
Jakarta, CNN Indonesia — Sebuah kota kecil di wilayah barat-laut daerah otonomi Uighur, Xinjiang, China, berencana untuk menggunakan laga adu ayam jago sebagai penarik wisatawan asing.

Laga yang dianggap kontroversial karena melibatkan perjudian ini disebut-sebut telah menjadi bagian dari sejarah kota Turpan selama lebih dari 280 tahun.

Kini, warga Turpan berharap asosiasi adu ayam di China dapat membantu mereka untuk mengajak turis asing berkunjung ke kota ini.

Kurang lebih seperenam penduduk kota itu, sekitar 100ribu orang, dipastikan telah terlibat dalam industri adu ayam ini.

Dalam wawancara dengan kantor berita China, Xinhua, pemerintah kota Turpan, Perhat Kadir, mengatakan bahwa warganya berharap adu ayam akan menjadi ciri khas kota mereka.

“Sama seperti Spanyol yang terkenal dengan adu banteng, kami juga berharap adu ayam ini dapat menjadi simbol untuk Turpan,” ujarnya seperti dikutip dari Daily Mail.

Rencananya, pada akhir tahun mendatang asosiasi adu ayam di Turpan akan diresmikan. Nantinya, asosiasi tersebut akan mempromosikan sekaligus berperan untuk mengatur arena adu yang bakal dibuat di area pasar lokal ataupun bazar.

“Kami akan membawanya ke permukaan, jadi perjudian ilegal dapat dihilangkan. China sudah punya tradisi ini sejak ribuan tahun silam,” katanya.

Di negeri tirai bambu ini adu ayam memang menjadi permainan yang legal dan hampir dimainkan di seluruh daratan China. Hanya saja, aksi adu ayam ini tidak dianggap sebagai aktivitas olahraga yang umum.

Menurut situs cankaoxiaoxi.com, seorang pria bernama Ismail Iblahim, yang disebut-sebut sebagai raja adu ayam di Xinjiang, bertaruh dalam adu ayam menggunakan ayam peliharaannya hingga 30ribu yuan atau setara dengan Rp559juta.

Juru bicara Royal Society for the Prevention of Cruelty to Animals sebuah badan pemerhati hewan ternama di Inggris, Leanne Plumtree mengatakan meski adu ayam merupakan tradisi di China, namun hal itu tak bisa menjadi alasan dilegalkannya olahraga yang terbilang sadis ini.

“Adu ayam membuat unggas-unggas yang terlibat terluka parah. Mereka pun kerap diadu berkali-kali sampai akhirnya mati. Adu ayam sudah ilegal untuk dilakukan di Inggris dan Wales sejak tahun 1835, dan di Skotlandia 60 tahun kemudian. Kami mengimbau turis Inggris untuk tidak memberikan dukungannya kepada aksi kejam terhadap hewan ini,” ujarnya.

(meg)

sumber: http://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20160418120021-269-124658/demi-tarik-turis-kota-di-china-jual-aksi-adu-ayam/

Simpan Ayam Aduan di Baju, Pemuda ini Nyaris Dibakar Warga

Hasil gambar untuk pencuri ayam Gowa – Syam (19) warga Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan babak belur setelah dipukuli warga. Bukan tanpa alasan, pemuda ini nekat mencuri ayam aduan milik Sainuddin (65) warga Jalan Mala’lang, Kelurahan Samata, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (6/8) sekitar pukul 12.00 WITA. Saat itu Udin hendak pergi ke masjid untuk menunaikan salat zuhur. Namun, belum sempat melangkahkan kaki ke luar rumah, dia melihat seseorang yang masuk ke halaman rumahnya dan menuju ke kandang ayamnya.

“Ada orang di kandang ayamku, karena penasaran ya saya intip,” ujar Udin kepada wartawan.

Udin menambahkan, belum sempat dipergoki, pelaku langsung lari menuju motornya.

“Dia keluar sambil membawa ayamku, dia masukkan ke dalam bajunya ayamku itu,” lanjutnya.

Sadar ayam kesayangannya dicuri, Udin langsung berteriak sekuat tenaga. Alhasil, para tetangganya langsung keluar dan mengejar pelaku. Meski sempat kabur, pelaku tertangkap dan dipukuli warga. Tak hanya dipukuli, sepea motor pelaku merek Kawasaki Ninja R warna merah DD 6166 juga ikut dibakar.

Beruntung aparat kepolisian Sektor Somba Opu yang mengetahui kejadian itu langsung menuju ke lokasi dan langsung mengamankan pelaku dari amukan warga.

Polisi mengamankan pelaku dan barang buktir seekor ayam aduan milik Udin ke Mapolsek Somba Opu.

sumber: http://kriminalitas.com/simpan-ayam-aduan-di-baju-pemuda-ini-nyaris-dibakar-warga/

Rizal Curi Ayam Satu Kandang Milik PT Ciomas Adi Satwa

Rizal Curi Ayam Satu Kandang Milik PT Ciomas Adi Satwa

SRIPOKU.COM, MUARAENIM— Rizal Saputra (28) warga Desa Payabakal, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muaraenim, berhasil mencuri ayam satu kandang sekitar 300 ekor milik PT Ciomas Adi Satwa, di Desa Payabakal, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muaraenim.

Dari informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, Rabu (29/6/2016) bahwa aksi pencurian tersebut diketahui Jumat (3/6) sekitar pukul 07.00, oleh karyawan PT Ciomas Adi Satwa ketika melihat ada pagar seng di PT Ciomas yang sudah rusak.

Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata ayam milik PT Ciomas sekitar 300 ekor telah hilang dari kandangnya. Dan atas kejadian tersebut PT Ciomas melaporkan hal tersebut ke Polsek Gelumbang.

Berdasarkan laporan tersebut, anggota reskrim melaksanakan lidik di lapangan untuk mencari pelaku, dan dari hasil lidik tersebut diketahui jika pelakunya adalah Rizal Saputra yang memang sering melakukan aksi pencurian ayam di PT Ciomas.

Kemudian petugas yang dipimpina langsung oleh Kapolsek Gelumbang AKP Robi Sugara di dampingi Kanit Reskrim Ipda Emir Maharto Bustarosa, melakukan pengejaran dan berhasil menangkap pelaku di rumahnya.

Kapolres Muaraenim AKBP Hendra Gunawan didampingi Kasubag Humas Iptu Arsyad Agus, mengatakan  pelaku memang dikenal sudah sangat meresahkan warga masyarakat. Atas perbuatannya pelaku akan dikenakan pasal 363 KUHP.

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Tarso

Ayam Bangkok Pun Diselundupkan

Ayam Bangkok Pun DiselundupkanJawaPos.com BELAWAN – Upaya penyelundupan ke Indonesia tidak hanya mencakup barang elektronik mewah atau produk pertanian. Hewan sekelas ayam pun dimasukan secara ilegal.

Seperti halnya yang baru saja dilakukan Petugas kapal patroli Bea Cukai Sumut. Petugas tersebut menertibkan upaya penyelundupan Ayam Bangkok yang dikirim dari Thailand. Selain ayam petugas juga mengamankan pakaian bekas.

Barang ilegal itu diangkut oleh kapal KM Rezeki dan ditangkap saat melintas di sekitar perairan Asahan, Sumut, Minggu (1/5).

Berdasarkan informasi diperoleh Sumut Pos (Jawa Pos Group), kapal penyelundup bermuatan pakaian bekas dan puluhan ekor ayam siam impor, ditangkap petugas kapal patroli Bea Cukai yang saat itu sedang melakukan patroli laut di sekitar perairan tersebut.

Ketika akan ditangkap, petugas pun sempat meletuskan tembakan peringatan yang diarahkan ke udara karena kapal berupaya kabur.

Pada akhirnya petugas berhasil mengamankan kapal berikut lima awaknya. Mereka dibawake dermaga Kanwil DJBC I Sumut di Belawan.

Kabid Penindakan dan Penyidikan (P2) Kanwil DJBC I Sumut, Rizal belum memberikan keterangan resmi. (rul/iil/JPG)