THE MEAT OF CHICKEN UNDER 12 HOURS OF NIGHT

THE MEAT OF CHICKEN UNDER 12 HOURS OF NIGHT

What is the fact of a rooster crowing at 12 PM?

I personally very goosebumps when I hear the crowing between the chickens out of the evening until 12 pm, because menurt the elderly or elderly it indicates there are doing nasty around us.

At first I thought this was just a myth from a hereditary hereditary.

What I consider This myth I heard again the same information from local kiai when he heard the rooster crowing before the morning around or at 2 o’clock that night is not a sign of the spiritual angel down but instead there is a nasty neighbor. Wrong it simple is a relationship outside of marriage or adultery.

Lately I feel the scheduling of cock crowed off abis kok new nine already crowed.

It is usually chicken only crowing at 3 am. I’m curious really not the word elder or kiai quoted from the description of the work of scholars.

Meaning of midnight chicken crowing
Long story short I ask the background of the village that I sit on, there is an awkwardness too, namely the exchange husband and wife he said hell. Wallohua’lam really not its important info can ya already. Yes the husband’s exchange istiri it is also a dirty thing ya aja just cock crow to cursed the pemesum.

Make no mistake the world will curse every nasty one. From that little survey I came to believe the kiai and elder’s words about the crowing of the chickens between the hours of dusk until 00:00. But it’s my new where tau area buddy just coincidence. It’s just just vent.

Advertisements

MYTHS ROOSTER FIGHT AND ROOSTER SIGNS LOSE OR WIN

MYTHS ROOSTER FIGHT AND ROOSTER SIGNS LOSE OR WIN

 

  1. FACT:

 

If our chicken tarung pattern does not change (If above will ttp above will not hide down)

The punch is saggy and able to hit the opponent’s KO / jiling constantly (this sich dah for sure) .. heheheheheh.

When will enter the second water and our chicken msh lustful even when in the catching our hands were coughed and hit

Finish in the water and enter the geber chicken we crowed first

When the enemy shouts KEOOOKKKK (dah surely win) wkwkwkwkwkwk.

  1. Characteristics will be defeated:
  2. MYTHS:

The day before the fight just crowed a little

Do not want to sleep on the tangkringan

Chicken head while sleeping hidden. stored in the wings.

In the morning the chickens rarely crow and only tenag in the cage (no sound)

When will be inserted into Kisa chicken head is subject to down

While in the arena out of the caotic cock crowing and his head to see the right and left

When in the cage (in the arena waiting time of the fight) the chicken sat on the ground and there is even a sand shower.

  1. FACT:

When in the bath head of the chicken looks to see the right and left the neck becomes long

When in the bath chicken trying to rebel even want to hide under our feet

Do not crow when inserted into geber

Shouts like seeing eagles when inserted into geber

THIS MOST IMPORTANT

When hit the chicken neck hair stand about 3-4 strands

The tail looks blooming

The blowing pattern of play (which had been control over or ngalung, changed jd into the wing and unloading down)

Punchy blows

S-shaped neck

Sometimes the head likes to turn alone as if confused to find an opponent

Mouth mengenge / open as hard to breathe

occasionally like running away again facing the opponent

If struck up out geber lgsg chickens crowing outside the geber

If the head looks heavy to lift

Well kl udh there are characteristics will be defeated above, then jg hesitate to reverse the bet … in order not to lose a lot of minimal

Back capital aj..and chicken lgsg we lorot or lift before keoooooookkkkkkk ..

The above description should not be a reference / benchmark, because only a myth that is not necessarily true, the most important is to train your chickens into a chicken that is rarely lost and have a strong mental, resilient and of course chicken jawara.

4 BAHAN PAKAN AYAM KAMPUNG YANG MENGANDUNG SUMBER ENERGI

Sebelumnya, kita sudah membahas tentang “Mengenal Bentuk dan Jenis Pakan“. Setelah kita mengenal bentuk dan jenisnya, maka langkah berikutnya adalah mengenal apa saja bahan-bahan yang dipakai untuk campuran pakan ayam. Setidaknya ada dua bahan yang dipakai oleh para peternak, yaitu: bahan pakan sumber energi dan sumber protein.

Pengetahuan ini nantinya dapat bermanfaat sebagai pedoman dalam membuat pakan ternak ayam kampung. Untuk artikel pertama ini, kita akan mengulas 4 bahan pakan ayam kampung yang mengandung sumber energi. Mari simak apa saja itu.

1. Dedak

4 Bahan Pakan Ayam Kampung yang Mengandung Sumber Energi

Dedak yang berasal dari limbah olahan padi ini sangat cocok dijadikan bahan pakan (biasa disebut juga bekatul). Sebab, kandungan energi metabolismenya berkisar antara 700-2.500 kkal/kg dan kandungan seratnya 12%. Kandungan tersebut cukup tinggi sebagai bahan pakan. Berbeda dengan ayam ras yang pemakaiannya dibatasi antara 5-10%, bahan pakan ini bisa dipakai untuk ayam kampung maksimal 65%.

2. Onggok

4 Bahan Pakan Ayam Kampung yang Mengandung Sumber Energi

Onggok yang berasal dari limbahan olahan singkong menjadi tepung tapioka ini cukup banyak juga kandungan metabolismenya 2.956 kkal/kg. Namun, pemakaian maksimalnya dibatasi hanya 5-10% saja.

3. Pollard

4 Bahan Pakan Ayam Kampung yang Mengandung Sumber Energi

Pollard yang merupakan limbah olahan gandum menjadi tepung terigu ini juga cocok dijadikan bahan pakan ayam kampung (biasa disebut dedak gandum). Namun, harap dicatat, penggunaannya mesti sangat dibatasi. Ya, meskipun kandungan energi metabolismenya berkisar antara 1.140-2.600 kkal/kg, tapi kandungan serat yang dimilikinya dapat membuat ayam mencret.

4. Jagung Kuning

4 Bahan Pakan Ayam Kampung yang Mengandung Sumber Energi

Di Indonesia dikenal tiga jenis jagung, yakni: jagung merah, jagung putih, dan jagung kuning. Tapi, jagung kuning-lah yang memiliki kandungan nutrisi paling besar dibandingkan dua lainnya. Sementara itu, kandungan metabolismenya mencapai 3.360 kkal/kg. Sayangnya, harganya lumayan mahal (terlebih jika digunakan peternak ayam pemula). Karena itu, pemakaiannya dibatasi 20-40% saja dari total ransum. Demi penghematan.

sumber: http://ayamkampungpro.blogspot.co.id/2014/02/4-bahan-pakan-ayam-kampung-yang.html

Anak Penjual Ayam di Probolinggo Wakili Indonesia di Ajang Lomba Pidato Internasional

Anak Penjual Ayam di Probolinggo Wakili Indonesia di Ajang Lomba Pidato Internasional

SURYAMALANG.COM, PROBOLINGGO – Meski berasal dari desa, M Taufikurahman (17) memiliki semangat belajar tinggi. Kegigihan dan kerja keras siswa Kelas XI SMA Nurul Jadid Paiton,Probolinggo ini membuahkan hasil. Dia terpilih menjadi wakil Indonesia dalam ajang lomba pidato internasional yang diselenggarakan Chinese Bridge di Beijing 15 Oktober 2016.

Kompetisi itu diikuti sekitar 64 negara. Taufik, begitu ia disapa, mampu mengalahkan ratusan pesaingnya se-Indonesia. Dia terpilih bersama satu temannya asal Bandung mewakili Indonesia dalam ajang bergengsi tahunan ini. Tidak main-main, Taufik bertekad akan menunjukkan ke dunia dalam ajang itu bahwa Indonesia adalah negara maju dan berkembang.

Taufik mengaku tidak menyangka terpilih menjadi perwakilan Indonesia di ajang internasional ini. Ia merasa tidak memiliki basic bahasa mandarin yang bagus.

“Saya baru belajar bahasa mandarin itu saat masuk SMA. Kurang lebih sekitar setahun yang lalu saya mulai belajar intensif bahasa mandarin,” katanya kepada Surya, Senin (10/10/2016).

Taufik menjelaskan, alasannya belajar mandarin itu karena pertama kebutuhan, dan kedua adalah keunikan. Ia meyakini bahwa bahasa internasional selain Bahasa Inggris adalah bahasa mandarin “Dari situlah saya mulai belajar mandarin. Hampir setiap hari saya membaca atau menonton video yang bersangkutan dengan bahasa mandarin,” tambahnya.

Dalam waktu lima bulan, kata Taufik, lidahnya mulai fasih mengucapkan bahasa mandarin sesuai dengan notasi nadanya. Setelah itu, secara perlahan ia mulai mempelajari budaya dan adat mandarin.

“Waktu ada lomba pun, saya awalnya sempat ragu karena saya yakin saingan saya pasti berat. Modal saya hanya bismillah. Semoga ada jalan,” paparnya.

elama proses seleksi, rasa was-was selalu muncul. Sebab, di tingkat kabupaten dan provinsi banyak sekali peserta yang lebih baik darinya.

“Apalagi pas waktu di tingkat nasional. Wow, pesertanya sudah seperti orang China asli, fasih dan paham banget soal budayanya. Allhamdulillah saya menang karena saat itu saya mengangkat tema Jawa Timur khususnya soal Bromo,” ungkapnya.

Anak tunggal pasangan Munawar dan Lasmiwati ini mengaku sudah mempersiapkan keberangkatan ke Beijing sejak tiga bulan lalu, termasuk mental dan fisik. Ia yakin persiapannya sudah cukup matang.

“Insyallah saya siap membawa Indonesia menjadi pemenang dalam ajang ini,” katanya.

Dalam ajang itu, Taufik berjanji akan mempromosikan wisata khas Indonesia. Ia juga bertekad akan memperkenalkan ke dunia sisi lain Gunung Bromo.

“Saya akan andalkan Gunung Bromo dalam ajang ini, saya akan kupas dari sisi lainnya. Semoga ini menjadi ujung tombak saya agar menang dalam ajang ini,” imbuhnya.

Taufik mengaku bahwa kedua orang tuanya itu bukan orang berpendidikan. Namun, ia bertekad ingin menuntut ilmu setinggi mungkin. Oleh karena itu, ia menyebut bahwa sejak kecil rajin belajar dan senang membaca.

“Bapak saya itu hanya jual ayam dan kambing di Pasar. Kebetulan rumah saya dekat pasar. Tapi, saya ingin sukses dan membanggakan ayah dan ibu saya,” paparnya.

Terpisah, Kepala Sekolah SMA Nurul Jadid Paito, Faizin Samwil mengatakan, selama ini, pihaknya memang sering menyarankan anak didiknya untuk berprestasi.

“Kami dorong mereka untuk lebih maju. Jangan minder meskipun hanya berasal dari Probolinggo. Allhamdulillah sejak tahun 2009, kami rutin kirimkan siswa mewakili Indonesia di ajang lomba internasional,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, untuk menunjang pembelajaran di sekolah, pihaknya mendatang tenaga pengajar yang berkompeten. Bahkan, pengajar bahasa mandarin, inggris, arab didatangkan langsung dari negara asalnya.

“Tujuannya, agar siswa-siswa ini lebih memahami dan mudah dalam mempelajari bahasa itu karena ada pendampingan langsung dengan orang asal negara itu. Pengucapan, dan intonasi kan terkadang berbeda, makanya kami datangkan ahlinya,” pungkasnya.

 

sumber: http://suryamalang.tribunnews.com/2016/10/10/anak-penjual-ayam-di-probolinggo-wakili-indonesia-di-ajang-lomba-pidato-internasional?page=3

Ratusan Ayam Ketawa Ikuti Kontes Nasional di Bogor, Dari Kelas Disco Hingga Slow

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH – Ratusan kontestan dari berbagai wilayah di Indonesia mengikuti kontes ayam ketawa di lapangan Kampus IPB Baranangsiang, Minggu (18/8/2016).

Perlombaan bernama Kontes Ayam Ketawa Nasional (KAKNAS) ini juga memperebutkan piala bergilir.

Diantaranya adalah piala Rektor IPB, Piala Walikota Bogor, Kementerian Pertanian.


TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho

“Acara ini dibuat sebagai ajang silaturahmi dan memajukan serta mengembangkan ayam ketawa di Indonesia,” ujar Ketua KAKNAS, Imam Subekti Sjadzali.

Ada enam kategori dalam KAKNAS kali ini yaitu disco, betina, slow, dewasa, remaja, keragaman bunyi.

Untuk kategori slow ketukan suara ayam terputus-putus minimal 4 ketuk.

Sedangkan untuk kategori disco, suara ayam lebih cepat minimal delapan ketukan.


TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho

“Antara slow dan disco berbeda ketukan, untuk slow empat ketuk dan untuk kategori disco 8 ketuk,” jelasnya.

Untuk penilaian juri menandai dengan beberapa bendera.

Bendera 1 warna bernilai 41, Bendera 2 wara benilai 42, bendera 3 warna bernilai 43, bendera 4 warna bernilai 44 dan bendera erwarna 5 warna bernilai 45.

“Kalau penilaian juri menandai dengan bendera yang nilainya berbeda beda dan untuk bendera putih itu artinya 0 poin,” ujarnya.(*)

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Bima Chakti Firmansyah
sumber: http://bogor.tribunnews.com/2016/09/18/ratusan-ayam-ketawa-ikuti-kontes-nasional-di-bogor-dari-kelas-disco-hingga-slow

Lestarikan Budaya Leluhur, Pemkab Wajo Gandeng PPAKN

Lestarikan Budaya Leluhur, Pemkab Wajo Gandeng PPAKN RAKYATKU.COM, WAJO – Pemerintah Kabupaten Wajo melalui Dinas Disporabudpar, saat ini tengah intens melakukan upaya pelsatrian budaya, salah satunya  dengan menggandeng organisasi Perkumpulan Penghobi Ayam Kontes Nusantara (PPAKN) dalam satu even yakni abar bersama tampa Judi di Stadion Andi Ninnong, Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo Minggu 28 Oktober 2016

Kepala Dinas Disporabudpar Kabupaten Wajo Andi Darmawansa mengatakan adu ayam bagi masyarakat Wajo merupakan salah satu budaya masyarakat yang sudah ada sejak dahulu kala, bahkan, adu ayam pada jaman dahulu menjadi salah satu kegiatanyang selalu dilaksanakan oleh kerajaan pada saat ada acara.

Sejarah mencatat salah satu hal yang paling bersejarah mengenai adu ayam ini adalah pada samannya Arung Matowa Lamaddukelleng yang membawa ayamnya ke Bone

Adu ayam Kata Andi Darmawansa pada perinsipnya adalah salah satu hobbi yang susah dihilangkan dalam masayrakat wajo, hanya saja dalam perjalanannya kerap disalahgunakan olehsebagian orang dengan melakukan perjudian

“Untuk itu kami merangkul PPAKN untuk bekerjasama untuk menepis persepsi negatif masyarakat terhadap pecinta ayam laga dengan melaksanakan abar gembira secara legal dan non judi untuk menunjukkan bahwa hobby ayam tidak harus berjudi Namun yang paling penting bagi kami, kegiatan ini adalah kegiatan resmi dan dilindungi oleh payung hukum.,” Kata Andi Darmawansa

Selain itu kata mantan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Wajo ini kedepannya, jika tidak ada halangan kegiatan seperti kali ini akan  dilaksanakan sekali atau dua kali setiap tahunnya agar dapat menarik budayawan dari luar seperti halnya di Tator

“Bedanya kalau ditotor orang biasa judi kalau di Wajo tidak boleh judi dan hanya memperubutkan piala dan tropy saja,”Jelas Andi Darmawansa

Kepala Bidang Organisasi PPAKN Pengurus Cabang Wajo, Andi Pajung Peroe mengatakan, kegiatan Abar gembira tampa judi oleh PPAKN yang sedianya akan dilaksanakan pada 28 Agustus ini bukan untuk pertama kalinya disejumlah daerah juga sudah dilakukan seperti halnya di Makassar, Bulukumba dan Juga Maros, dan sejumlah daerah di indonesi, meski untuk kegiatan diwajo sendiri merupakan untuk yang pertama kalinya

Kehadiran Perkumpulan Penghobi Ayam Kontes Nusantara (PPAKN) dengan menyelenggarakan kontes ayam laga tanpa judi,sudah menjadi program pusat salah satu tujuan dari pelaksanaan abar gembira tampa judi ini adalah untuk melestarikan budaya dan sarana penyaluran hobby bagi para pecinta ayam tampa judi

“selama ini imaje tentang penghobby ayam bangkok itu selalu identik dengan judi, sehingga dengan adanya kegiatan ini kami berharap akan menepis imaje masyarakat tersebut,”kata Andi Pajung yang juga merupakan ketua Komunitas Wajo Peduli Pusaka ini

Andi Pajung menambahkan memalui even yang dilaksanakan oleh pemerintah Kabupaten Wajo yang bekerjasama dengan PPAKN Pengcab Wajo berupaya menyatukan persepsi bila kontes ayam laga bukan sebagai judi tidak memperubutkan uang taruhan namun hanya memperebutkan tropi dan piagam

“Pada kontes tersebut, ayam yang diadu tidak ada yang sampai kalah. bagian jalu ayam jantan dibungkus dengan kain. Pertandingan pun dibatasi waktu hanya 2 kali 15 menit tidak seperti pada saat judi yang dibatasi waktu 6 kali 15 menit. Pemenang pertandingan dinilai berdasarkan jumlah pukulan yang mendarat ke tubuh masing-masing lawan yang dinilai oleh juri untuk ada judi sulit dan bahkan tidak mungkin,”kata Andi Pajung

Andi Pajung juga mengatakan PPAKN Pengcab Wajo berharap, dengan adanya wadah penghobi ayam laga, dapat mengubah paradigma negatif masyarakat. Sebab, lanjut dia, dengan memanajemen yang baik, pecinta ayam laga dapat menjadi sesuatu yang positif.

“Selain menjadi ajang silahturahmi antar-pecinta ayam laga, juga bisa meningkatkan perekonomian peternak dan penjual pakan yang disisi lain dapat meningkatkan kunjungan wisatawan di daerah,” Kata Andi Pajung.

Demi Tarik Turis, Kota di China Jual Aksi Adu Ayam

Demi Tarik Turis, Kota di China Jual Aksi Adu AyamIlustrasi permainan adu ayam di China. (China Photos/Getty Images)
Jakarta, CNN Indonesia — Sebuah kota kecil di wilayah barat-laut daerah otonomi Uighur, Xinjiang, China, berencana untuk menggunakan laga adu ayam jago sebagai penarik wisatawan asing.

Laga yang dianggap kontroversial karena melibatkan perjudian ini disebut-sebut telah menjadi bagian dari sejarah kota Turpan selama lebih dari 280 tahun.

Kini, warga Turpan berharap asosiasi adu ayam di China dapat membantu mereka untuk mengajak turis asing berkunjung ke kota ini.

Kurang lebih seperenam penduduk kota itu, sekitar 100ribu orang, dipastikan telah terlibat dalam industri adu ayam ini.

Dalam wawancara dengan kantor berita China, Xinhua, pemerintah kota Turpan, Perhat Kadir, mengatakan bahwa warganya berharap adu ayam akan menjadi ciri khas kota mereka.

“Sama seperti Spanyol yang terkenal dengan adu banteng, kami juga berharap adu ayam ini dapat menjadi simbol untuk Turpan,” ujarnya seperti dikutip dari Daily Mail.

Rencananya, pada akhir tahun mendatang asosiasi adu ayam di Turpan akan diresmikan. Nantinya, asosiasi tersebut akan mempromosikan sekaligus berperan untuk mengatur arena adu yang bakal dibuat di area pasar lokal ataupun bazar.

“Kami akan membawanya ke permukaan, jadi perjudian ilegal dapat dihilangkan. China sudah punya tradisi ini sejak ribuan tahun silam,” katanya.

Di negeri tirai bambu ini adu ayam memang menjadi permainan yang legal dan hampir dimainkan di seluruh daratan China. Hanya saja, aksi adu ayam ini tidak dianggap sebagai aktivitas olahraga yang umum.

Menurut situs cankaoxiaoxi.com, seorang pria bernama Ismail Iblahim, yang disebut-sebut sebagai raja adu ayam di Xinjiang, bertaruh dalam adu ayam menggunakan ayam peliharaannya hingga 30ribu yuan atau setara dengan Rp559juta.

Juru bicara Royal Society for the Prevention of Cruelty to Animals sebuah badan pemerhati hewan ternama di Inggris, Leanne Plumtree mengatakan meski adu ayam merupakan tradisi di China, namun hal itu tak bisa menjadi alasan dilegalkannya olahraga yang terbilang sadis ini.

“Adu ayam membuat unggas-unggas yang terlibat terluka parah. Mereka pun kerap diadu berkali-kali sampai akhirnya mati. Adu ayam sudah ilegal untuk dilakukan di Inggris dan Wales sejak tahun 1835, dan di Skotlandia 60 tahun kemudian. Kami mengimbau turis Inggris untuk tidak memberikan dukungannya kepada aksi kejam terhadap hewan ini,” ujarnya.

(meg)

sumber: http://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20160418120021-269-124658/demi-tarik-turis-kota-di-china-jual-aksi-adu-ayam/

Simpan Ayam Aduan di Baju, Pemuda ini Nyaris Dibakar Warga

Hasil gambar untuk pencuri ayam Gowa – Syam (19) warga Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan babak belur setelah dipukuli warga. Bukan tanpa alasan, pemuda ini nekat mencuri ayam aduan milik Sainuddin (65) warga Jalan Mala’lang, Kelurahan Samata, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (6/8) sekitar pukul 12.00 WITA. Saat itu Udin hendak pergi ke masjid untuk menunaikan salat zuhur. Namun, belum sempat melangkahkan kaki ke luar rumah, dia melihat seseorang yang masuk ke halaman rumahnya dan menuju ke kandang ayamnya.

“Ada orang di kandang ayamku, karena penasaran ya saya intip,” ujar Udin kepada wartawan.

Udin menambahkan, belum sempat dipergoki, pelaku langsung lari menuju motornya.

“Dia keluar sambil membawa ayamku, dia masukkan ke dalam bajunya ayamku itu,” lanjutnya.

Sadar ayam kesayangannya dicuri, Udin langsung berteriak sekuat tenaga. Alhasil, para tetangganya langsung keluar dan mengejar pelaku. Meski sempat kabur, pelaku tertangkap dan dipukuli warga. Tak hanya dipukuli, sepea motor pelaku merek Kawasaki Ninja R warna merah DD 6166 juga ikut dibakar.

Beruntung aparat kepolisian Sektor Somba Opu yang mengetahui kejadian itu langsung menuju ke lokasi dan langsung mengamankan pelaku dari amukan warga.

Polisi mengamankan pelaku dan barang buktir seekor ayam aduan milik Udin ke Mapolsek Somba Opu.

sumber: http://kriminalitas.com/simpan-ayam-aduan-di-baju-pemuda-ini-nyaris-dibakar-warga/

All About Animal Supplies