Tag Archives: animal foods

GETTING THE FOOD OF CHICKEN BANGKOK FIGHTER

Hasil gambar untuk makanan ayam bangkok

Especially for chicken bangkok fighter there are some special recipes and the ingredients are easily obtained. The recipe is in the form of ginger, turmeric, lemongrass leaves, boiled kencur these ingredients are then taken water to soak food and one week before pitted can be given enough brown sugar.

 

For boiled betel leaves try to love every day as a drink so as not susceptible to disease.Semingu or two weeks once papaya leaves to take water and drunk for keeping chicken stamina and increase appetite

Advertisements

MYTHS ROOSTER FIGHT AND ROOSTER SIGNS LOSE OR WIN

MYTHS ROOSTER FIGHT AND ROOSTER SIGNS LOSE OR WIN

 

  1. FACT:

 

If our chicken tarung pattern does not change (If above will ttp above will not hide down)

The punch is saggy and able to hit the opponent’s KO / jiling constantly (this sich dah for sure) .. heheheheheh.

When will enter the second water and our chicken msh lustful even when in the catching our hands were coughed and hit

Finish in the water and enter the geber chicken we crowed first

When the enemy shouts KEOOOKKKK (dah surely win) wkwkwkwkwkwk.

  1. Characteristics will be defeated:
  2. MYTHS:

The day before the fight just crowed a little

Do not want to sleep on the tangkringan

Chicken head while sleeping hidden. stored in the wings.

In the morning the chickens rarely crow and only tenag in the cage (no sound)

When will be inserted into Kisa chicken head is subject to down

While in the arena out of the caotic cock crowing and his head to see the right and left

When in the cage (in the arena waiting time of the fight) the chicken sat on the ground and there is even a sand shower.

  1. FACT:

When in the bath head of the chicken looks to see the right and left the neck becomes long

When in the bath chicken trying to rebel even want to hide under our feet

Do not crow when inserted into geber

Shouts like seeing eagles when inserted into geber

THIS MOST IMPORTANT

When hit the chicken neck hair stand about 3-4 strands

The tail looks blooming

The blowing pattern of play (which had been control over or ngalung, changed jd into the wing and unloading down)

Punchy blows

S-shaped neck

Sometimes the head likes to turn alone as if confused to find an opponent

Mouth mengenge / open as hard to breathe

occasionally like running away again facing the opponent

If struck up out geber lgsg chickens crowing outside the geber

If the head looks heavy to lift

Well kl udh there are characteristics will be defeated above, then jg hesitate to reverse the bet … in order not to lose a lot of minimal

Back capital aj..and chicken lgsg we lorot or lift before keoooooookkkkkkk ..

The above description should not be a reference / benchmark, because only a myth that is not necessarily true, the most important is to train your chickens into a chicken that is rarely lost and have a strong mental, resilient and of course chicken jawara.

4 BAHAN PAKAN AYAM KAMPUNG YANG MENGANDUNG SUMBER ENERGI

Sebelumnya, kita sudah membahas tentang “Mengenal Bentuk dan Jenis Pakan“. Setelah kita mengenal bentuk dan jenisnya, maka langkah berikutnya adalah mengenal apa saja bahan-bahan yang dipakai untuk campuran pakan ayam. Setidaknya ada dua bahan yang dipakai oleh para peternak, yaitu: bahan pakan sumber energi dan sumber protein.

Pengetahuan ini nantinya dapat bermanfaat sebagai pedoman dalam membuat pakan ternak ayam kampung. Untuk artikel pertama ini, kita akan mengulas 4 bahan pakan ayam kampung yang mengandung sumber energi. Mari simak apa saja itu.

1. Dedak

4 Bahan Pakan Ayam Kampung yang Mengandung Sumber Energi

Dedak yang berasal dari limbah olahan padi ini sangat cocok dijadikan bahan pakan (biasa disebut juga bekatul). Sebab, kandungan energi metabolismenya berkisar antara 700-2.500 kkal/kg dan kandungan seratnya 12%. Kandungan tersebut cukup tinggi sebagai bahan pakan. Berbeda dengan ayam ras yang pemakaiannya dibatasi antara 5-10%, bahan pakan ini bisa dipakai untuk ayam kampung maksimal 65%.

2. Onggok

4 Bahan Pakan Ayam Kampung yang Mengandung Sumber Energi

Onggok yang berasal dari limbahan olahan singkong menjadi tepung tapioka ini cukup banyak juga kandungan metabolismenya 2.956 kkal/kg. Namun, pemakaian maksimalnya dibatasi hanya 5-10% saja.

3. Pollard

4 Bahan Pakan Ayam Kampung yang Mengandung Sumber Energi

Pollard yang merupakan limbah olahan gandum menjadi tepung terigu ini juga cocok dijadikan bahan pakan ayam kampung (biasa disebut dedak gandum). Namun, harap dicatat, penggunaannya mesti sangat dibatasi. Ya, meskipun kandungan energi metabolismenya berkisar antara 1.140-2.600 kkal/kg, tapi kandungan serat yang dimilikinya dapat membuat ayam mencret.

4. Jagung Kuning

4 Bahan Pakan Ayam Kampung yang Mengandung Sumber Energi

Di Indonesia dikenal tiga jenis jagung, yakni: jagung merah, jagung putih, dan jagung kuning. Tapi, jagung kuning-lah yang memiliki kandungan nutrisi paling besar dibandingkan dua lainnya. Sementara itu, kandungan metabolismenya mencapai 3.360 kkal/kg. Sayangnya, harganya lumayan mahal (terlebih jika digunakan peternak ayam pemula). Karena itu, pemakaiannya dibatasi 20-40% saja dari total ransum. Demi penghematan.

sumber: http://ayamkampungpro.blogspot.co.id/2014/02/4-bahan-pakan-ayam-kampung-yang.html

Ratusan Ayam Ketawa Ikuti Kontes Nasional di Bogor, Dari Kelas Disco Hingga Slow

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH – Ratusan kontestan dari berbagai wilayah di Indonesia mengikuti kontes ayam ketawa di lapangan Kampus IPB Baranangsiang, Minggu (18/8/2016).

Perlombaan bernama Kontes Ayam Ketawa Nasional (KAKNAS) ini juga memperebutkan piala bergilir.

Diantaranya adalah piala Rektor IPB, Piala Walikota Bogor, Kementerian Pertanian.


TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho

“Acara ini dibuat sebagai ajang silaturahmi dan memajukan serta mengembangkan ayam ketawa di Indonesia,” ujar Ketua KAKNAS, Imam Subekti Sjadzali.

Ada enam kategori dalam KAKNAS kali ini yaitu disco, betina, slow, dewasa, remaja, keragaman bunyi.

Untuk kategori slow ketukan suara ayam terputus-putus minimal 4 ketuk.

Sedangkan untuk kategori disco, suara ayam lebih cepat minimal delapan ketukan.


TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho

“Antara slow dan disco berbeda ketukan, untuk slow empat ketuk dan untuk kategori disco 8 ketuk,” jelasnya.

Untuk penilaian juri menandai dengan beberapa bendera.

Bendera 1 warna bernilai 41, Bendera 2 wara benilai 42, bendera 3 warna bernilai 43, bendera 4 warna bernilai 44 dan bendera erwarna 5 warna bernilai 45.

“Kalau penilaian juri menandai dengan bendera yang nilainya berbeda beda dan untuk bendera putih itu artinya 0 poin,” ujarnya.(*)

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Bima Chakti Firmansyah
sumber: http://bogor.tribunnews.com/2016/09/18/ratusan-ayam-ketawa-ikuti-kontes-nasional-di-bogor-dari-kelas-disco-hingga-slow

Demi Tarik Turis, Kota di China Jual Aksi Adu Ayam

Demi Tarik Turis, Kota di China Jual Aksi Adu AyamIlustrasi permainan adu ayam di China. (China Photos/Getty Images)
Jakarta, CNN Indonesia — Sebuah kota kecil di wilayah barat-laut daerah otonomi Uighur, Xinjiang, China, berencana untuk menggunakan laga adu ayam jago sebagai penarik wisatawan asing.

Laga yang dianggap kontroversial karena melibatkan perjudian ini disebut-sebut telah menjadi bagian dari sejarah kota Turpan selama lebih dari 280 tahun.

Kini, warga Turpan berharap asosiasi adu ayam di China dapat membantu mereka untuk mengajak turis asing berkunjung ke kota ini.

Kurang lebih seperenam penduduk kota itu, sekitar 100ribu orang, dipastikan telah terlibat dalam industri adu ayam ini.

Dalam wawancara dengan kantor berita China, Xinhua, pemerintah kota Turpan, Perhat Kadir, mengatakan bahwa warganya berharap adu ayam akan menjadi ciri khas kota mereka.

“Sama seperti Spanyol yang terkenal dengan adu banteng, kami juga berharap adu ayam ini dapat menjadi simbol untuk Turpan,” ujarnya seperti dikutip dari Daily Mail.

Rencananya, pada akhir tahun mendatang asosiasi adu ayam di Turpan akan diresmikan. Nantinya, asosiasi tersebut akan mempromosikan sekaligus berperan untuk mengatur arena adu yang bakal dibuat di area pasar lokal ataupun bazar.

“Kami akan membawanya ke permukaan, jadi perjudian ilegal dapat dihilangkan. China sudah punya tradisi ini sejak ribuan tahun silam,” katanya.

Di negeri tirai bambu ini adu ayam memang menjadi permainan yang legal dan hampir dimainkan di seluruh daratan China. Hanya saja, aksi adu ayam ini tidak dianggap sebagai aktivitas olahraga yang umum.

Menurut situs cankaoxiaoxi.com, seorang pria bernama Ismail Iblahim, yang disebut-sebut sebagai raja adu ayam di Xinjiang, bertaruh dalam adu ayam menggunakan ayam peliharaannya hingga 30ribu yuan atau setara dengan Rp559juta.

Juru bicara Royal Society for the Prevention of Cruelty to Animals sebuah badan pemerhati hewan ternama di Inggris, Leanne Plumtree mengatakan meski adu ayam merupakan tradisi di China, namun hal itu tak bisa menjadi alasan dilegalkannya olahraga yang terbilang sadis ini.

“Adu ayam membuat unggas-unggas yang terlibat terluka parah. Mereka pun kerap diadu berkali-kali sampai akhirnya mati. Adu ayam sudah ilegal untuk dilakukan di Inggris dan Wales sejak tahun 1835, dan di Skotlandia 60 tahun kemudian. Kami mengimbau turis Inggris untuk tidak memberikan dukungannya kepada aksi kejam terhadap hewan ini,” ujarnya.

(meg)

sumber: http://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20160418120021-269-124658/demi-tarik-turis-kota-di-china-jual-aksi-adu-ayam/

Sejarah Ayam Onagadori

Sejarah Ayam Onagadori

AyamOnagadori – Percayakah anda jika ada unggas yang memiliki ekor sepanjang 20 kaki? Para peternak dibarat daya Jepang telah membiakkan unggas ini semenjak tiga abad lalu. Seekor ayam yang indah, berevolusi dari jenis ayam domestik biasa, unggas berekor panjang biasanya berwarna hitam dan putih tetapi ada juga yang berwana merah dan hitam atau seluruhnya berwarna putih.orang jepang menamakan Onagadori dari “O” yang berarti ekor, “naga” yang berarti panjang dari “dori” yang berarti unggas. Hanya ayam jantan saja yang bisa memanjangkan ekornya. Saya adalah fisiolog burung yang adalah peranakan Jepang, meskipun perbendaharaan kata Jepang saya terbatas. saya menjadi tertarik dengan unggas berekor panjang ini saat kunjungan ke Universitas Nagoya tahun 1967, saat itu penelitian mengenai ayam ini sedang berjalan.dengan dukungan dari National Geographic Society,saya kembali lagi ke Jepang bulan april 1970 untuk mempelajari lebih dalam mengenai unggas ini.rencana saya termasuk membawa beberapa telur ayam ini ke Amerika Serikat.penetasan telur yang sukses dapat memberi peluang bagi negara Amerika Serikat memiliki agar memiliki stok bagi penelitian di bidang genetik,pertumbuhan sel,dan proses perubahannya.saya berangkat ke Jepang membayangkan gambaran yang keliru.dari foto yang pernah saya lihat mengenai ayam berekor panjang menunjukkan unggas itu bertengger di atas lampu ukir batu atau dahan pohon pinus dengan pemandangan latar pelataran sebuah kuil.dari foto ini sayaa memiliki anggapan bahwa onagadori telah menjadi peliharaan para biksu dari sekte religius tertentu.tidak begitu.saya dengan cepat menyadari bahwa ayam ini menjadi peliharaan kegemaran bagi pengagum dan penghoby,yang mana kebanyakan dari mereka tidak bisa seenaknya memajang si ekor panjang di kediaman mereka yang biasa-biasa saja ,dan maka dari itu mereka membawa piaraan mereka ke tempat-tempat yang sesuai dengan kemegahan bulu unggas mereka seperti latar belakang kuil guna diabadikan.

Keterbatasan gerak si ekor panjang

Satu yen guna keunikan tersendiri melanda hampir seluruh peternak unggas ini.mereka berkonsentrasi untuk menciptakan perubahan warna ataupun supaya ekornya lebih panjang lagi,atau daya upaya menciptakan unggas yang dapat memenuhi kriteria spesifik penjurian dalam standard pertandingan. Ditemani oleh juru foto Eiji Miyazawa dan penterjemah Syuichi Itoh,saya melakukan perjalanan dari daerah barat daya kota Tokyo menuju kota Kochi di pulau Shikoku.Untuk bertemu dengan seseorang yang sudah berhasil mencapai suatu perubahan warna yang menakjubkan,sebuah keahlian yang disebut pembiakan eksperimental.Hampir semua Onagadori di Jepang adalah anakan dari unggasnya Masashi Kubota.Pak Kubota telah setuju untuk menginijinkan kami melihat dan mengabadikan koleksi unggasnya yang luar biasa,diternakkan selama bertahun-tahun dengan metode pembiakan selektif.Beliau membiakkan ketiga varietas utama dari si ekor panjang ini si hitam putih Shirafuji dan jenis lain yang muncul dari jenis ini,si merah hitam Akasa Onaga dan si putih salju Shiro-onaga.Pak Kubota menyimpan hampir seluruh piaraannya di gedung Onagadori Center yang baru,disebelah jalan raya dibagian kota Kochi daerah yang disebut Nankoku.Para pelancong mampir untuk minum teh dan membeli roti sandwich buatan slah satu anak perempuan Pak Kubota yang menawan.Dengan tambahan biaya 30 sen,para pelancong bisa memasuki ruangan showroom gedung itu untuk melihat koleksi si ekor panjang yang ada.Kami berjumpa dengan Pak Kubota di gedung Onagadori Center,dan dia menuntun kami melewati ruang minum teh menuju ke showroom dibelakangnya, yang di desain khusus untuk pembiakan dan untuk memamerkan koleksi unggas-unggasnya yang bernilai tersebut.”Tak ada suatu rahasia mengenai pembiakan ayam berekor panjang ini”, dia mengatakan kepada kami. “Siapapun orangnya dia harus meilii koleksi unggas yang baik dan mencari ayam yang tenang dan tidak terlalu gaduh, dan orang itu harus memastikan unggasnya tetap berada dalam kondisi yang sehat dan terus melatih unggasnya untuk tahan terhadap kondisi terkurung”.Beberapa ayam tampak di depan kami menatap dari balik kotak tinggi yang khusus di buat seukuran ayam.Sebuah pintu kaca memungkinkan kami untuk dapat melihat isi kotak sempit itu , ekor ayam itu bergulung dalam bundaran-bundaran yang dikaitkan pada cantolan didinding kotak. Terkecuali kalau perlu dilatih atau dipamerkan, ayam-ayam disimpampan terus dikotak secara konstan untuk melindungi bagian ekornya yang panjang sekali itu.Jika unggas itu menjadi sakit atau jatuh dari tempat bertenggernya, ekor panjangnya yang bagus itu bisa patah/putus.Tampak dibaris sebrangnya ayam pejantan dengan ekor penjepit menikmati kebebasan gerak yang lebih. Ayam yang dipilih untuk pembiakan biasanya mereka yang tidak tahan berada dilingkungan yang dikurung seperti didalam kotak.

Ayam bangsawan membutuhkan punggawanya.

Kami menemani Pak Kubota selagi dia mengambil seekor ayam jenis Shiro-Onaga putih untuk diajak jalan-jalan dihalaman belakang rumahnya.Beliau membopong ekor ayam itu yang panjangnya 25 kaki seperti punggawa yang mengikuti kemana rajanya berjalan, guna melindungi bulu-bulu ekor tersebut agar tidak tersangkut diantara batu-batu tajam.Di gedung Onagadori Center Pak Kubota memperlihatkan kepada kami penyimpanan telur-telur Onagadorinya, yang anehnya untuk setiap pejantan si betina akan memproduksi 2 betina.Telur-telur ini lebih kecil dibanding telur ayam biasa, yang mana sangatlah sulit untuk ditetaskan.Saya merasa sangat tersanjung ketika si pemilik memberi 30 telurnya untuk dibawah ke Amerika Serikat.Hikayat Onagadori di Jepang dimulai 200 tahun lalu, saat ayam khusus ini dikembang biakkan dari ayam lokal.Arak-arakan kebesaran feodal pada abad ke17 tampaknya memacu perkembangan setiap tahun tuan-tuan tanah harus melayani sebagai pembantu pribadi untuk shogun, hidup dengan istri mereka dan anak-anaknya di istana.Para punggawa pembawa tombak membawa senjata yang didekorasi dengan indah memimpin iring-iringan rombongan ke Edo (sekarang Tokyo).Bangsawan Yamanouchi, tuan tanah kedua dari daerah Kochi, mencari patokan penanda yang lain dari yang lain,menginginkan bulu si ekor panjang. Dia memerintahkan penghargaan  bagi ayam berekor panjang, dan menyuruh anak buahnya membuat hiasan  dari bulu si ekor panjang bagi ujung pisau tombak seremonialnya.Yang dianggap sebagai pengembang sebenarnya dari si ekor panjang adalah Riemon Takechi,yang hidup sekitar 1655 dalam pemerintahan bangsawan Yamanouchi.Sebuah monumen patung terbuat dari batu dari Takechi berdiri dekat rel kereta api listrik antara Kochi dan Nankoku.Dua ekor ayam berekor panjang dipahat disisinya menghadap ke arah kereta yang lewat.
Takechi menyibukkan diri dengan membiakkan ayam sehingga mempunyai ekor yang panjang.
Bulu ekor ayam ekor panjang di abad ke 17 kemungkinan adalah varitas Shokoku tidak lebih panjang 3 kaki.Jenis Shokoku adalah salah satu varitas yang masih bertahan keberadaannya yang lainnya varitas Minohiki,Totenko,Kuro Gashiwa,dan Ohiki – semua memiliki gen untuk memanjangkan ekornya.Tetapi unggas-unggas ini berganti bulu setiap tahunnya, dan demikianlah tidak sanggup menyamai Onagadori asli ,yang bisa mempertahankan ekor yang sama sepanjang hidupnya.

Bertahan hidup walaupun terancam oleh perang

Berakhirnya feodalisme di abad ke 19 menghapus permintaan bagi bulu Ayam Onagadori.Walaupun begitu tradisi memelihara ayam ini entah bagaimana caranya menemukan secara kebetulan yaitu suatu kombinasi genetik yang mengarah kepada trah ayam berekor panjang yang asli.Tahun 1908 para peternak unggas  ini membentuk Asosiasi Pelestarian Unggas Berekor Panjang.
Baru kemudian tahun 1923 pemerintah Jepang melindungi unggas ini dengan menjadikannya sebagai obyek  Pelestarian  Alam.Masa-masa  kekacauan  akibat Perang Dunia II hampir saja memusnahkan unggas ini , tetapi kemudian asosiasi pelestarian dibangkitkan kembali,dan sebuah peraturan pemerintahan tahun 1952 mengaangkat Onagadori  sebagai sebuah Obyek Spesial Pelestarian Alam.
Hari ini populasi unggas berekor panjang di Jepang tampak disan sini, walau diseantero negri tidak lebih dari dua lusin para penggemar dan peternak unggas ini.Pengembangbiakan  unggas ini terkonsentrasi di kawasan Kochi dan sekitar daerah Ise untuk bertemu dengan Motokaka Kawanami(hal.berikut), yang memelihara Onagadori dengan tujuan utama mencapai panjang ekor secara  maksimum (hal.845 dan 854).Beliau dengan bangga memperlihatkan jenis merah dan hitam Akazasa yang megah.
“Saya memiliki stok yang sangat sedikit,”pak Kawanami menjelaskan.Tahun lalu dengan jumlah stok ini  saya hanya mendapatkan 15 telur dan hanya bisa mendapat dua betina untuk diternakkan.”
Akhirnya , di kota Nagoya, kami mengunjungi  rumah apartemen Bu Isamu Kawamura, yang  memelihara unggas berekor panjang  ini dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas mereka di depan para juri pertandingan-seperti warna helai bulu,tipe gelombang ekornya dan ukuran tubuh ayam tersebut.
Pak Kawamura sedang di kantor  saat kunjungan kami tersebut,tetapi bu Kawamura sempat menunjukan  ketiga kotak tempat ayam , yang dengan jenius diletakkan di bagian  belakang flat mereka yang sempit.Pada waktu itu dua ayam jenis putih dan hitam Shirafuji tampak ada disana(gambar bawah).
Selagi kami mencicipi teh hijau di ruang tamu ,lima ayam yang telah diawetkan memandang ke arah kami.Piala-piala yang dimenangkan oleh unggas-unggas ini dipamerkan dalam sebuah almari yang sudah hampir penuh , dan sebuah sanjak yang memenangkan perlombaan sajak tingkat nasional tergantung di dinding.
“Apa para tetangga ada yang keberatan mengenai anda memelihara unggas di rumah susun ini?” saya menanyakan kepada Bu Kawamura.
“Tidak, mereka sangat pengertian.Mereka tahu bahwa saya dan suami saya sangat menyukai ayam-ayam ini. Tapi  kami kuatir suara kokok mereka saat fajar akan menggangu tetangga disekitar kami.”
Setelah 5 minggu di Jepang, saya terbang kembali ke Amerika dengan 30 telur Onagadoriku yang dibungkus dalam stereofoam.
Sekarang, di laboratorium Universitas Kalifornia di kota Davis 15 ayam telah menetas dari telur-telur itu anak ayam yang berpotensi bagi suatu riset penelitian.
Hippokrates di abad ke lima sebelum masehi  mengemukakan ilmu pengetahuan mengenai embiriologi dengan beberapa deduksi yang dibuatnya berdasar penelitian dari embiro ayam.Percobaan transplantasi ayam oleh Berthold tahun 1849 adalah awal sebuah bidang ilmu yang rumit disebut endokrinologi, dan eksperimen Peyton Rous dengan ayam tahun 1911 yang pertama mendemonstrasikan peranan sebuah virus dalam penyakit tumor.
Si ekor panjang bisa juga memberikan suatu konstribusi bagi ilmu pengetahuan.

Para peneliti masih perlu banyak mempelajarinya

Banyak pertanyaan yang masih belum terjawab.
Bagaimana sel spesial di folikel bulu Onagadori merespon hormon-hormon yang bersirkulasi di darah ayam?
Apakah yang akaan terjadi dengan sel-sel spesial ini jika mereka transplantasikan di jaringan ekor embrio dari ayam betina atau ayam jantan lokal?
Proses perubahan bentuk bulu ayam-gugurnya secara periodik dari bulu ekor-masih menyodorkan teka-teki utama mengenai fisiologi ayam.
Saya percaya kita harus melakukan usaha keras untuk menyelamatkan semua varitas ayam berekor panjang sehingga gen ayam tersebut dapat dilestarikan bagi keturunan dimasa mendatang.
Sementara ini, penghargaan utama bagi pelestarian dan pengembangan  ayam berekor panjang jatuh pada para penggemar ayam ini di Jepang.
Melewati  usaha mereka dengan tekun merawat Ayam Onagadori, jenis ini akan terus berjaya-bahkan mempesona-para wisatawan yang bersusah payah meluangkan wakunya untuk melihat ayam yang berdiri megah ini dengan ekornya yang sangatlah panjang.

Source : Frank X Ogasawara Ph.D Photographer Eiji Miyazawa, Black Star

Sejarah Sabung Ayam Di Nusantara Bukan Sekedar Permainan Semata

Sabung Ayam di Bali 1915 (Koleksi http://www.kitlv.nl)

Adu Ayam Jago atau biasa disebut sabung ayam merupakan permainan yang telah dilakukan masyarakat di kepulauan Nusantara sejak dahulu kala. Permainan ini merupakan perkelahian ayam jago yang memiliki taji dan terkadang taji ayam jago ditambahkan serta terbuat dari logam yang runcing. Permainan Sabung Ayam di Nusantara ternyata tidak hanya sebuah permainan hiburan semata bagi masyarakat, tetapi merupakan sebuah cerita kehidupan baik sosial, budaya maupun politik.

Permainan Sabung Ayam di pulau Jawa berasal dari folklore (cerita rakyat) Cindelaras yang memiliki ayam sakti dan diundang oleh raja Jenggala, Raden Putra untuk mengadu ayam. Ayam Cindelarasdiadu dengan ayam Raden Putra dengan satu syarat, jika ayam Cindelaras kalah maka ia bersedia kepalanya dipancung, tetapi jika ayamnya menang maka setengah kekayaan Raden Putra menjadi milik Cindelaras. Dua ekor ayam itu bertarung dengan gagah berani. Tetapi dalam waktu singkat, ayam Cindelaras berhasil menaklukkan ayam sang Raja. Para penonton bersorak sorai mengelu-elukan Cindelaras dan ayamnya. Akhirnya raja mengakui kehebatan ayam Cindelaras dan mengetahui bahwa Cindelaras tak lain adalah putranya sendiri yang lahir dari permaisurinya yang terbuang akibat iri dengki sang selir.

Sabung ayam juga menjadi sebuah peristiwa politik pada masa lampau. Kisah kematian Prabu Anusapati dari Singosari yang terbunuh saat menyaksikan sabung ayam. Kematian Prabu Anusapati terjadi pada hari Budha Manis atau Rabu Legi ketika di kerajaan Singosari sedang berlangsung keramaian di Istana Kerajaan salah satunya adalah pertunjukan sabung ayam. Peraturan yang berlaku adalah siapapun yang akan masuk kedalam arena sabung ayam dilarang membawa senjata atau keris. Sebelum Anusapati berangkat ke arena sabung ayam, Ken Dedes ibu Anusapati menasehati anaknya agar jangan melepas keris pusaka yang dipakainya jika ingin menyaksikan sabung ayam yang diselenggarakan di Istana, tetapi sesaat sabung ayam belum dilakukan Anusapati terpaksa melepaskan kerisnya atas desakan Pranajaya dan Tohjaya. Pada saat itu diarena terjadi kekacauan dan akhirnya peristiwa yang dikuatirkan Ken Dedes terjadi dimana kekacauan tersebut merengut nyawa Anusapati yang tergeletak mati diarena sabung ayam dibunuh adiknya Tohjaya tertusuk keris pusakanya sendiri. Kemudian jenasah Anusapati dimakamkan di Candi Penataran dan kejadian itu tetap dikenang orang, Anusapati adalah kakak dari Tohjaya dengan ibu Ken Dedes dan bapak Tunggul Ametung sedangkan Tohjaya adalah anak dari Ken Arok dengan Ken Umang itu memang diriwayatkan memiliki kesukaan menyabung ayam. Memang dalam cerita rakyat terutama Ciung Wanara mengisahkan bahwa keberuntungan dan perubahan nasib seseorang ditentukan oleh kalah menangnya ayam di arena sabung ayam, begitu juga Anusapati bukan kalah dalam adu ayam tetapi dalam permainan ini ia terbunuh.

Sedangkan di Bali permainan sabung ayam disebut TajenTajen berasal-usul dari tabuh rah, salah satu yadnya (upacara) dalam masyarakat Hindu di Bali. Tujuannya mulia, yakni mengharmoniskan hubungan manusia dengan bhuana agung. Yadnya ini runtutan dari upacara yang sarananya menggunakan binatang kurban, seperti ayam, babi, itik, kerbau, dan berbagai jenis hewan peliharaan lain. Persembahan tersebut dilakukan dengan cara nyambleh (leher kurban dipotong setelah dimanterai). Sebelumnya pun dilakukan ngider dan perang sata dengan perlengkapan kemiri, telur, dan kelapa. Perang sata adalah pertarungan ayam dalam rangkaian kurban suci yang dilaksanakan tiga partai (telung perahatan), yang melambangkan penciptaan, pemeliharaan, dan pemusnahan dunia. Perang sata merupakan simbol perjuangan hidup.

Tradisi ini sudah lama ada, bahkan semenjak zaman Majapahit. Saat itu memakai istilah menetak gulu ayam. Akhirnya tabuh rah merembet ke Bali yang bermula dari pelarian orang-orang Majapahit, sekitar tahun 1200.

Serupa dengan berbagai aktivitas lain yang dilakukan masyarakat Bali dalam menjalani ritual, khususnya yang berhubungan dengan penguasa jagad, tabuh rah memiliki pedoman yang bersandar pada dasar sastra. Tabuh rah yang kerap diselenggarakan dalam rangkaian upacara Butha Yad-nya pun banyak disebut dalam berbagai lontar. Misalnya, dalam lontar Siwa Tattwapurana yang antara lain menyebutkan, dalam tilem kesanga (saat bulan sama sekali tidak tampak pada bulan kesembilan penanggalan Bali). Bathara Siwa mengadakan yoga, saat itu kewajiban manusia di bumi memberi persembahan, kemudian diadakan pertarungan ayam dan dilaksanakan Nyepi sehari. Yang diberi kurban adalah Sang Dasa Kala Bumi, karena jika tidak, celakalah manusia di bumi ini.

Sedangkan dalam lontar Yadnya Prakerti dijelaskan, pada waktu hari raya diadakan pertarungan suci misalnya pada bulan kesanga patutlah mengadakan pertarungan ayam tiga sehet dengan kelengkapan upakara. Bukti tabuh rah merupakan rangkaian dalam upacara Bhuta Yadnya di Bali sejak zaman purba juga didasarkan dari Prasasti Batur Abang I tahun 933 Saka dan Prasati Batuan tahun 944 Saka.

Dalam kebudayaan Bugis sendiri sabung ayam merupakan kebudayaan telah melekat lama. Menurut M Farid W Makkulau, Manu’(Bugis) atau Jangang (Makassar) yang berarti ayam, merupakan kata yang sangat lekat dalam kehidupan masyarakat Bugis Makassar. Gilbert Hamonic menyebutkan bahwa kultur bugis kental dengan mitologi ayam. Hingga Raja Gowa XVI, I Mallombasi Daeng Mattawang Sultan Hasanuddin, digelari “Haaantjes van het Oosten” yang berarti “Ayam Jantan dari Timur.

Dalam kitab La Galigo diceritakan bahwa tokoh utama dalam epik mitik itu, Sawerigading, kesukaannya menyabung ayam. Dahulu, orang tidak disebut pemberani (to-barani) jika tidak memiliki kebiasaan minum arak (angnginung ballo), judi (abbotoro’), dan massaung manu’ (adu ayam), dan untuk menyatakan keberanian orang itu, biasanya dibandingkan atau diasosiasikan dengan ayam jantan paling berani di kampungnya (di negerinya), seperti “Buleng – bulengna Mangasa, Korona Mannongkoki, Barumbunna Pa’la’lakkang, Buluarana Teko, Campagana Ilagaruda (Galesong), Bakka Lolona Sawitto, dan lain sebagainya. Dan hal sangat penting yang belum banyak diungkap dalam buku sejarah adalah fakta bahwa awal konflik dan perang antara dua negara adikuasa, penguasa semenanjung barat dan timur jazirah Sulawesi Selatan, Kerajaan Gowa dan Bone diawali dengan “Massaung Manu”. (Manu Bakkana Bone Vs Jangang Ejana Gowa).

Pada tahun 1562, Raja Gowa X, I Mariogau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tunipalangga Ulaweng (1548 – 1565) mengadakan kunjungan resmi ke Kerajaan Bone dan disambut sebagai tamu negara. Kedatangan tamu negara tersebut dimeriahkan dengan acara ’massaung manu’. Oleh Raja Gowa, Daeng Bonto mengajak Raja Bone La Tenrirawe Bongkange’ bertaruh dalam sabung ayam tersebut. Taruhan Raja Gowa 100 katie emas, sedang Raja Bone sendiri mempertaruhkan segenap orang Panyula (satu kampong). Sabung ayam antara dua raja penguasa semenanjung timur dan barat ini bukanlah sabung ayam biasa, melainkan pertandingan kesaktian dan kharisma. Alhasil, Ayam sabungan Gowa yang berwarna merah (Jangang Ejana Gowa) mati terbunuh oleh ayam sabungan Bone (Manu Bakkana Bone).

Kematian ayam sabungan Raja Gowa merupakan fenomena kekalahan kesaktian dan kharisma Raja Gowa oleh Raja Bone, sehingga Raja Gowa Daeng Bonto merasa terpukul dan malu. Tragedi ini dipandang sebagai peristiwa siri’ oleh Kerajaan Gowa. Di lain pihak, kemenangan Manu Bakkana Bone menempatkan Kerajaan Bone dalam posisi psikologis yang kuat terhadap kerajaan – kerajaan kecil yang terletak di sekitarnya. Dampak positifnya, tidak lama sesudah peristiwa sabung ayam tersebut serta merta kerajaan – kerajaan kecil di sekitar Kerajaan Bone menyatakan diri bergabung dengan atau tanpa tekanan militer, seperti Ajang Ale, Awo, Teko, serta negeri Tellu Limpoe.

Rupanya sabung ayam pada dahulu kala di Nusantara bukan hanya sebuah permainan rakyat semata tetapi telah menjadi budaya politik yang mempengaruhi perkembangan sebuah dinasti kerajaan.

————————————-00000000000000000000———————————————————-

Inilah manfaat pemberian beras merah untuk ayam aduan

Inilah manfaat pemberian beras merah untuk ayam aduan

Inilah manfaat pemberian beras merah untuk ayam aduan – Bagi para penghobi ayam aduan pasti sangat memperhatikan pakan yang diberikan untuk ayamnya tersebut sebab pakan yang baik akan menentukan perkembangan dari ayam tersebut. Biasanya hal yang harus diperhatikan dalam pemberian pakan terhadap ayam adalah kandungan nutrisi yang lengkap seperti protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral dan yang lainnya. Biasanay kandungan nutrisi tersebut sudah ada dalam satu paket pakan ayam yang bisa dibeli di toko pakan hewan ternak namun terkadang ada sebagian orang yang tidak begitu yakin dengan pakan tersebut sebab seperti yang kita semua ketahui pakan buatan itu pasti ada campuran bahan tertentu yang kita tidak tahu efek samping dari mengkonsumsi pakan tersebut, namun bila kalian ingin memenuhi kebutuhan nutrisi ayam bisa memberikan beras merah, kenapa beras merah? karena manfaat beras merah memang banyak sekali terutama untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ayam aduan, baca juga artikel tentang cara menambah nafsu makan ayam.

Manfaat pemberian beras merah untuk ayam aduan

Perlu kalian tahu bahwa manfaat beras merah untuk ayam aduan itu banyak sekali sebab didalamnya terdapat nutrisi yang dibutuhkan ayam aduan seperti berbagai macam vitamin B dan E yang tinggi, selain itu beras merah ini juga ternyata memiliki khasiat sebagai obat berbagai macam penyakit yang mungkin bisa menyerang ayam, selain itu beras merah juga memiliki kandungan zat yang bermanfaat untuk untuk tubuh ayam seperti mineral, gizi, vitamin dan juga serat. Namun pemberian beras merah ini diberikan kepada ayam yang sudah dewasa atau saat pertumbuhan bulunya sudah selesai karena dalam masa ini ayam sangat membutuhkan nutrisi untuk membentuk tubuhnya.

Ayam aduan yang diberikan beras merah ini tubuhnya akan kekar dan juga terlihat padat dan kondisi tersebut akan cocok untuk ayam yang memiliki kemampuan bertarung yang mengandalkan pukulannya karena pasti dengan tubuh yang kekar tersebut pukulannya akan semakin mematikan, jadi bila kalian ingin memberikan nutrisi yang tepat untuk ayam aduan kalian bisa mencoba memberikannya beras merah tetapi pakan ini bukan sebagai makanan pokok untuk ayam karena pakan ini hanya sebagai pakan tambahan saja dan untuk menambah nutrisi ayam aduan juga bisa diberikan pakan tambahan seperti sayuran kangkung, kecambah, taoge, daun pisang muda dan yang lainnya selain itu juga bisa diberikan gabah yang sebelumnya sudah direndam dengan air terlebih dahulu supaya ayam lebih mudah dalam mencernanya, pemberian gabah ini sebaiknya jangan terlalu sering sebab ayam yang tidak terbiasa mengkonsumsi gabah akan sulit dalam membuang kotorannya.

Demikianlah informasi tentang manfaat beras merah, semoga informasi ini bisa berguna dan bermanfaat untuk kalian semua, sekian dari saya dan terima kasih.

sumber: http://www.infopeternakan.com/inilah-manfaat-pemberian-beras-merah-untuk-ayam-aduan.html

Jenis-jenis ayam bekisar beserta cirinya

Jenis-jenis ayam bekisar beserta cirinya
Jenis-jenis ayam bekisar beserta cirinya – Mungkin ada diantara kalian yang belum tahu tentang jenis ayam ini karena ayam bekisar merupakan hasil persilangan antara ayam hutan hijau jantan dengan ayam kampung betina. Ayam ini banyak dipelihara karena bentuk tubuhnya yang indah dengan ditumbuhi bulu-bulu yang menawan, selain itu ayam ini juga memiliki suara yang merdu saat berkokok. Kualitas dari ayam ini sendiri akan mulai terlihat pada usia 6 bulanan.

Ayam bekisar sendiri memiliki beberapa jenis, untuk membedakan jenisnya biasanya dapat dilihat melalui warna bulunya. Warna bulunya tersebut terbentuk atas warna bulu dari indukan betinanya, sedangkan postur tubuhnya didominasi oleh indukan jantannya. Nah bagi kalian yang belum tahu jenis-jenis ayam ini maka bisa melihatnya dibawah ini.

  1. Ayam bekisar Putih

    Jenis ini dapat dibilang keturunan pertama dari pejantan ayam hutan hijau dengan induk betina ayam ras putih. dan hasilnya disebut bekisar putih dengan ciri-ciri sebagai berikut :
    a. Warna bulunya hanya putih
    b. Postur badannya ramping
    c. Jenggernya besar dan juga berwarna merah.
    d. Warna kakinya agak sedikit putih

  2. Ayam bekisar Hitam

    Jenis ini merupakan keturunan pertama dari hasil silangan antara pejantan ayam hutan hijau dengan indukan betina ayam cemani hitam. cirinya sebagai berikut :
    a. Seluruh tubuhnya itu berwarna hitam
    b. Bulunya juga hitam dan juga kaki, jari, mata

  3. Ayam bekisar multi warna

    Jenis ini sejatinya merupakan keturunan pertama dari hasil silangan antara ayam hutan hijau dan induk betina ayam kampung yang berbulu apa saja, bisa merah, kuning, abu-abu, coklat dll. cirinya sendiri warna bulunya berwarna warni.

Demikianlah informasi tentang ayam bekisar, semoga informasi ini dapat berguna dan bermanfaat untuk kalian semua, sekian dan terima kasih.