Arsip Tag: ayam aduan

Simpan Ayam Aduan di Baju, Pemuda ini Nyaris Dibakar Warga

Hasil gambar untuk pencuri ayam Gowa – Syam (19) warga Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan babak belur setelah dipukuli warga. Bukan tanpa alasan, pemuda ini nekat mencuri ayam aduan milik Sainuddin (65) warga Jalan Mala’lang, Kelurahan Samata, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (6/8) sekitar pukul 12.00 WITA. Saat itu Udin hendak pergi ke masjid untuk menunaikan salat zuhur. Namun, belum sempat melangkahkan kaki ke luar rumah, dia melihat seseorang yang masuk ke halaman rumahnya dan menuju ke kandang ayamnya.

“Ada orang di kandang ayamku, karena penasaran ya saya intip,” ujar Udin kepada wartawan.

Udin menambahkan, belum sempat dipergoki, pelaku langsung lari menuju motornya.

“Dia keluar sambil membawa ayamku, dia masukkan ke dalam bajunya ayamku itu,” lanjutnya.

Sadar ayam kesayangannya dicuri, Udin langsung berteriak sekuat tenaga. Alhasil, para tetangganya langsung keluar dan mengejar pelaku. Meski sempat kabur, pelaku tertangkap dan dipukuli warga. Tak hanya dipukuli, sepea motor pelaku merek Kawasaki Ninja R warna merah DD 6166 juga ikut dibakar.

Beruntung aparat kepolisian Sektor Somba Opu yang mengetahui kejadian itu langsung menuju ke lokasi dan langsung mengamankan pelaku dari amukan warga.

Polisi mengamankan pelaku dan barang buktir seekor ayam aduan milik Udin ke Mapolsek Somba Opu.

sumber: http://kriminalitas.com/simpan-ayam-aduan-di-baju-pemuda-ini-nyaris-dibakar-warga/

Ayam Bangkok Pun Diselundupkan

Ayam Bangkok Pun DiselundupkanJawaPos.com BELAWAN – Upaya penyelundupan ke Indonesia tidak hanya mencakup barang elektronik mewah atau produk pertanian. Hewan sekelas ayam pun dimasukan secara ilegal.

Seperti halnya yang baru saja dilakukan Petugas kapal patroli Bea Cukai Sumut. Petugas tersebut menertibkan upaya penyelundupan Ayam Bangkok yang dikirim dari Thailand. Selain ayam petugas juga mengamankan pakaian bekas.

Barang ilegal itu diangkut oleh kapal KM Rezeki dan ditangkap saat melintas di sekitar perairan Asahan, Sumut, Minggu (1/5).

Berdasarkan informasi diperoleh Sumut Pos (Jawa Pos Group), kapal penyelundup bermuatan pakaian bekas dan puluhan ekor ayam siam impor, ditangkap petugas kapal patroli Bea Cukai yang saat itu sedang melakukan patroli laut di sekitar perairan tersebut.

Ketika akan ditangkap, petugas pun sempat meletuskan tembakan peringatan yang diarahkan ke udara karena kapal berupaya kabur.

Pada akhirnya petugas berhasil mengamankan kapal berikut lima awaknya. Mereka dibawake dermaga Kanwil DJBC I Sumut di Belawan.

Kabid Penindakan dan Penyidikan (P2) Kanwil DJBC I Sumut, Rizal belum memberikan keterangan resmi. (rul/iil/JPG)

Flu Burung Serang Ponorogo, Ratusan Ekor Ayam Bangkok Mati

Flu Burung Serang Ponorogo Ratusan Ekor Ayam Bangkok Mati

PONOROGO – Ratusan ekor ayam jago peranakan bangkok milik peternak di Ponorogo, Jawa Timur mati mendadak. Diduga kematian unggas ini terjadi akibat serangan flu burung. Akibat kejadian ini peternak merugi jutaan rupiah peternak pun menghentikan usahanya  karena tak ada modal.

Berdasarkan pengamatan di mana belasan kadang ayam jago milik Sumarno warga Desa Sampung, Kecamatan Sampung, Ponorogo ini kosong tak terisi karena ayam yang dibudidayakan sudah mati sejak seminggu terakhir. Hanya dua ekor ayam keturunan bangkok yang tersisa itu pun kondisinya sakit.

Kondisi serupa juga dialami puluhan peternak ayam jago lain di desa ini sejak seminggu terakhir ratusan ayam jago mati mendadak.

Awalnya keluar air dari hidung ayam lemas tak bisa berdiri tegak dan tak berkokok, beberapa saat berikutnya ayam mati lemas.

Setelah ayam mati badannya berwarna hitam ke biru biruan.Warga menduga kematian ayam ini akibat wabah flu burung.

Matinya ratusan ayam jago ini membuat peternak rugi sebab harga ayam jago keturunan bangkok ini dijual dengan harga Rp300-500 ribu per ekor.

Seperti yang dialami sumarno akibatnya 21 ekor ayam jagonya mati. Dia menderita kerugian sekitar Rp10 juta.

Sementara waktu ini dia menghentikan usaha ternaknya karena merugi. Meski sudah berlangsung sekitar seminggu dan ratusan ayam sudah mati namun belum ada petugas dinas kesehatan yang datang ke lokasi.

Warga berharap agar pemerintah segera turun tangan untuk menanangani penyebaran  flu burung ini.

Ayam PAKHOY

Ayam PAKHOY

Termasuk dalam kategori ayam modern, kerana menurut cerita di negeri Thailand merupakan hasil crossbreeding (silangan) antara ayam jenis ayam ketip bulu sambung taji (malaysian cockfighter) dengan beberapa jenis ayam aduan di thailand.

Ciri khas ayam jenis ini adalah pada gaya bertarungnya dimana ayam mematuk sebarang bahagian punggung  & memukul badan dengan keras.

AYAM PAMA

ayam pama

AYAM PAMA

Ayam Pama adalah hasil crossing breeding antara ayam burma dengan beberapa jenis ayam aduan yang ada, seperti ayam burma dengan ayam Saigon, ayam burma dengan ayam siam, ayam burma dengan ayam Malaysia.

Watak ayam pama ini kerana masih mempunyai sifat genetic ayam burma hingga 50% maka tentunya ketepatan pukulannya mendekati ayam burma ditambah sifat yang ada pada ayam crossing-nya. Seperti diantaranya:

ayam burma + ayam Saigon disebutnya magon. Ayam jenis ini mempunyai watak sifat yang dibawa dari ayam saigon seperti tahan pukul dan pukulan keras dengan saiz body yang agak besar. Kelebihan jenis ayam ini pastilah adalah saiz yg besar dan pukulan yg keras ditambah lagi ketepatan yang sempurna dibawa dari sifat ayam burma. Dengan penampilan yang lebih gagah dan kasar  membuat percaya diri pemilik jika di bawa dalam arena pertandingan.

Ayam burma + ayam Siam disebutnya mathai. Mempunyai teknik bermain seperti ayam BK iaitu seperti ayam lock, tempur, masuk ditambah sifat pukulan ayam burma dan kelajuan defensive yang sukar untuk dipancing atau antilock  dan pukulan yang keras lagi tepat, membuat jenis ayam ini menjadi trend tersendiri sebagai jenis ayam pama bangkok antilock. Ayam burma X ayam Pakhoy (Malaysia + Texas) disebutnya makhoy. Ayam ini bukan hanya mempunyai teknik ayam pakhoy (ketip bulu) seperti mematuk punggung sayap, paha, memukul badan yang sangat keras akan tetapi sifat pukulan tepat dan keras sekitar kepala dengan itu menjadi kelebihan pada jenis ayam ini. Sekarang ini dengan itu ayam jenis ini sedang menjadi trend di negeri Siam. Beberapa arena pertandingan banyak dimenangi jenis ayam Makhoy.

AYAM BURMA BRASIL

Kelebihan dan Kekurangan dari Ayam Brazil yang Wajib Anda Tahu. Ayam Aduan Brazil adalah hasil keturunan dari Ayam Shamo Jepang. Ayam Brazil ini banayk dibudidaya oleh warga negara Amerika Selatan. Untuk kalangan penghobi dan peternak di sana, jenis ayan Brazil adalah jenis ayam aduan yang lumayan populer dimata mereka. Tetapi untuk di Indonesia sendiri, ayam brazil masih terlihat jarang. Itu dikarenakan banyak peternak dan penghobi ayam ini menilai prospeknya kurang bagus.

Kekurangan Ayam Brazil

1 . Gaya bertarung yang agak lambat

Memiliki gaya bertarung sedikit lebih lambat jika dibandingkan dengan jenis Bangkok dan Birma.

2 . Hanya dijadikan sebagai ayam pejantan untuk kawin silang

Banyak penghobi yang kurang suka dengan gaya bertarung ayam Brazil ini. biasanya hanya dijadikan sebagai ayam pejantan yang dikawinsilangkan dengan berbagai induk ayam aduan lain seperti induk ayam Bangkok atau Birma.

3 . Gaya Bertarung yang sebenarnya baru akan muncul setelah beberapa ronde

Pada pertandingan ronde pertama maupun kedua, Ayam Brazil tak menunjukkan sebagai ayam aduan yang baik (seperti ayam yang penakut). Tetapi ketika memasuki ronde ke 3, gaya bertarung yang sebenarnya akan muncul.

Kelebihan Ayam Brazil

1 . Memiliki sistem pertulangan yang baik

Ayam Aduan Brasil mungkin dapat disamakan dengan jenis ayam pelung yang berasal dari Jawa Barat. Itu karena kedua ayam tersebut memiliki postur tubuh kekar, tinggi besar, sistem pertulangan yang kuat dan kasar.

2 . Memiliki pukulan yang keras

Dengan modal dasar di atas, gerakan ayam brazil ini tergolong lambat. Akan tetapi, walaupun geraknya lambat, ia memiliki pukulan yang sangat keras dan mampu menumbangkan lawannya hanya dengan beberapa kali pukulan saja.

3 . Memiliki hasil persilangan yang bagus

Jika dikawinsilangkan dengan jenis Birma atau Bangkok, anakan yang di hasilkan akan mempunyai sistem pertulangan yang bagus dan besar. Kekurangan pejantan brazil akan ditutupi oleh induk ayam silangannya dan juga sebaliknya. Pada akhirnya akan dihasilkan anakan yang lebih bagus, lincah dan gesit yang diimbangi dengan bentuk badan tinggi, besar serta kuat.

4. Memiliki mental yang baik

Ayam Aduan Brazil memiliki mental yang baik, tak mudah menyerah dan selalu sigap ketika melihat pergerakan dari lawannya. Ayam ini termasuk ayam aduan yang akan menunjukkan kemampuannya saat sudah dalam kondisi panas. Mungkin ketika diadu, saat memasuki babak ketiga kemampuan dari ayam brazil akan mulai terlihat dan tak akan berhenti sampai titik darah penghabisan dari si lawan. Dan yang membuat orang menyukai ayam Brazil adalah saat terjadi pertarungan, walaupun ayam brazil diperkirakan akan kalah saat berlaga, ia tak akan mundur ataupun lari. Ia tetap akan terus membalas serangan walaupun dalam posisi terdesak. Para penghobi jelas menyukai petarung yang seperti ini.

Tips Melatihnya

Pelatihan untuk Ayam Brazil akan lebih bagus kalau ayam ini dilatih khusus stamina dan gerakan badan. Caranya adalah dengan sering melatih jajal tarung, renang, dan latihan lari. Itu dapat meningkatkan performa kualitas dan kelincahan ayam brazil di arena duel.

Ciri Fisik Ayam Brazil

Ayam brasil bisa dilihat dengan ciri khas atau tanda yang cukup menonjol. Khususnya pada bagian kedua kaki yang memiliki warna putih sedikit kekuningan, warna kulitnya yang merah merekah, badan tinggi tegap, kekar serta bagian mata yang sedikit menatap tajam.

JENIS-JENIS AYAM BURMA BURMA ASLI

Ayam Burma atau ayam Birma merupakan ayam yang berasal dari negeri Myanmar / Burma adalah sejenis ayam kebanyakan di perkampungan negeri Myanmar. seperti halnya di negeri kita, disana juga banyak warga yang memang menyukai ayam aduan, bisa jadi karena bisa dijadikan sebagai symbol kekuasaan ataupun hobi semua yang tentunya bisa saja hantui dengan perjudian.

Karakteristik fisika ayam burma memiliki tubuh yang relatif kecil, tulangannya relatif tipis, berbulu lebih lebat dengan warna dominan jalak dan berintik kecoklatan. kontruksi kaki ayam burma seperti kaki burung pemakan ikan lebih besar sedikit, padat dan keras. warna kakinya memiliki kebanyakan kukunya agak berwarna kehijauan atau kecoklatan.

Ayam burma mulai terkenal sebagai ayam aduan adalah setelah orang Thailand membawa & mengembangkan dinegeri siam, dan ternyata mampu memberikan perlawanan bahkan tip seperti memenangkan dalam banyak pertandingan biarpun kalah bertanding.

Kelebihan ayam burma adalah pada tingkat akurasi pukulannya hingga 90% adalah sekitar kepala, paruh dan mata lawan yang dibuatnya tidak berdaya. sementara

Kekurangan ayam burma adalah pada ukuran size yang memang lebih kecil dan berat dalam 2.0kg sampai 2.75 Kg, dengan kontruksi tulangan yang tipis, dirasa kurang sesuai jika di hadapkan dengan ayam yang memiliki pukulan keras dan main menghadap ke badan

Sejarah Sabung Ayam Di Nusantara Bukan Sekedar Permainan Semata

Sabung Ayam di Bali 1915 (Koleksi http://www.kitlv.nl)

Adu Ayam Jago atau biasa disebut sabung ayam merupakan permainan yang telah dilakukan masyarakat di kepulauan Nusantara sejak dahulu kala. Permainan ini merupakan perkelahian ayam jago yang memiliki taji dan terkadang taji ayam jago ditambahkan serta terbuat dari logam yang runcing. Permainan Sabung Ayam di Nusantara ternyata tidak hanya sebuah permainan hiburan semata bagi masyarakat, tetapi merupakan sebuah cerita kehidupan baik sosial, budaya maupun politik.

Permainan Sabung Ayam di pulau Jawa berasal dari folklore (cerita rakyat) Cindelaras yang memiliki ayam sakti dan diundang oleh raja Jenggala, Raden Putra untuk mengadu ayam. Ayam Cindelarasdiadu dengan ayam Raden Putra dengan satu syarat, jika ayam Cindelaras kalah maka ia bersedia kepalanya dipancung, tetapi jika ayamnya menang maka setengah kekayaan Raden Putra menjadi milik Cindelaras. Dua ekor ayam itu bertarung dengan gagah berani. Tetapi dalam waktu singkat, ayam Cindelaras berhasil menaklukkan ayam sang Raja. Para penonton bersorak sorai mengelu-elukan Cindelaras dan ayamnya. Akhirnya raja mengakui kehebatan ayam Cindelaras dan mengetahui bahwa Cindelaras tak lain adalah putranya sendiri yang lahir dari permaisurinya yang terbuang akibat iri dengki sang selir.

Sabung ayam juga menjadi sebuah peristiwa politik pada masa lampau. Kisah kematian Prabu Anusapati dari Singosari yang terbunuh saat menyaksikan sabung ayam. Kematian Prabu Anusapati terjadi pada hari Budha Manis atau Rabu Legi ketika di kerajaan Singosari sedang berlangsung keramaian di Istana Kerajaan salah satunya adalah pertunjukan sabung ayam. Peraturan yang berlaku adalah siapapun yang akan masuk kedalam arena sabung ayam dilarang membawa senjata atau keris. Sebelum Anusapati berangkat ke arena sabung ayam, Ken Dedes ibu Anusapati menasehati anaknya agar jangan melepas keris pusaka yang dipakainya jika ingin menyaksikan sabung ayam yang diselenggarakan di Istana, tetapi sesaat sabung ayam belum dilakukan Anusapati terpaksa melepaskan kerisnya atas desakan Pranajaya dan Tohjaya. Pada saat itu diarena terjadi kekacauan dan akhirnya peristiwa yang dikuatirkan Ken Dedes terjadi dimana kekacauan tersebut merengut nyawa Anusapati yang tergeletak mati diarena sabung ayam dibunuh adiknya Tohjaya tertusuk keris pusakanya sendiri. Kemudian jenasah Anusapati dimakamkan di Candi Penataran dan kejadian itu tetap dikenang orang, Anusapati adalah kakak dari Tohjaya dengan ibu Ken Dedes dan bapak Tunggul Ametung sedangkan Tohjaya adalah anak dari Ken Arok dengan Ken Umang itu memang diriwayatkan memiliki kesukaan menyabung ayam. Memang dalam cerita rakyat terutama Ciung Wanara mengisahkan bahwa keberuntungan dan perubahan nasib seseorang ditentukan oleh kalah menangnya ayam di arena sabung ayam, begitu juga Anusapati bukan kalah dalam adu ayam tetapi dalam permainan ini ia terbunuh.

Sedangkan di Bali permainan sabung ayam disebut TajenTajen berasal-usul dari tabuh rah, salah satu yadnya (upacara) dalam masyarakat Hindu di Bali. Tujuannya mulia, yakni mengharmoniskan hubungan manusia dengan bhuana agung. Yadnya ini runtutan dari upacara yang sarananya menggunakan binatang kurban, seperti ayam, babi, itik, kerbau, dan berbagai jenis hewan peliharaan lain. Persembahan tersebut dilakukan dengan cara nyambleh (leher kurban dipotong setelah dimanterai). Sebelumnya pun dilakukan ngider dan perang sata dengan perlengkapan kemiri, telur, dan kelapa. Perang sata adalah pertarungan ayam dalam rangkaian kurban suci yang dilaksanakan tiga partai (telung perahatan), yang melambangkan penciptaan, pemeliharaan, dan pemusnahan dunia. Perang sata merupakan simbol perjuangan hidup.

Tradisi ini sudah lama ada, bahkan semenjak zaman Majapahit. Saat itu memakai istilah menetak gulu ayam. Akhirnya tabuh rah merembet ke Bali yang bermula dari pelarian orang-orang Majapahit, sekitar tahun 1200.

Serupa dengan berbagai aktivitas lain yang dilakukan masyarakat Bali dalam menjalani ritual, khususnya yang berhubungan dengan penguasa jagad, tabuh rah memiliki pedoman yang bersandar pada dasar sastra. Tabuh rah yang kerap diselenggarakan dalam rangkaian upacara Butha Yad-nya pun banyak disebut dalam berbagai lontar. Misalnya, dalam lontar Siwa Tattwapurana yang antara lain menyebutkan, dalam tilem kesanga (saat bulan sama sekali tidak tampak pada bulan kesembilan penanggalan Bali). Bathara Siwa mengadakan yoga, saat itu kewajiban manusia di bumi memberi persembahan, kemudian diadakan pertarungan ayam dan dilaksanakan Nyepi sehari. Yang diberi kurban adalah Sang Dasa Kala Bumi, karena jika tidak, celakalah manusia di bumi ini.

Sedangkan dalam lontar Yadnya Prakerti dijelaskan, pada waktu hari raya diadakan pertarungan suci misalnya pada bulan kesanga patutlah mengadakan pertarungan ayam tiga sehet dengan kelengkapan upakara. Bukti tabuh rah merupakan rangkaian dalam upacara Bhuta Yadnya di Bali sejak zaman purba juga didasarkan dari Prasasti Batur Abang I tahun 933 Saka dan Prasati Batuan tahun 944 Saka.

Dalam kebudayaan Bugis sendiri sabung ayam merupakan kebudayaan telah melekat lama. Menurut M Farid W Makkulau, Manu’(Bugis) atau Jangang (Makassar) yang berarti ayam, merupakan kata yang sangat lekat dalam kehidupan masyarakat Bugis Makassar. Gilbert Hamonic menyebutkan bahwa kultur bugis kental dengan mitologi ayam. Hingga Raja Gowa XVI, I Mallombasi Daeng Mattawang Sultan Hasanuddin, digelari “Haaantjes van het Oosten” yang berarti “Ayam Jantan dari Timur.

Dalam kitab La Galigo diceritakan bahwa tokoh utama dalam epik mitik itu, Sawerigading, kesukaannya menyabung ayam. Dahulu, orang tidak disebut pemberani (to-barani) jika tidak memiliki kebiasaan minum arak (angnginung ballo), judi (abbotoro’), dan massaung manu’ (adu ayam), dan untuk menyatakan keberanian orang itu, biasanya dibandingkan atau diasosiasikan dengan ayam jantan paling berani di kampungnya (di negerinya), seperti “Buleng – bulengna Mangasa, Korona Mannongkoki, Barumbunna Pa’la’lakkang, Buluarana Teko, Campagana Ilagaruda (Galesong), Bakka Lolona Sawitto, dan lain sebagainya. Dan hal sangat penting yang belum banyak diungkap dalam buku sejarah adalah fakta bahwa awal konflik dan perang antara dua negara adikuasa, penguasa semenanjung barat dan timur jazirah Sulawesi Selatan, Kerajaan Gowa dan Bone diawali dengan “Massaung Manu”. (Manu Bakkana Bone Vs Jangang Ejana Gowa).

Pada tahun 1562, Raja Gowa X, I Mariogau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tunipalangga Ulaweng (1548 – 1565) mengadakan kunjungan resmi ke Kerajaan Bone dan disambut sebagai tamu negara. Kedatangan tamu negara tersebut dimeriahkan dengan acara ’massaung manu’. Oleh Raja Gowa, Daeng Bonto mengajak Raja Bone La Tenrirawe Bongkange’ bertaruh dalam sabung ayam tersebut. Taruhan Raja Gowa 100 katie emas, sedang Raja Bone sendiri mempertaruhkan segenap orang Panyula (satu kampong). Sabung ayam antara dua raja penguasa semenanjung timur dan barat ini bukanlah sabung ayam biasa, melainkan pertandingan kesaktian dan kharisma. Alhasil, Ayam sabungan Gowa yang berwarna merah (Jangang Ejana Gowa) mati terbunuh oleh ayam sabungan Bone (Manu Bakkana Bone).

Kematian ayam sabungan Raja Gowa merupakan fenomena kekalahan kesaktian dan kharisma Raja Gowa oleh Raja Bone, sehingga Raja Gowa Daeng Bonto merasa terpukul dan malu. Tragedi ini dipandang sebagai peristiwa siri’ oleh Kerajaan Gowa. Di lain pihak, kemenangan Manu Bakkana Bone menempatkan Kerajaan Bone dalam posisi psikologis yang kuat terhadap kerajaan – kerajaan kecil yang terletak di sekitarnya. Dampak positifnya, tidak lama sesudah peristiwa sabung ayam tersebut serta merta kerajaan – kerajaan kecil di sekitar Kerajaan Bone menyatakan diri bergabung dengan atau tanpa tekanan militer, seperti Ajang Ale, Awo, Teko, serta negeri Tellu Limpoe.

Rupanya sabung ayam pada dahulu kala di Nusantara bukan hanya sebuah permainan rakyat semata tetapi telah menjadi budaya politik yang mempengaruhi perkembangan sebuah dinasti kerajaan.

————————————-00000000000000000000———————————————————-

Inilah manfaat pemberian beras merah untuk ayam aduan

Inilah manfaat pemberian beras merah untuk ayam aduan

Inilah manfaat pemberian beras merah untuk ayam aduan – Bagi para penghobi ayam aduan pasti sangat memperhatikan pakan yang diberikan untuk ayamnya tersebut sebab pakan yang baik akan menentukan perkembangan dari ayam tersebut. Biasanya hal yang harus diperhatikan dalam pemberian pakan terhadap ayam adalah kandungan nutrisi yang lengkap seperti protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral dan yang lainnya. Biasanay kandungan nutrisi tersebut sudah ada dalam satu paket pakan ayam yang bisa dibeli di toko pakan hewan ternak namun terkadang ada sebagian orang yang tidak begitu yakin dengan pakan tersebut sebab seperti yang kita semua ketahui pakan buatan itu pasti ada campuran bahan tertentu yang kita tidak tahu efek samping dari mengkonsumsi pakan tersebut, namun bila kalian ingin memenuhi kebutuhan nutrisi ayam bisa memberikan beras merah, kenapa beras merah? karena manfaat beras merah memang banyak sekali terutama untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ayam aduan, baca juga artikel tentang cara menambah nafsu makan ayam.

Manfaat pemberian beras merah untuk ayam aduan

Perlu kalian tahu bahwa manfaat beras merah untuk ayam aduan itu banyak sekali sebab didalamnya terdapat nutrisi yang dibutuhkan ayam aduan seperti berbagai macam vitamin B dan E yang tinggi, selain itu beras merah ini juga ternyata memiliki khasiat sebagai obat berbagai macam penyakit yang mungkin bisa menyerang ayam, selain itu beras merah juga memiliki kandungan zat yang bermanfaat untuk untuk tubuh ayam seperti mineral, gizi, vitamin dan juga serat. Namun pemberian beras merah ini diberikan kepada ayam yang sudah dewasa atau saat pertumbuhan bulunya sudah selesai karena dalam masa ini ayam sangat membutuhkan nutrisi untuk membentuk tubuhnya.

Ayam aduan yang diberikan beras merah ini tubuhnya akan kekar dan juga terlihat padat dan kondisi tersebut akan cocok untuk ayam yang memiliki kemampuan bertarung yang mengandalkan pukulannya karena pasti dengan tubuh yang kekar tersebut pukulannya akan semakin mematikan, jadi bila kalian ingin memberikan nutrisi yang tepat untuk ayam aduan kalian bisa mencoba memberikannya beras merah tetapi pakan ini bukan sebagai makanan pokok untuk ayam karena pakan ini hanya sebagai pakan tambahan saja dan untuk menambah nutrisi ayam aduan juga bisa diberikan pakan tambahan seperti sayuran kangkung, kecambah, taoge, daun pisang muda dan yang lainnya selain itu juga bisa diberikan gabah yang sebelumnya sudah direndam dengan air terlebih dahulu supaya ayam lebih mudah dalam mencernanya, pemberian gabah ini sebaiknya jangan terlalu sering sebab ayam yang tidak terbiasa mengkonsumsi gabah akan sulit dalam membuang kotorannya.

Demikianlah informasi tentang manfaat beras merah, semoga informasi ini bisa berguna dan bermanfaat untuk kalian semua, sekian dari saya dan terima kasih.

sumber: http://www.infopeternakan.com/inilah-manfaat-pemberian-beras-merah-untuk-ayam-aduan.html