Arsip Tag: ayam jago saigon

AYAM SAIGON

Kita tahu bahawa ayam Saigon berasal dari Vietnam. Di kalangan penggemar dan peternak ayam aduan, jenis ayam ini kurang popular. Hal ini dikeranakan brand ayam aduan itu adalah ayam Bangkok. Di samping itu, masih sedikitnya peternak dan penggemar jenis ayam aduan ini yang berminat dan mengetahuinya.

Ayam Saigon yang pada bahagian leher dan sebahagian kepalanya tidak ditumbuhi bulu sebagaimana ayam pada umumnya. Jenis ini paling umum dijumpai dan paling dikenali.

Ayam Saigon berbulu nipis. Jenis ini umumnya mempunyai bulu tipis lawinya ayam betina,termasuk juga bulu ekornya yang pendek(seakan ayam pondan)

Ayam Saigon berbulu penuh, sebagaimana lawinya ayam aduan pada umumnya.

Jenis ayam aduan satu ini punya struktur tubuh dan tulang yang lebih besar dari ayam aduan Bangkok. Dan, kulitnya juga lebih tebal.

Berat yang dimilikinya lebih berat berbanding ayam aduan Bangkok atau ayam aduan Myanmar.

Ototnya lebih berserabut. Konon, hal ini menyebabkannya lebih kuat menerima pukulan dari pihak lawan.

Iklan

Ayam MAGON

Termasuk juga jenis ayam modern, kerana jenis ayam ini hasil dari crossbreeding antara ayam Pama dengan Saigon (pama-saigon = magon). Ayam saigon yang kami maksudkan dari jenis modern yang merupakan hasil cross antara ayam asli vietnam dengan ayam Madagaskar, biasanya ayam ini sudah tidak memiliki bulu botak lagi atau berbulu lebih lebat.

karakter yang diharapkan dari jenis ayam Magon ini adalah jenis ayam aduan dengan gaya bertarung seperti ayam burma akan tetapi memiliki size besar & ketahanan pukulan yang lebih padu kuatnya seperti ayam saigon diharapkan akan lebih mudah untuk mendapatkan lawan tandingan.

Sejarah Sabung Ayam Di Nusantara Bukan Sekedar Permainan Semata

Sabung Ayam di Bali 1915 (Koleksi http://www.kitlv.nl)

Adu Ayam Jago atau biasa disebut sabung ayam merupakan permainan yang telah dilakukan masyarakat di kepulauan Nusantara sejak dahulu kala. Permainan ini merupakan perkelahian ayam jago yang memiliki taji dan terkadang taji ayam jago ditambahkan serta terbuat dari logam yang runcing. Permainan Sabung Ayam di Nusantara ternyata tidak hanya sebuah permainan hiburan semata bagi masyarakat, tetapi merupakan sebuah cerita kehidupan baik sosial, budaya maupun politik.

Permainan Sabung Ayam di pulau Jawa berasal dari folklore (cerita rakyat) Cindelaras yang memiliki ayam sakti dan diundang oleh raja Jenggala, Raden Putra untuk mengadu ayam. Ayam Cindelarasdiadu dengan ayam Raden Putra dengan satu syarat, jika ayam Cindelaras kalah maka ia bersedia kepalanya dipancung, tetapi jika ayamnya menang maka setengah kekayaan Raden Putra menjadi milik Cindelaras. Dua ekor ayam itu bertarung dengan gagah berani. Tetapi dalam waktu singkat, ayam Cindelaras berhasil menaklukkan ayam sang Raja. Para penonton bersorak sorai mengelu-elukan Cindelaras dan ayamnya. Akhirnya raja mengakui kehebatan ayam Cindelaras dan mengetahui bahwa Cindelaras tak lain adalah putranya sendiri yang lahir dari permaisurinya yang terbuang akibat iri dengki sang selir.

Sabung ayam juga menjadi sebuah peristiwa politik pada masa lampau. Kisah kematian Prabu Anusapati dari Singosari yang terbunuh saat menyaksikan sabung ayam. Kematian Prabu Anusapati terjadi pada hari Budha Manis atau Rabu Legi ketika di kerajaan Singosari sedang berlangsung keramaian di Istana Kerajaan salah satunya adalah pertunjukan sabung ayam. Peraturan yang berlaku adalah siapapun yang akan masuk kedalam arena sabung ayam dilarang membawa senjata atau keris. Sebelum Anusapati berangkat ke arena sabung ayam, Ken Dedes ibu Anusapati menasehati anaknya agar jangan melepas keris pusaka yang dipakainya jika ingin menyaksikan sabung ayam yang diselenggarakan di Istana, tetapi sesaat sabung ayam belum dilakukan Anusapati terpaksa melepaskan kerisnya atas desakan Pranajaya dan Tohjaya. Pada saat itu diarena terjadi kekacauan dan akhirnya peristiwa yang dikuatirkan Ken Dedes terjadi dimana kekacauan tersebut merengut nyawa Anusapati yang tergeletak mati diarena sabung ayam dibunuh adiknya Tohjaya tertusuk keris pusakanya sendiri. Kemudian jenasah Anusapati dimakamkan di Candi Penataran dan kejadian itu tetap dikenang orang, Anusapati adalah kakak dari Tohjaya dengan ibu Ken Dedes dan bapak Tunggul Ametung sedangkan Tohjaya adalah anak dari Ken Arok dengan Ken Umang itu memang diriwayatkan memiliki kesukaan menyabung ayam. Memang dalam cerita rakyat terutama Ciung Wanara mengisahkan bahwa keberuntungan dan perubahan nasib seseorang ditentukan oleh kalah menangnya ayam di arena sabung ayam, begitu juga Anusapati bukan kalah dalam adu ayam tetapi dalam permainan ini ia terbunuh.

Sedangkan di Bali permainan sabung ayam disebut TajenTajen berasal-usul dari tabuh rah, salah satu yadnya (upacara) dalam masyarakat Hindu di Bali. Tujuannya mulia, yakni mengharmoniskan hubungan manusia dengan bhuana agung. Yadnya ini runtutan dari upacara yang sarananya menggunakan binatang kurban, seperti ayam, babi, itik, kerbau, dan berbagai jenis hewan peliharaan lain. Persembahan tersebut dilakukan dengan cara nyambleh (leher kurban dipotong setelah dimanterai). Sebelumnya pun dilakukan ngider dan perang sata dengan perlengkapan kemiri, telur, dan kelapa. Perang sata adalah pertarungan ayam dalam rangkaian kurban suci yang dilaksanakan tiga partai (telung perahatan), yang melambangkan penciptaan, pemeliharaan, dan pemusnahan dunia. Perang sata merupakan simbol perjuangan hidup.

Tradisi ini sudah lama ada, bahkan semenjak zaman Majapahit. Saat itu memakai istilah menetak gulu ayam. Akhirnya tabuh rah merembet ke Bali yang bermula dari pelarian orang-orang Majapahit, sekitar tahun 1200.

Serupa dengan berbagai aktivitas lain yang dilakukan masyarakat Bali dalam menjalani ritual, khususnya yang berhubungan dengan penguasa jagad, tabuh rah memiliki pedoman yang bersandar pada dasar sastra. Tabuh rah yang kerap diselenggarakan dalam rangkaian upacara Butha Yad-nya pun banyak disebut dalam berbagai lontar. Misalnya, dalam lontar Siwa Tattwapurana yang antara lain menyebutkan, dalam tilem kesanga (saat bulan sama sekali tidak tampak pada bulan kesembilan penanggalan Bali). Bathara Siwa mengadakan yoga, saat itu kewajiban manusia di bumi memberi persembahan, kemudian diadakan pertarungan ayam dan dilaksanakan Nyepi sehari. Yang diberi kurban adalah Sang Dasa Kala Bumi, karena jika tidak, celakalah manusia di bumi ini.

Sedangkan dalam lontar Yadnya Prakerti dijelaskan, pada waktu hari raya diadakan pertarungan suci misalnya pada bulan kesanga patutlah mengadakan pertarungan ayam tiga sehet dengan kelengkapan upakara. Bukti tabuh rah merupakan rangkaian dalam upacara Bhuta Yadnya di Bali sejak zaman purba juga didasarkan dari Prasasti Batur Abang I tahun 933 Saka dan Prasati Batuan tahun 944 Saka.

Dalam kebudayaan Bugis sendiri sabung ayam merupakan kebudayaan telah melekat lama. Menurut M Farid W Makkulau, Manu’(Bugis) atau Jangang (Makassar) yang berarti ayam, merupakan kata yang sangat lekat dalam kehidupan masyarakat Bugis Makassar. Gilbert Hamonic menyebutkan bahwa kultur bugis kental dengan mitologi ayam. Hingga Raja Gowa XVI, I Mallombasi Daeng Mattawang Sultan Hasanuddin, digelari “Haaantjes van het Oosten” yang berarti “Ayam Jantan dari Timur.

Dalam kitab La Galigo diceritakan bahwa tokoh utama dalam epik mitik itu, Sawerigading, kesukaannya menyabung ayam. Dahulu, orang tidak disebut pemberani (to-barani) jika tidak memiliki kebiasaan minum arak (angnginung ballo), judi (abbotoro’), dan massaung manu’ (adu ayam), dan untuk menyatakan keberanian orang itu, biasanya dibandingkan atau diasosiasikan dengan ayam jantan paling berani di kampungnya (di negerinya), seperti “Buleng – bulengna Mangasa, Korona Mannongkoki, Barumbunna Pa’la’lakkang, Buluarana Teko, Campagana Ilagaruda (Galesong), Bakka Lolona Sawitto, dan lain sebagainya. Dan hal sangat penting yang belum banyak diungkap dalam buku sejarah adalah fakta bahwa awal konflik dan perang antara dua negara adikuasa, penguasa semenanjung barat dan timur jazirah Sulawesi Selatan, Kerajaan Gowa dan Bone diawali dengan “Massaung Manu”. (Manu Bakkana Bone Vs Jangang Ejana Gowa).

Pada tahun 1562, Raja Gowa X, I Mariogau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tunipalangga Ulaweng (1548 – 1565) mengadakan kunjungan resmi ke Kerajaan Bone dan disambut sebagai tamu negara. Kedatangan tamu negara tersebut dimeriahkan dengan acara ’massaung manu’. Oleh Raja Gowa, Daeng Bonto mengajak Raja Bone La Tenrirawe Bongkange’ bertaruh dalam sabung ayam tersebut. Taruhan Raja Gowa 100 katie emas, sedang Raja Bone sendiri mempertaruhkan segenap orang Panyula (satu kampong). Sabung ayam antara dua raja penguasa semenanjung timur dan barat ini bukanlah sabung ayam biasa, melainkan pertandingan kesaktian dan kharisma. Alhasil, Ayam sabungan Gowa yang berwarna merah (Jangang Ejana Gowa) mati terbunuh oleh ayam sabungan Bone (Manu Bakkana Bone).

Kematian ayam sabungan Raja Gowa merupakan fenomena kekalahan kesaktian dan kharisma Raja Gowa oleh Raja Bone, sehingga Raja Gowa Daeng Bonto merasa terpukul dan malu. Tragedi ini dipandang sebagai peristiwa siri’ oleh Kerajaan Gowa. Di lain pihak, kemenangan Manu Bakkana Bone menempatkan Kerajaan Bone dalam posisi psikologis yang kuat terhadap kerajaan – kerajaan kecil yang terletak di sekitarnya. Dampak positifnya, tidak lama sesudah peristiwa sabung ayam tersebut serta merta kerajaan – kerajaan kecil di sekitar Kerajaan Bone menyatakan diri bergabung dengan atau tanpa tekanan militer, seperti Ajang Ale, Awo, Teko, serta negeri Tellu Limpoe.

Rupanya sabung ayam pada dahulu kala di Nusantara bukan hanya sebuah permainan rakyat semata tetapi telah menjadi budaya politik yang mempengaruhi perkembangan sebuah dinasti kerajaan.

————————————-00000000000000000000———————————————————-

Macam-Macam Ayam Aduan

Ternak Ayam ~ Sudah pada tahu belum bahwa selain ayam Bangkok yang sering digunakan oleh para tukang sabung ayam, ada jenis ayam aduan lainnya yang tak kalah hebat dari ayam Bangkok tersebut. Postingan saya ini khusus saya buatkan untuk para tukang sabung yang gemar bermain judi dengan ayamnya. Oh iya, untuk anda tukang sabung ayam cepat-cepat berhenti dari hobi anda itu, selain hal tersebut dapat menyiksa ayam anda hal itu juga merupakan perbuatan dosa dalam agama. Nih… saya bagikan kepada anda macam-macam ayam aduan :

Ayam Burma

ayam-burma
Dalam bertarung, jenis ayam petarung yang satu ini punya semangat memenangkan pertarungan yang sangat luar biasa. Gaya bertarung begitu ofensif, menyerang langsung ke arah lawan. Karakter ayam Burma yang kuat, seringkali memberi ide kepada para penggemar ayam petarung untuk mengawinkan ayam Burma dengan ayam Bangkok. Tujuannya supaya dihasilkan keturunan ayam yang membawa karakter induk.

Ayam Filipina

ayam-filipina
Ayam Filipina atau Ayam Saigon adalah ayam dari Filipina yang khas dengan kepala botaknya, ayam ini sangat tahan banting dengan kekuatan pukulan melebihi beberapa ayam petarung lainnya, dapat di bilang ayam ini adalah ayam terkuat dari ayam aduan lainnya ketika menerima pukulan lawan.

Ayam Brazilian

ayam-brazilian
Ayam Brazilian atau Ayam Brazil adalah ayam yang berasal dari negara Brazil di benua Amerika Selatan, yang di mana ayam ini memiliki warna bulu yang khas yaitu cokelat kekuning-kuningan, ayam ini memiliki gaya bertarung yang lincah dan cerdas dalam bertarung.

Ayam Siam

ayam-siam
Hampir mirip dengan ayam Burma, ayam Siam juga memiliki karakter yang pantang menyerah ketika di arena. Ayam ini mempunyai pukulan yang cukup keras dan gaya bertarung paling variatif dibandingkan ayam aduan lainnya.

Ayam Shamo

ayam-shamo
Ayam Shamo dikenal juga dengan julukan Ninja Mini dari Jepang. Dibandingkan ayam aduan lainnya, bentuk fisik ayam Shamo paling atletis. Satu hal lagi, ayam Shamo mempunyai pukulan yang akurat mengenai lawannya.

Ayam Ciparage

ayam-ciparage
Ayam Ciparage adalah ayam petarung asli indonesia yang tepatnya berasal dari desa cimalaya, ciparage karawang, konon ayam ini keturunan ayam dari Adipati Singaperbangsa yang biasa di buat ayam petarung pada jaman kerajaan terdahulu. Ayam ini memiliki akurasi jalu dan kecepatan yang dapat di handalkan. Namun ayam ini sudah sangat sulit untuk di temukan.
sumber: http://blogternakayam.blogspot.co.id/2015/03/macam-macam-ayam-aduan.html

Mengenal Jenis Ayam Saigon

Ayam Saigon atau lebih dikenal masyarakat luas dengan nama ayam Bangkok Vietnam, ayam ini merupakan salah satu jenis ayam yang dikembangkan dinegara Vietnam, ayam ini merupakan jenis ayam dari hasil persilangan. Ayam Vietnam masuk ke Indonesia setelah masuknya ayam Bangkok yang awal, namun kepopuleran ayam Bangkok saigon tidak secemerlang ayam Bangkok Thailand. Hal ini dikarenakan, ayam Bangkok Vietnam memiliki banyak kelemahan dalam menyerang dan juga kurang lincah dalam mencari peluang untuk menyerang dan memukul lawannya serta gerakannya sangat lambat.

ayam saigon

Tetapi walau begitu, tetap ayam ini juga memiliki keunggulan lain yang jarang dimiliki oleh ayam petarung lainnya. Kelebihan ayam Saigon yaitu dari fisiknya yang sangat kuat mulai dari struktur otot-otot tubuhnya dan juga struktur tulangannya yang kokoh, sehingga ayam ini akan lebih kuat terhadap pukulan lawannya. Namun seiringnya waktu, ayam Saigon ini menjadi lebih popular karena para pecinta ayam petarung membuat perubahan pada genetika ayam tersebut sehingga lebih baik dari awal ayam ini datang ke Indonesia.

Setelah melakukan evolusi dengan cara menyilangkan ayam ini dengan jenis ayam aduan lain yang berkualitas sangat baik, maka ayam Saigon yang dulunya sangat lambat dan kurang licah dalam menyerang menjadi berbalik baik dari tehnik dan serangan yang cepat dan keras. Maka pada saat itulah banyak para pecinta ayam aduan melirik ayam Saigon untuk mereka pelihara dan kembang biakan. Bagi anda yang sedang tertarik untuk memelihara ayam Saigon, sebaiknya anda lebih teliti dalam memilih kualitas ayam yang baik. Karena banyak ayam Saigon tidak asli atau silangan dengan kualitas yang kurang baik. Untuk mengetahui ciri-ciri ayam Saigon yang asli, anda dapat mengenali beberapa ciri-ciri berikut ini.

Ayam Saigon terdiri dari 3 jenis, diantaranya yaitu :

•    Jenis gundul
Jenis ayam Saigon gundul yang asli yaitu pada bagian leher sampai kepada kepalanya tidak ditumbuhi bulu seperti ayam pada umumnya, jenis inilah yang paling sering kita jumpai dan paling banyak dikenal masyarakat.

•    Jenis ayam Saigon yang berbulu tipis
Jenis ayam Saigon yang satu ini tidak gundul, tetapi bulunya sangat tipis, bahkan bulu ekornya juga tidak sebanyak bulu ekor aya aduan lainnya.

•    Ayan Saigon berbulu lebat
Jenis ayam ini memiliki bulu yang lebat seperti ayam aduan pada umumnya.

Dilihat dari kelebihannya, ayam Saigon memiliki kelebihan seperti berikut :
•    Ayam Saigon asli memiliki struktur tulangan yang besar dan kokoh dan juga kulitnya lebih tebal dan cukup keras.

•    Ukuran dan bobot ayam ini juga dapat melebihi ukuran dan bobot pada jenis ayam birma.

Namun bagi anda yang tertarik memiliki ayam Saigon asli, anda juga harus mengatahui beberapa kekurangan yang dimiliki ayam Saigon sebelum melalu proses evolusi yang diantaranya yaitu :
•    Jika ayam asli Saigon seperti yang didatangkand ari Vietnam pertama kali memiliki kelemahan dalam menyerang yang lambat da tehnik menyerang yang kurang baik.

•    Bulunya yang jarang dan mudah patah jika terkena pukulan lawan, sehingga tampilannya kurang gagah dan menarik seperti ayam Bangkok pada umumnya.

Nah, itulah sedikit penjelasan mengenai ayam Saigon atau ayam Vietnam, semoga informasi diatas dapat bermanfaat dan sampai jumpa.

sumber: http://infounik.org/mengenal-jenis-ayam-saigon.html