Arsip Kategori: Kesehatan dan Penyakit

Obat ampuh basmi cacing di dalam tubuh ayam

obat cacing ayam

 

jagojago Obat cacing

Kemasan:

1 display isi 10 bungkus.
1 bungkus isi 5 kapsul

aturan pakai: ayam dewasa 2 butir
ayam remaja 1 butir

pemberian pagi hari sebelum ayam dikasih makan.
tunggu beberapa jam cacing akan keluar bersama kotoran ayam.

  • ampuh basmi cacing dewasa
  • mengahancurkan telur dan larvanya
  • mengeluarkan bersamam kotoran

pemberian cukup 2 bulan sekali.

plus formula pembasmi cacing pita.

obat ayam cacingan

Iklan

Pengobatan ayam setelah bertarung

Setelah pertarungan, Ayam Bangkok butuh lebih banyak perhatian, karena inilah perawatan yang menentukan karir seekor ayam tempur dalam menghadapi pertempuran selanjutnya. Sering terjadi pada ayam pasca-pertempuran karena kurangnya perhatian membuat ayam kehilangan karakter berkelahi, jatuh mental, bahkan cacat yang lebih parah akhirnya mati.

Tahapan dalam perawatan ini adalah:
Bersihkan luka ayam dengan menggunakan air hangat lalu melapisi daerah kepala dan daerah yang tidak ditumbuhi tawon minyak. Untuk luka atau air mata bersihkan bersihkan luka menggunakan air garam atau rebusan sirih air panas lalu beri obat luka seperti bubuk Sulfadelamite, Betadine, dll, lalu beri ayam 1 butir antibiotik (Amoxilin, Penicylin dll.), Pemberian antibiotik. dilakukan selama 3 hari masing-masing untuk mencegah infeksi pada luka. Jika ada potongan di mulut ayam, berikan obat biru (obat untuk sarung tangan manusia). Obat biru ini bisa ditemukan di apotek terdekat.

Setelah itu ayam ditempatkan di kandang terpisah sehingga ayam bisa beristirahat.

Pada hari ke 2 berikan vitamin ayam yang cair jika memang vitaminnya padat juga bisa dicairkan dan jika diperlukan ayam diberi obat luka dalam. Pemberian pakan harus dalam bentuk bubur dan jika ayam nampaknya tidak makan, suapi perlahan. Jangan memberi makanan keras seperti daging, gandum, jagung, dll.

Setelah luka sedikit kering bekas luka dengan salep luka dan obat biru yang disebutkan di atas.

Pada hari ke 5 ayam bisa dikeluarkan dari sangkar lalu di umbar secukupnya atau letakkan di kandang kipu (sand floor cage) untuk meregangkan otot.

Hari 6 ayam harus dimandikan dan dikeringkan secukupnya.

Hari 7 ayam sudah diijinkan berkarung secukupnya atau di umbar dikandang lari.

Seminggu di depan ayam diperbolehkan untuk abar kosong lagi.

Seminggu kemudian ayam itu bisa jatuh kembali berkelahi.

Dengan demikian, semoga tips Perawatan Ayam Setelah Berjuang ini bermanfaat bagi Anda. Salam pembuka.

INFLUENZA Ayam (INFECTIOUS CORYZA, SNOT)

Penyakit dingin pada ayam dikenal sebagai penyakit influenza ayam, nama lain adalah Infectious Coryza atau Snot. Organisme ini pertama kali ditemukan oleh Pantai pada tahun 1920.
Sebenarnya penyakit ini agak jarang terjadi pada ayam, namun sering menyerang ayam pada segala umur, terutama berumur 14 minggu dan ayam dewasa.
Ayam biasanya terjadi di musim hujan atau ada hubungannya dengan lingkungan kandang yang dingin dan lembab.
PENYEBAB BAKTERI
Penyebab pilek ayam adalah bakteri Hemophilus gallinarum
TRANSMISI
Melalui kontak langsung antara ayam sakit dan ayam sehat dalam satu kandang.
Lewat udara.
Melalui peralatan kandang.
Makanan dan minuman terkontaminasi bakteri Hemophillus gallinarum
Gejala klinis
Bengkak dan edema pada wajah dan mata.
Rongga hidung mengeluarkan lendir yang lengket dan berbau busuk.
Ayam bersin dan menggelengkan kepala untuk melepaskan sekret hidung.
Petal matannya menjadi lengket.
Nanas dengan mata berbau busuk yang bisa berkerumun di sekitar lubang hidung dan aduk di sekitar lubang hidung dan sinus.
Getah yang membengkak di trakea dan bronkus bisa menghasilkan mendengkur.
Nafsu makan dan minum menurun sehingga mengakibatkan penurunan produksi.
Bernapas dengan cepat.
Sering disertai diare dan ayam mungkin menjadi kurcaci.
Perubahan Pasca-Ancaman
Selaput lendir hidung dan sinus mengalami peradangan akut pada katar.
Peradangan pada membran mata.
Di bawah kulit bawah kulit di wajah dan tulang.
Pneumonia dan radang kantung udara
Diagnosa
Contoh penyakit seperti tampon hidung dari mata dan hidung dan jaringan dari saluran pernafasan, terutama cabang tenggorokan dan tenggorokan, dikirim ke laboratorium dalam kondisi segar dan dingin untuk isolasi dan identifikasi bakteri. Bahan pemeriksaan ini harus diambil dari kejadian penyakit baru untuk menghindari kontaminasi oleh bakteri sekunder.
Pencegahan
Ayam yang sakit-sakitan pilek terpisah dari kandang ayam sehat (kelompok).
Jangan mencampur ayam dari berbagai umur.
Kandang dan lingkungan harus selalu bersih.
Simpan di kandang yang terpapar sinar matahari.
Pengobatan dalam Cutting
Ayam yang terserang flu bisa dipotong dan dagingnya bisa dikonsumsi.
Bangkai dan potong ayam mati tetap dibakar atau dikuburkan.

Flu Burung Serang Ponorogo, Ratusan Ekor Ayam Bangkok Mati

Flu Burung Serang Ponorogo Ratusan Ekor Ayam Bangkok Mati

PONOROGO – Ratusan ekor ayam jago peranakan bangkok milik peternak di Ponorogo, Jawa Timur mati mendadak. Diduga kematian unggas ini terjadi akibat serangan flu burung. Akibat kejadian ini peternak merugi jutaan rupiah peternak pun menghentikan usahanya  karena tak ada modal.

Berdasarkan pengamatan di mana belasan kadang ayam jago milik Sumarno warga Desa Sampung, Kecamatan Sampung, Ponorogo ini kosong tak terisi karena ayam yang dibudidayakan sudah mati sejak seminggu terakhir. Hanya dua ekor ayam keturunan bangkok yang tersisa itu pun kondisinya sakit.

Kondisi serupa juga dialami puluhan peternak ayam jago lain di desa ini sejak seminggu terakhir ratusan ayam jago mati mendadak.

Awalnya keluar air dari hidung ayam lemas tak bisa berdiri tegak dan tak berkokok, beberapa saat berikutnya ayam mati lemas.

Setelah ayam mati badannya berwarna hitam ke biru biruan.Warga menduga kematian ayam ini akibat wabah flu burung.

Matinya ratusan ayam jago ini membuat peternak rugi sebab harga ayam jago keturunan bangkok ini dijual dengan harga Rp300-500 ribu per ekor.

Seperti yang dialami sumarno akibatnya 21 ekor ayam jagonya mati. Dia menderita kerugian sekitar Rp10 juta.

Sementara waktu ini dia menghentikan usaha ternaknya karena merugi. Meski sudah berlangsung sekitar seminggu dan ratusan ayam sudah mati namun belum ada petugas dinas kesehatan yang datang ke lokasi.

Warga berharap agar pemerintah segera turun tangan untuk menanangani penyebaran  flu burung ini.

ciri ciri ayam yang sehat

Setiap bheboto bisa dipastikan ada cara tersendiri mengindentifikasi bahwa ayam siap untuk tarung dan kesehatanya sudah prima.:
Ciri-cirinya:
1. Pegangan ayam bobotnya sudah turun kebawah.( arah ke kaki)
2. Otot sudah sempurna bila di pegangan di bagian leher ayam akan menkeret ( ototnya melawan)..
3. Otot paha atas kelihatan nonjol keluar.dan padat.
4. Wajah ayam memerah cerah.
5. Brutu merah dan berminyak.
6. Cela jari juga ada merah. Sekitar dengkul juga ada merah .
7. Dan sisik dibawah dengkul umumnya yang bagian luar dari atas urutan 3 s/d 6 ada perbedaan lebih kering ( seperti ada kapur).
Demikian bila ciri-cirinya ayam sudah fit.
8. Kewaspadaan ayam meningkat . Dilihat dari gerak kepalanya.

sumber: http://papaji.forumotion.com/t628-ciri-ciri-ayam-fit

Ayam cacingan

INFEKSI PARASIT

cacingan

Cacingan

Worm Disease

Cacingan pada ayam  dapat disebabkan oleh:

 

–      Ascaridia galli

Infeksi cacing ini terutama menyerang ayam usia 3-4 bulan. Spesimen dari parasit ini kadang-kadang ditemukan dalam telur. Cacing ini berpindah tempat dari usus ke oviduct dan dapat masuk ke dalam telur pada saat pembentukan telur tersebut. Cacing dewasa mudah dilihat dengan mata telanjang karena panjang cacing dewasa mencapai ½ hingga 3 inchi.

Riwayat hidup cacing ini sangat simple. Cacing betina akan meletakan telurnya di usus unggas yang terinfeksi dan akan ikut dikeluarkan bersama tinja. Embrio akan terus berkembang dalam telur tersebut meskipun tidak akan langsung menetas. Larva dalam telur mencapai stadium infektif dalam 2-3 minggu. Telur yang mengandung embryo ini sangat tahan banting bahkan dalam kondisi laboratorium dapat bertahan hingga 2 tahun, sedangkan dalam keadaan biasa akan tetap bertahan hingga 1 tahun bahkan lebih. Hal yang penting di sini adalah desinfektan yang digunakan pada peternakan tidak dapat membunuh/ merusak telur. Unggas akan terinfeksi jika memakan telur cacing ini.

Unggas yang terinfeksi oleh cacing ini akan terlihat lesu, diare dan kurus. Kerusakan utama yang ditimbulkan adalah penurunan efisiensi pakan, namun kematian hanya timbul pada infeksi yang sangat berat.

Pencegahan dapat dilakukan dengan melakukan sanitasi kandang dengan baik dan pemisahan ayam berdasarkan umur. Bersihkan kandang sebersih mungkin jika kandang akan digunakan untuk populasi ayam yang baru.Sedangkan obat yang digunakan adalah preparat piperazine yang hanya dapat memutus rantai penularan dengan membunuh cacing dewasa. Preparat yang biasa kami gunakan dan kami berikan tiap 4 minggu adalah Piperavaks produksi dari Vaksindo. Pemberian obat ini cukup dicampurkan pada air minum.

 

–      Heterakis gallinae

Parasit ini tidak menimbulkan akibat yang serius pada kesehatan ayam. Minimal tidak menimbulkan gejala atau patologi yang signifikan. Cara penularan cacing ini sama dengan Ascaris. Namun telur yang mengandung larva akan infektif dalam 2 minggu. Dalam cuaca yang dingin akan membutuhkan waktu yang lebih panjang. Parasit ini dapat dibasmi dengan fenbendazole.

–     Capillaria annulata atau Capllaria contorta

Cacing ini sering ditemukan pada esophagus dan tembolok. Parasit ini menyebabkan penipisan dan inflamasi pada mukosa. Pada system gastrointestinal bagian bawah, dapat ditemukan beberapa spesies parasit tetapi biasanya adalah Capillaria obsignata.

Berbeda dengan cacing yang lain, pembentukan embryo memakan waktu 6-8 hari dan akan sangat infeksius untuk peternakan. Kerusakan terparah akan terjadi pada 2 minggu setelah infeksi. Parasit ini akan menimbulkan inflamasi berat dan kadang-kadang terjadi perdarahan. Erosi pada usus akan menyebabkan kematian. Problem yang sering ditimbulkan oleh parasit ini adalah penurunan pertumbuhan, penurunan produksi dan fertilitas.

Sanitasi yang baik merupakan kunci pencegahan yang utama. Pemberian vitamin A dapat memberikan nilai tambah. Parasit ini dapat dibasmi dengan menggunakan fenbendazole atau leviamisole.

Secara umum, seorang penulis menggambarkan gejala penyakit cacingan pada ayam adalah sbb:

–     tubuh ayam menjadi kurus

–     nafsu makan berkurang

–     sayap kusam dan terkulai

–     kotoran encer, berlendir berwarna keputihan dan kadang berdarah

–     pertumbuhan lamban

Untuk menghindari penyakit tersebut disarankan pemberian jamu pawang jago setiap hari 1 butir di sore hari menjelang tidur

Untuk pengobatan pemberian 1 butir pagi hari dan sore/ malam hari

INFEKSI PROTOZOA Berak Darah/ Koksidiosis

Berak Darah/ Koksidiosis

INFEKSI PROTOZOABerak darah atau sering disebut dengan koksidiosis disebabkan oleh protozoa dari genus Eimeria. Penularan penyakit ini dapat melalui kontak secara langsung maupun tidak langsung seperti kontak dengan droplet dari unggas yang terinfeksi. Pada saat unggas memakan koksidia, organisme ini akan menginvasi usus dan mengakibatkan kerusakan dan kemudian mulai berkembang biak. Beberapa minggu setelah terjadinya infeksi, koksidia akan berubah menjadi oocyst. Oocyst masih belum cukup matur, meskipun  oocyst  terdapat pada droplet, oocyst ini tidak dapat menginfeksi unggas lain kecuali ia berkembang  (sporulasi) menjadi bentuk yang lebih matang di litter. Bentuk inilah yang dapat menyebabkan infeksi pada unggas. Berat tidaknya penyakit ini tergantung dari jumlah protozoa yang termakan. Di dalam peternakan, penyakit ini sangat mudah ditularkan melalui alas kaki, baju, burung liar, peralatan, tempat pakan, serangga atau rodent.

Gejala yang timbul pada penyakit ini adalah sbb:

–     kotoran lembek cenderung cair dan berwarna coklat kehitaman kerena mengandung darah

–     pertumbuhan terhambat

–     napsu makan menurun

–     pada pembedahan ayam yang mengalami kematian akibat penyakit ini akan ditemukan pada usus besarnya akan bengkak berisi darah.

Pencegahan dapat dilakukan dengan cara memberikan vaksinasi pada ayam pada usia 4 hari. Biasanya kami akan memberikan vaksinasi ini dengan melakukan penyemprotan pada pakan. Selain itu harus dilakukan sanitasi yang baik pada kandang DOC. Pilihlah pakan yang sudah mengandung koksidiostat ( preparat pembunuh protozoa Eimeria).

Untuk menghindari penyakit tersebut disarankan pemberian jamu pawang jago setiap hari 1 butir di sore hari menjelang tidur

Untuk pengobatan pemberian 1 butir pagi hari dan sore/ malam hari

Marek (Visceral Leukosis)

Marek (Visceral Leukosis)

Marek (Visceral Leukosis)

Disebabkan oleh virus tipe DNA yang tergolong herpes tipe B. Marek diidentikan dengan penyakit anak ayam, meskipun demikian penyakit ini juga dapat menginfeksi ayam yang lebih tua. Anak ayam terserang adalah kelompok umur 3-10 minggu. Umur 8-9 minggu merupakan umur yang paling rawan. Penularan dapat terjadi secara kontak langsung, kotoran ayam, debu dan peralatan kandang.

 

Marek dapat menimbulkan beberapa variasi gejala klinis, antara lain:

–    Marek tipe visceral

Ditandai dengan lesi pada gonad, hati, limpa, ginjal dan kadang-kadang pada jantung, paru dan otot. Penyakit ini biasanya akut, rupanya unggas yang sehat akan mengalami kematian secara cepat dengan tumor internal yang masif.

 

–     Marek tipe neural

Ditandai dengan kelumpuhan yang progresif pada sayap, kaki dan leher. Penurunan berat badan, anemia, kesulitan bernapas dan diare merupakan gejala yang sering ditemukan .

 

–    Ocular leucosis atau “gray eye”

Morbiditas dan mortalitas biasanya sangat kecil tetapi disebutkan mendekati 25%. Gejalanya dikarakteristikan dengan spotty depigmentation atau diffuse graying pada iris mata. Pupil mata berbentuk irregular dan gagal bereaksi terhadap cahaya. Diare berat dan kematian.

–     Skin leukosis

Pembesaran folikel bulu karena akumulasi limfosit.

Pencegahan dapat dilakukan dengan memberikan vaksinasi pada DOC berumur 1 hari dengan vaksin Cryomarex HVT atau Cryomarex Rispens.Ayam yang terinfesi sebaiknya dimusnahkan agar tidak menularkan ke ayam yang sehat.

Untuk menghindari penyakit tersebut disarankan pemberian jamu pawang jago setiap hari 1 butir di sore hari menjelang tidur

Untuk pengobatan pemberian 1 butir pagi hari dan sore/ malam hari

 

Avian Pox

Avian Pox

Avian PoxAvian pox mempunyai daya sebar yang relatif lambat. Avian pox disebabkan oleh minimal 3 strain atau tipe yaitu: fowl pox virus (virus cacar pada unggas), pigeon pox virus (virus cacar pada burung dara) dan canary pox virus (virus cacar pada burung kenari). Biasanya cacar yang terjadi pada ayam disebabkan oleh fowl pox virus. Virus ini dapat ditularkan secara langsung maupun tidak langsung. Virus ini sangat resisten pada keropeng yang kering dan dalam beberapa kondisi dapat hidup hingga beberapa bulan. Virus ini dapat ditransmisikan melalui beberapa spesies nyamuk. Nyamuk ini akan membawa virus yang infeksius ini setelah nyamuk tersebut menggigit unggas yang terinfeksi.

Meskipun fowl pox penyebarannya relatif lambat, kawanan unggas ini dapat berpengaruh selama beberapa bulan. Perjalanan penyakit ini memerlukan waktu sekitar 3-5 minggu.

Gejala yang didapatkan pada penyakit ini adalah:

–     pertumbuhan yang lambat pada unggas muda

–     telur menurun pada periode layer

–     kesulitan bernapas dan makan

–     dry pox, dimulai dari “small whitish foci” dan kemudian berkembang menjadi “wart-like nodules”. Nodule tersebut kemudian akan mengelupas dalam proses penyembuhan. Lesi ini biasanya terlihat pada bagian tubuh yang tidak berbulu seperti lubang telinga, mata , jengger, pial dan kadang-kadang ditemukan di kaki.

–     wet pox diasosiasikan dengan cavitas oral dan traktus respiratorius bagian atas, terutama pada laryng dan trakea.

Langkah pencegahan yang utama adalah memberikan vaksinasi pada ayam. Pemberian vaksinasi dilakukan dengan melakukan penusukan pada sayap dengan jarum khusus

Untuk menghindari penyakit tersebut disarankan pemberian jamu pawang jago setiap hari 1 butir di sore hari menjelang tidur

Untuk pengobatan pemberian 1 butir pagi hari dan sore/ malam hari

Bronchitis Infectious Bronchitis

BronchitisBronchitis

Infectious Bronchitis

Penyakit ini disebabkan oleh Corona virus yang menyerang system pernapsan. Pada ayam dewasa penyakit ini tidak menyebabkan kematian, tetapi pada ayam berumur kurang dari 6 minggu dapat menyebabkan kematian. Informasi yang lain menyebutkan bahwa ayam yang terserang penyakit ini dan berumur di bawah 3 minggu, kematian dapat mencapai 30-40%. Penularan dapat terjadi melalui udara, peralatan, pakaian. Virus akan hidup selama kurang 1 minggu jika tidak terdapat ternak pada area tersebut. Virus ini mudah mati karena panas atau desinfektan.

Gejala penyakit IB ini sangat sulit untuk dibedakan dengan penyakit respiratory lainnya. Secara umum gambaran penyakit tersebut adalah:

–       batuk

–       bersin

–       rattling

–       susah bernapas

–       keluar lendir dari hidung

–       terengah-engah

–       napsu makan menurun

–       gangguan pertumbuhan

–       pada periode layer akan didapatkan produksi telur yang sangat turun hingga mendekati zero dalam beberapa hari, butuh waktu sekitar 4 minggu agar ayam kembali berproduksi, bahkan beberapa diantaranya tidak akan kembali ke normal. Telur yang dihasilkan akan berukuran kecil, cangkang telur lunak, bentuk telur menjadi irregular.

Sanitasi merupakan factor pemutus rantai penularan penyakit karena virus tersebut sangat rentan terhadap desinfektan dan panas. Pencegahan lain yang sangat umum dilakukan adalah dengan memberikan vaksinasi secara teratur.

Untuk menghindari penyakit tersebut disarankan pemberian jamu pawang jago setiap hari 1 butir di sore hari menjelang tidur

Untuk pengobatan pemberian 1 butir pagi hari dan sore/ malam hari