Arsip Kategori: Berita

Rizal Curi Ayam Satu Kandang Milik PT Ciomas Adi Satwa

Rizal Curi Ayam Satu Kandang Milik PT Ciomas Adi Satwa

SRIPOKU.COM, MUARAENIM— Rizal Saputra (28) warga Desa Payabakal, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muaraenim, berhasil mencuri ayam satu kandang sekitar 300 ekor milik PT Ciomas Adi Satwa, di Desa Payabakal, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muaraenim.

Dari informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, Rabu (29/6/2016) bahwa aksi pencurian tersebut diketahui Jumat (3/6) sekitar pukul 07.00, oleh karyawan PT Ciomas Adi Satwa ketika melihat ada pagar seng di PT Ciomas yang sudah rusak.

Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata ayam milik PT Ciomas sekitar 300 ekor telah hilang dari kandangnya. Dan atas kejadian tersebut PT Ciomas melaporkan hal tersebut ke Polsek Gelumbang.

Berdasarkan laporan tersebut, anggota reskrim melaksanakan lidik di lapangan untuk mencari pelaku, dan dari hasil lidik tersebut diketahui jika pelakunya adalah Rizal Saputra yang memang sering melakukan aksi pencurian ayam di PT Ciomas.

Kemudian petugas yang dipimpina langsung oleh Kapolsek Gelumbang AKP Robi Sugara di dampingi Kanit Reskrim Ipda Emir Maharto Bustarosa, melakukan pengejaran dan berhasil menangkap pelaku di rumahnya.

Kapolres Muaraenim AKBP Hendra Gunawan didampingi Kasubag Humas Iptu Arsyad Agus, mengatakan  pelaku memang dikenal sudah sangat meresahkan warga masyarakat. Atas perbuatannya pelaku akan dikenakan pasal 363 KUHP.

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Tarso
Iklan

Ayam Bangkok Pun Diselundupkan

Ayam Bangkok Pun DiselundupkanJawaPos.com BELAWAN – Upaya penyelundupan ke Indonesia tidak hanya mencakup barang elektronik mewah atau produk pertanian. Hewan sekelas ayam pun dimasukan secara ilegal.

Seperti halnya yang baru saja dilakukan Petugas kapal patroli Bea Cukai Sumut. Petugas tersebut menertibkan upaya penyelundupan Ayam Bangkok yang dikirim dari Thailand. Selain ayam petugas juga mengamankan pakaian bekas.

Barang ilegal itu diangkut oleh kapal KM Rezeki dan ditangkap saat melintas di sekitar perairan Asahan, Sumut, Minggu (1/5).

Berdasarkan informasi diperoleh Sumut Pos (Jawa Pos Group), kapal penyelundup bermuatan pakaian bekas dan puluhan ekor ayam siam impor, ditangkap petugas kapal patroli Bea Cukai yang saat itu sedang melakukan patroli laut di sekitar perairan tersebut.

Ketika akan ditangkap, petugas pun sempat meletuskan tembakan peringatan yang diarahkan ke udara karena kapal berupaya kabur.

Pada akhirnya petugas berhasil mengamankan kapal berikut lima awaknya. Mereka dibawake dermaga Kanwil DJBC I Sumut di Belawan.

Kabid Penindakan dan Penyidikan (P2) Kanwil DJBC I Sumut, Rizal belum memberikan keterangan resmi. (rul/iil/JPG)

Flu Burung Serang Ponorogo, Ratusan Ekor Ayam Bangkok Mati

Flu Burung Serang Ponorogo Ratusan Ekor Ayam Bangkok Mati

PONOROGO – Ratusan ekor ayam jago peranakan bangkok milik peternak di Ponorogo, Jawa Timur mati mendadak. Diduga kematian unggas ini terjadi akibat serangan flu burung. Akibat kejadian ini peternak merugi jutaan rupiah peternak pun menghentikan usahanya  karena tak ada modal.

Berdasarkan pengamatan di mana belasan kadang ayam jago milik Sumarno warga Desa Sampung, Kecamatan Sampung, Ponorogo ini kosong tak terisi karena ayam yang dibudidayakan sudah mati sejak seminggu terakhir. Hanya dua ekor ayam keturunan bangkok yang tersisa itu pun kondisinya sakit.

Kondisi serupa juga dialami puluhan peternak ayam jago lain di desa ini sejak seminggu terakhir ratusan ayam jago mati mendadak.

Awalnya keluar air dari hidung ayam lemas tak bisa berdiri tegak dan tak berkokok, beberapa saat berikutnya ayam mati lemas.

Setelah ayam mati badannya berwarna hitam ke biru biruan.Warga menduga kematian ayam ini akibat wabah flu burung.

Matinya ratusan ayam jago ini membuat peternak rugi sebab harga ayam jago keturunan bangkok ini dijual dengan harga Rp300-500 ribu per ekor.

Seperti yang dialami sumarno akibatnya 21 ekor ayam jagonya mati. Dia menderita kerugian sekitar Rp10 juta.

Sementara waktu ini dia menghentikan usaha ternaknya karena merugi. Meski sudah berlangsung sekitar seminggu dan ratusan ayam sudah mati namun belum ada petugas dinas kesehatan yang datang ke lokasi.

Warga berharap agar pemerintah segera turun tangan untuk menanangani penyebaran  flu burung ini.

Kontes Ayam Laga di lampung

ayam bangkok lampung

PRINGSEWU – Guna menepis persepsi negatif masyarakat terhadap pecinta ayam laga, Perkumpulan Penghobi Ayam Kontes Nusantara (PPAKN) menyelenggarakan kontes ayam laga tanpa judi, di pusat pelatihan ayam laga Kelurahan Pringsewu Timur, Kecamatan Pringsewu, Minggu (31/1/2016).

Kegiatan tersebut bersamaan dengan pelantikan pengurusPPAKN Kabupaten Pringsewu.
Ketua PPAKN Pringsewu, Bahagia Saputra mengatakan, selain untuk melestarikan budaya, kontes tersebut juga untuk mengakomodasi penghobi ayam laga.

“Karena di Pringsewu, banyak terdapat pecinta ayam laga. Selain itu, peternaknya juga banyak,” ujar Bahagia.

Karena itu, Bahagia menambahkan, PPAKN berupaya menyatukan persepsi bila kontes ayam laga bukan sebagai judi.

Pada kontes tersebut, ayam yang diadu tidak ada yang sampai kalah. Sehingga, bagian jalu ayam jantan dibungkus dengan kain. Pertandingan pun dibatasi waktu. Pemenang pertandingan dinilai berdasarkan jumlah pukulan yang mendarat ke tubuh masing-masing lawan.

Ketua PPAKN Provinsi Lampung Akoh Maini berharap, dengan adanya wadah penghobi ayam laga, dapat mengubah paradigma negatif masyarakat. Sebab, lanjut dia, dengan memanajemen yang baik, pecinta ayam laga dapat menjadi sesuatu yang positif.

“Selain menjadi ajang silahturahmi antar-pecinta ayam laga, juga bisa meningkatkan ekonomi kerakyatan. Semakin sering diadakan event, dapat menstimulasi peternak kecil di kampung untuk menghasilkan ayam yang bagus,” kata Akoh.

sumber: http://lampung.tribunnews.com/2016/01/31/video-ppakn-kontes-ayam-laga-itu-bukan-judi

Lomba Tinju Ayam Digelar di Makassar, Begini Mekanismenya

Lomba Tinju Ayam Digelar di Makassar, Begini Mekanismenya  

Perkumpulan Penghobi Ayam Kontes Nusantara (PPAKN) akan menggelar lomba tinju ayam di Kota Makassar. Sekitar seribu penggemar ayam dari seluruh Indonesia diperkirakan hadir dalam acara ini. “Sampai hari ini, sudah ada 100 ayam yang terdaftar,” kata Ketua PPAKN Kota Makassar, Zico Andi Lolo, Kamis, 19 November 2015.

Menurut Zico, adu ayam ini disebut tinju karena dalam perlombaan, taji ayam yang biasa melukai dibungkus dengan sarung menyerupai sarung tinju, tidak menyerupai sabung ayam yang menggunakan pisau. “Jadi aman. Binatang juga tidak tersiksa,” kata Zico.

Pemenang lomba dihitung dari angka yang dikumpulkan. Makin banyak memukul, makin banyak angkanya. “Lama pertandingan hanya tiga ronde. Jadi tidak membuat ayam kelelahan,” kata Zico. Untuk lapangan pertandingan, panitia memilih tempat di ballroom Celebes Convention Centre. “Wasitnya didatangkan langsung dari Jakarta,” kata Zico.

Lomba yang dilakukan dalam rangka memperingati hari jadi ke-408 Kota Makassar tahun ini juga sebagai upaya untuk mengajak penggemar ayam, yang biasa berjudi, untuk berhenti berjudi. Sebab dalam pertandingan ini, judi dilarang keras. “Jika ada peserta atau penonton yang ketahuan judi, langsung dilaporkan ke polisi,” kata Zico.

inju ayam diharapkan bisa menjadi agenda tahunan di Makassar karena akan mendorong usaha peternakan, pakan, dan kunjungan wisatawan ke Makassar. “Kita ingin menjadikan kontes ayam lebih positif sehingga semua pecinta ayam bisa menyalurkan hobinya,” kata Zico.

Ayam yang akan mengikuti lomba tinju adalah ayam adu jenis bangkok. Kelas pertandingan dibagi menjadi sepuluh kelas. “Sesuai dengan ukuran dan bobot ayam,” kata Zico. Panitia mengaku sudah mendapatkan izin dari kepolisian untuk menggelar tinju ayam. “Organisasi kami juga legal karena terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM,” kata Zico.

Tinju ayam yang digelar pada Minggu, 22 November mendatang akan memperebutkan piala Wali Kota Makassar. Ada juga hadiah sepeda motor dan uang tunai. Asisten II Kota Makassar, Irwan R Adnan, mengatakan pertandingan ayam ini harus dilakukan dengan baik. “Jangan sampai ada yang menilai kegiatan ini sarat dengan hal-hal negatif, seperti arena perjudian, penyiksaan binatang, dan lain-lain,” kata Irwan.

sumber : https://m.tempo.co/read/news/2015/11/20/058720570/lomba-tinju-ayam-digelar-di-makassar-begini-mekanismenya

Peternak Kalkun, Dari Rp50.000 Jadi Rp7,5 Juta per Bulan

Joko Wahyulianto dan hewan ternaknya (JIBI/Harian Jogja/Rina Wijayanti)

Solopos.com, JOGJA-Joko Wahyulianto, kini menjadi salah satu peternak kalkun terpandang berkat ketekunannya. Setiap bulan rata-rata dia bisa mengirim 300 anakan kalkun ke sejumlah kota di Indonesia. Bagaimana kisahnya?

Empat tahun silam, Joko Wahyulianto iseng mencoba memelihara kalkun setelah usahanya memelihara ayam hias dipandang kurang menguntungkan. Sepasang anakan kalkun baru menetas dia dapatkan dari seorang pedagang di pasar masing-masing seharga Rp25.000. Joko memelihara burung berpial (gelambir dibawah paruh) itu hingga bertelur. Rupaya pemeliharaan kalkun jauh lebih mudah, pilihan pakan alternatifnya banyak sehingga bisa menekan biaya produksi.

Kini di kandang ternaknya yang sederhana di Jl. Parangtritis (sebelah utara) restoran Numani, Joko telah memiliki 30 induk dengan tujuh ekor pejantan. Joko memilih fokus pada penjualan anakan kalkun (DOT). Dalam satu bulan, tak kurang 300 ekor DOT dia kirimkan ke sejumlah kota baik di Jawa maupun luar Jawa. Seperti sejumlah kota di Jawa Timur, Semarang, Jakarta, Batam dan Balikpapan.

Satu ekor DOT dari tempat Joko seharga Rp25.000 dengan jumlah minimal pemesanan 40 ekor. Harga itu akan bertambah mahal saat pemesan menghendaki DOT dengan warna khusus. Biasanya DOT dengan warna khusus itu akan memiliki harga yang lebih tinggi sebagai kalkun hias dibanding dengan warna-warna lainnya. Misalnya jenis Black Spanish Turkey, anakan kalkun yang seluruhnya berwarna hitam legam bisa mencapai harga Rp200.000 per ekor, atau jenis Bourbonred Turkey seharga Rp80.000 per ekor. Tak kurang Rp7,5 juta dia peroleh dari penjualan DOT. Namun terkadang dia merasa kewalahan memenuhi permintaan pelanggan anakan kalkun, Joko kerab mengambil kekurangan stok DOT kepada sejumlah rekan sesama pembudidaya kalkun.

Menggiurkannya budidaya kalkun tidak berhenti pada hasil, proses pemeliharaan piaraan jenis burung ini rupanya juga relatif gampang. Joko tidak perlu repot menyediakan kandang, cukup diumbar di halaman belakang rumah, kalkun-kalkun tersebut bisa bertahan hidup.

“Menjaga kebersihan kandang relatif mudah, hanya perlu disapu kotoran seperlunya saja, tidak ada yang terlalu istimewa. Hanya kalkun membutuhkan sejenis dahan atau ranting minimal 50 cm dari tanah untuk bertengger saat beristirahat,” katanya.

Soal pakan, Joko cukup mengambil daun genjer yang biasa tumbuh liar di area persawahan atau gedebok pisang. Bahan yang diperoleh secara gratis tersebut lantas dicincang dan dicampurkan dengan dedak, jagung giling, sentrat bebek, mineral B12 dan sisa nasi yang tidak basi. Dalam satu hari, piaraannya ini diberi makan dua kali, pagi sekitar pukul 07.30 WIB dan sore sekitar pukul 15.00 WIB. Joko mengaku untuk memenuhi kebutuhan pakan ternaknya ini tidak lebih dari Rp500.000 untuk 30 induk dalam waktu satu bulan.

“Biaya produksi cukup rendah, karena beberapa pakan bisa dicari di sawah dan nasi sisa bisa diambil dari restoran, tapi dengan catatan nasi-nasi itu tidak basi dan tidak bercampur dengan minyak,” katanya.

Setiap ekor kalkun memasuki usia produktif setelah usia delapan bulan. Setiap bertelur, seekor betina kalkun bisa menghasilkan 10-15 butir telur. Sebulan setelah bertelur, kalkun betina akan kembali memasuki fase produktif. Tahapan ini akan berlangsung hingga usia kalkun lebih dari lima tahun bahkan 10 tahun. Namun, ada satu tahapan seekor betina yang tidak bertelur karena mengalami fase molting atau perubahan pada bulunya. Namun setelah sebulan, fase itu akan kembali normal dan produktif. Joko menjelaskan, resiko kegagalan dalam penetasan anakan kalkun sangat rendah. Setelah diletakkan dalam mesin penetas, sekitar 28 hari maka telur-telur tersebut akan menetas dan siap dikirim ke pelanggan.

“Risiko DOT terhitung rendah, karena mereka masih steril dalam box, tidak mudah stres dan setelah menetas mereka bisa bertahan selama dua hari tanpa pakan,” katanya.

sumber: http://www.solopos.com/2014/11/02/peternak-kalkun-dari-rp50-000-jadi-rp75-juta-per-bulan-549147

Peserta Kontes Ayam Nusantara Membludak

Peserta Kontes Ayam Nusantara Membludak

ILUSTRASI

ILUSTRASI (INT)

RADAR SELATAN.CO.ID — H+3 pelaksanaan Kontes Ayam Nusantara, jumlah pendaftar terus meningkat, panitia pelaksana bahkan sudah kewalahan menerima calon pendaftar.

Panitian pelaksana, Alvis mengaku sudah mengantongi ratusan calon pendaftar dari berbagai daerah termasuk di luar Pulau Jawa. Padahal, pihaknya hanya menargetkan sebanyak 150 peserta.

“Sudah ada dari Kendari, Sidrap, Sinjai, Jeneponto, Bantaeng. Bahkan ada juga dari Pulau Jawa,” ungkap Alvis saat dihubungi via selular,” Rabu, 25 Mei 2016.

Meski demikian, pihaknya belum bisa menerima para calon pendaftar lantaran penentuan atau kepastian peserta kontes ditentukan dari hasil penjaringan bobot ayam.

“Pendaftar bisa dikatakan resmi ketika panitia sudah melakukan penjaringan (timbang bobot ayam). Kalau itu sudah dilakukan, maka peserta cukup menunggu lawan tanding sesuai kelas yang diikuti,” jelasnya.

Kontes Ayam Nusantara akan digelar Sabtu, 28 Mei 2016 di gedung Juang 45 Bulukumba. Adapun kelas kontes yang disediakan yakni Platinum dan Premium. Untuk Platinum biaya pendaftaran Rp500 ribu dan Premium Rp2,2 juta.
Haswandi Ashari/ RADAR SELATAN.co.id

sumberr: http://radarselatan.fajar.co.id/2016/05/25/peserta-kontes-ayam-nusantara-membludak/