Arsip Tag: jamu untuk ayam

Ayam Pelung

Ayam Pelung merupakan ayam peliharaan asal Cianjur, sejenis ayam asli Indonesia dengan tiga sifat genetik. Pertama suara berkokok yang panjang mengalun. Kedua pertumbuhannya cepat. Ketiga postur badan yang besar. Bobot ayam pelung jantan dewasa bisa mencapai 5 – 6 kg dengan tinggi antara 40 sampai 50 cm.

Menurut cerita tahun 1850 di Desa Bunikasih Kecamatan Warungkondang Cianjur ada Kiayi dan Petani bernama H. Djarkasih atau Mama Acih menemukan anak ayam jantan di kebunnya.

Anak ayam yang trundul di bawa pulang dan dipelihara. Pertumbuhan anak ayam tersebut sangat pesat menjadi seekor Ayam Jago bertubuh besar dan tinggi serta suara kokoknya panjang mengalun dan berirama. Ayam jantan itu dinamakan Ayam Pelung dan oleh Mama Acih dikembangkan, dikawinkan dengan ayam betina biasa.

Sekarang Ayam Pelung ini semakin terkenal dan cukup diminati oleh masyarakat umum, wisatawan nusantara dan mancanegara. Seorang Putra Kaisar Jepang pernah berkunjung ke Warungkondang untuk melihat peternakan Ayam Pelung tersebut. Bahkan di Cianjur setiap tahun diselenggarakan kontes Ayam Pelung yang diikuti pemilik dan pemelihara ayam pelung se-Jawa-Barat dan DKI Jakarta. Ayam Pelung terbaik yang menjadi juara kontes bisa mencapai harga jutaan rupiah.

Nama ayam pelung berasal dari bahasa sunda Mawelung atau Melung yang artinya melengkung, karena dalam berkokok menghasilkan bunyi melengkung juga karena ayam pelung memiliki leher yang panjang dalam mengahiri suara / kokokannya dengan posisi melengkung.

Ayam pelung merupakan salah satu jenis ayam lokal indonesia yang mempunyai karakteristik khas, yang secara umum ciri ciri ayam pelung dapat digambarkan sebagai berikut :

  • Badan: Besar dan kokoh (jauh lebih berat / besar dibanding ayam lokal biasa)
  • Cakar: Panjang dan besar, berwarna hitam, hijau, kuning atau putih
  • Pial: Besar, bulat dan memerah
  • Jengger: Besar, tebal dan tegak, sebagian miring dan miring, berwarna merah dan berbentuk tunggal
  • Warna bulu: Tidak memiliki pola khas, tapi umumnya campuran merah dan hitam ; kuning dan putih ; dan atau campuran warna hijau mengkilat
  • Suara: Berkokok berirama, lebih merdu dan lebih panjang dibanding ayam jenis lainnya.

Budidaya Ayam Pelung

Budidaya yang bertujuan untuk menghasilkan keturunan ayam pelung yang unggul dan baik terus dilakukan secara teliti dan tepat, yang mencakup antara lain : Pemilihan Induk, Pemilihan Pejantan, Teknik pemeliharaan dan kesehatan (sanitasi kandang & vaksinasi berkala). Dengan perkembangan teknologi belakangan ini, kita semua sependapat bahwa ayam pelung harus dikembangkan dan dibudidayakan secara maksimal untuk kepentingan kesejahteraan manusia, tetapi dari sisi melestarikan dan mengembangkan ayam pelung dengan tidak harus merusak atau memusnahkan ras pelung yang sudah ada dan terbukti memiliki berbagai keunggulan.

Kontes Dan Bursa Ayam Pelung

Seperti halnya burung perkutut atau burung kicauan lainnya, ayam jago pelung juga dikonteskan yang menitik beratkan kepada alunan suaranya, dan sekarang ini hampir semua aspek sudah mendapat penilaian dalam suatu kontes : kontes suara khusus untuk jago ayam pelung, kontes penampilan, bobot badan dan juga untuk Pelung betina yang meliputi lomba lokal, nasional maupun internasional yang telah diagendakan secara terorganisir pada setiap tahunnya.

Pada kontes Ayam Pelung tersebut selain diadakan lomba tarik suara dan lainnya juga merupakan arena bursa penjualan dari anak ayam sampai ayam dewasa, dari usia 0 s/d 1 bulan (jodoan), usia 3 bulan (sangkal), usia 6 s/d 7 bulan (jajangkar), sampai kepada ayam pelung yang sudah jadi (siap kontes). Dengan demikian lomba/kontes ayam pelung sekaligus merupakan bursa penjualan, promosi dan sosialisasi khusus ayam pelung. Melalui bursa semacam ini para pembeli, penjual dan penggemar merasa puas karena pada umumnya mendapatkan bibit-bibit maupun induk yang berkualitas dan tambahan pengetahuan tentang segala hal mengenai ayam pelung yang cukup memuaskan dari sesama peternak dan penggemar.

Sejarah Sabung Ayam Di Nusantara Bukan Sekedar Permainan Semata

Sabung Ayam di Bali 1915 (Koleksi http://www.kitlv.nl)

Adu Ayam Jago atau biasa disebut sabung ayam merupakan permainan yang telah dilakukan masyarakat di kepulauan Nusantara sejak dahulu kala. Permainan ini merupakan perkelahian ayam jago yang memiliki taji dan terkadang taji ayam jago ditambahkan serta terbuat dari logam yang runcing. Permainan Sabung Ayam di Nusantara ternyata tidak hanya sebuah permainan hiburan semata bagi masyarakat, tetapi merupakan sebuah cerita kehidupan baik sosial, budaya maupun politik.

Permainan Sabung Ayam di pulau Jawa berasal dari folklore (cerita rakyat) Cindelaras yang memiliki ayam sakti dan diundang oleh raja Jenggala, Raden Putra untuk mengadu ayam. Ayam Cindelarasdiadu dengan ayam Raden Putra dengan satu syarat, jika ayam Cindelaras kalah maka ia bersedia kepalanya dipancung, tetapi jika ayamnya menang maka setengah kekayaan Raden Putra menjadi milik Cindelaras. Dua ekor ayam itu bertarung dengan gagah berani. Tetapi dalam waktu singkat, ayam Cindelaras berhasil menaklukkan ayam sang Raja. Para penonton bersorak sorai mengelu-elukan Cindelaras dan ayamnya. Akhirnya raja mengakui kehebatan ayam Cindelaras dan mengetahui bahwa Cindelaras tak lain adalah putranya sendiri yang lahir dari permaisurinya yang terbuang akibat iri dengki sang selir.

Sabung ayam juga menjadi sebuah peristiwa politik pada masa lampau. Kisah kematian Prabu Anusapati dari Singosari yang terbunuh saat menyaksikan sabung ayam. Kematian Prabu Anusapati terjadi pada hari Budha Manis atau Rabu Legi ketika di kerajaan Singosari sedang berlangsung keramaian di Istana Kerajaan salah satunya adalah pertunjukan sabung ayam. Peraturan yang berlaku adalah siapapun yang akan masuk kedalam arena sabung ayam dilarang membawa senjata atau keris. Sebelum Anusapati berangkat ke arena sabung ayam, Ken Dedes ibu Anusapati menasehati anaknya agar jangan melepas keris pusaka yang dipakainya jika ingin menyaksikan sabung ayam yang diselenggarakan di Istana, tetapi sesaat sabung ayam belum dilakukan Anusapati terpaksa melepaskan kerisnya atas desakan Pranajaya dan Tohjaya. Pada saat itu diarena terjadi kekacauan dan akhirnya peristiwa yang dikuatirkan Ken Dedes terjadi dimana kekacauan tersebut merengut nyawa Anusapati yang tergeletak mati diarena sabung ayam dibunuh adiknya Tohjaya tertusuk keris pusakanya sendiri. Kemudian jenasah Anusapati dimakamkan di Candi Penataran dan kejadian itu tetap dikenang orang, Anusapati adalah kakak dari Tohjaya dengan ibu Ken Dedes dan bapak Tunggul Ametung sedangkan Tohjaya adalah anak dari Ken Arok dengan Ken Umang itu memang diriwayatkan memiliki kesukaan menyabung ayam. Memang dalam cerita rakyat terutama Ciung Wanara mengisahkan bahwa keberuntungan dan perubahan nasib seseorang ditentukan oleh kalah menangnya ayam di arena sabung ayam, begitu juga Anusapati bukan kalah dalam adu ayam tetapi dalam permainan ini ia terbunuh.

Sedangkan di Bali permainan sabung ayam disebut TajenTajen berasal-usul dari tabuh rah, salah satu yadnya (upacara) dalam masyarakat Hindu di Bali. Tujuannya mulia, yakni mengharmoniskan hubungan manusia dengan bhuana agung. Yadnya ini runtutan dari upacara yang sarananya menggunakan binatang kurban, seperti ayam, babi, itik, kerbau, dan berbagai jenis hewan peliharaan lain. Persembahan tersebut dilakukan dengan cara nyambleh (leher kurban dipotong setelah dimanterai). Sebelumnya pun dilakukan ngider dan perang sata dengan perlengkapan kemiri, telur, dan kelapa. Perang sata adalah pertarungan ayam dalam rangkaian kurban suci yang dilaksanakan tiga partai (telung perahatan), yang melambangkan penciptaan, pemeliharaan, dan pemusnahan dunia. Perang sata merupakan simbol perjuangan hidup.

Tradisi ini sudah lama ada, bahkan semenjak zaman Majapahit. Saat itu memakai istilah menetak gulu ayam. Akhirnya tabuh rah merembet ke Bali yang bermula dari pelarian orang-orang Majapahit, sekitar tahun 1200.

Serupa dengan berbagai aktivitas lain yang dilakukan masyarakat Bali dalam menjalani ritual, khususnya yang berhubungan dengan penguasa jagad, tabuh rah memiliki pedoman yang bersandar pada dasar sastra. Tabuh rah yang kerap diselenggarakan dalam rangkaian upacara Butha Yad-nya pun banyak disebut dalam berbagai lontar. Misalnya, dalam lontar Siwa Tattwapurana yang antara lain menyebutkan, dalam tilem kesanga (saat bulan sama sekali tidak tampak pada bulan kesembilan penanggalan Bali). Bathara Siwa mengadakan yoga, saat itu kewajiban manusia di bumi memberi persembahan, kemudian diadakan pertarungan ayam dan dilaksanakan Nyepi sehari. Yang diberi kurban adalah Sang Dasa Kala Bumi, karena jika tidak, celakalah manusia di bumi ini.

Sedangkan dalam lontar Yadnya Prakerti dijelaskan, pada waktu hari raya diadakan pertarungan suci misalnya pada bulan kesanga patutlah mengadakan pertarungan ayam tiga sehet dengan kelengkapan upakara. Bukti tabuh rah merupakan rangkaian dalam upacara Bhuta Yadnya di Bali sejak zaman purba juga didasarkan dari Prasasti Batur Abang I tahun 933 Saka dan Prasati Batuan tahun 944 Saka.

Dalam kebudayaan Bugis sendiri sabung ayam merupakan kebudayaan telah melekat lama. Menurut M Farid W Makkulau, Manu’(Bugis) atau Jangang (Makassar) yang berarti ayam, merupakan kata yang sangat lekat dalam kehidupan masyarakat Bugis Makassar. Gilbert Hamonic menyebutkan bahwa kultur bugis kental dengan mitologi ayam. Hingga Raja Gowa XVI, I Mallombasi Daeng Mattawang Sultan Hasanuddin, digelari “Haaantjes van het Oosten” yang berarti “Ayam Jantan dari Timur.

Dalam kitab La Galigo diceritakan bahwa tokoh utama dalam epik mitik itu, Sawerigading, kesukaannya menyabung ayam. Dahulu, orang tidak disebut pemberani (to-barani) jika tidak memiliki kebiasaan minum arak (angnginung ballo), judi (abbotoro’), dan massaung manu’ (adu ayam), dan untuk menyatakan keberanian orang itu, biasanya dibandingkan atau diasosiasikan dengan ayam jantan paling berani di kampungnya (di negerinya), seperti “Buleng – bulengna Mangasa, Korona Mannongkoki, Barumbunna Pa’la’lakkang, Buluarana Teko, Campagana Ilagaruda (Galesong), Bakka Lolona Sawitto, dan lain sebagainya. Dan hal sangat penting yang belum banyak diungkap dalam buku sejarah adalah fakta bahwa awal konflik dan perang antara dua negara adikuasa, penguasa semenanjung barat dan timur jazirah Sulawesi Selatan, Kerajaan Gowa dan Bone diawali dengan “Massaung Manu”. (Manu Bakkana Bone Vs Jangang Ejana Gowa).

Pada tahun 1562, Raja Gowa X, I Mariogau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tunipalangga Ulaweng (1548 – 1565) mengadakan kunjungan resmi ke Kerajaan Bone dan disambut sebagai tamu negara. Kedatangan tamu negara tersebut dimeriahkan dengan acara ’massaung manu’. Oleh Raja Gowa, Daeng Bonto mengajak Raja Bone La Tenrirawe Bongkange’ bertaruh dalam sabung ayam tersebut. Taruhan Raja Gowa 100 katie emas, sedang Raja Bone sendiri mempertaruhkan segenap orang Panyula (satu kampong). Sabung ayam antara dua raja penguasa semenanjung timur dan barat ini bukanlah sabung ayam biasa, melainkan pertandingan kesaktian dan kharisma. Alhasil, Ayam sabungan Gowa yang berwarna merah (Jangang Ejana Gowa) mati terbunuh oleh ayam sabungan Bone (Manu Bakkana Bone).

Kematian ayam sabungan Raja Gowa merupakan fenomena kekalahan kesaktian dan kharisma Raja Gowa oleh Raja Bone, sehingga Raja Gowa Daeng Bonto merasa terpukul dan malu. Tragedi ini dipandang sebagai peristiwa siri’ oleh Kerajaan Gowa. Di lain pihak, kemenangan Manu Bakkana Bone menempatkan Kerajaan Bone dalam posisi psikologis yang kuat terhadap kerajaan – kerajaan kecil yang terletak di sekitarnya. Dampak positifnya, tidak lama sesudah peristiwa sabung ayam tersebut serta merta kerajaan – kerajaan kecil di sekitar Kerajaan Bone menyatakan diri bergabung dengan atau tanpa tekanan militer, seperti Ajang Ale, Awo, Teko, serta negeri Tellu Limpoe.

Rupanya sabung ayam pada dahulu kala di Nusantara bukan hanya sebuah permainan rakyat semata tetapi telah menjadi budaya politik yang mempengaruhi perkembangan sebuah dinasti kerajaan.

————————————-00000000000000000000———————————————————-

Inilah manfaat pemberian beras merah untuk ayam aduan

Inilah manfaat pemberian beras merah untuk ayam aduan

Inilah manfaat pemberian beras merah untuk ayam aduan – Bagi para penghobi ayam aduan pasti sangat memperhatikan pakan yang diberikan untuk ayamnya tersebut sebab pakan yang baik akan menentukan perkembangan dari ayam tersebut. Biasanya hal yang harus diperhatikan dalam pemberian pakan terhadap ayam adalah kandungan nutrisi yang lengkap seperti protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral dan yang lainnya. Biasanay kandungan nutrisi tersebut sudah ada dalam satu paket pakan ayam yang bisa dibeli di toko pakan hewan ternak namun terkadang ada sebagian orang yang tidak begitu yakin dengan pakan tersebut sebab seperti yang kita semua ketahui pakan buatan itu pasti ada campuran bahan tertentu yang kita tidak tahu efek samping dari mengkonsumsi pakan tersebut, namun bila kalian ingin memenuhi kebutuhan nutrisi ayam bisa memberikan beras merah, kenapa beras merah? karena manfaat beras merah memang banyak sekali terutama untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ayam aduan, baca juga artikel tentang cara menambah nafsu makan ayam.

Manfaat pemberian beras merah untuk ayam aduan

Perlu kalian tahu bahwa manfaat beras merah untuk ayam aduan itu banyak sekali sebab didalamnya terdapat nutrisi yang dibutuhkan ayam aduan seperti berbagai macam vitamin B dan E yang tinggi, selain itu beras merah ini juga ternyata memiliki khasiat sebagai obat berbagai macam penyakit yang mungkin bisa menyerang ayam, selain itu beras merah juga memiliki kandungan zat yang bermanfaat untuk untuk tubuh ayam seperti mineral, gizi, vitamin dan juga serat. Namun pemberian beras merah ini diberikan kepada ayam yang sudah dewasa atau saat pertumbuhan bulunya sudah selesai karena dalam masa ini ayam sangat membutuhkan nutrisi untuk membentuk tubuhnya.

Ayam aduan yang diberikan beras merah ini tubuhnya akan kekar dan juga terlihat padat dan kondisi tersebut akan cocok untuk ayam yang memiliki kemampuan bertarung yang mengandalkan pukulannya karena pasti dengan tubuh yang kekar tersebut pukulannya akan semakin mematikan, jadi bila kalian ingin memberikan nutrisi yang tepat untuk ayam aduan kalian bisa mencoba memberikannya beras merah tetapi pakan ini bukan sebagai makanan pokok untuk ayam karena pakan ini hanya sebagai pakan tambahan saja dan untuk menambah nutrisi ayam aduan juga bisa diberikan pakan tambahan seperti sayuran kangkung, kecambah, taoge, daun pisang muda dan yang lainnya selain itu juga bisa diberikan gabah yang sebelumnya sudah direndam dengan air terlebih dahulu supaya ayam lebih mudah dalam mencernanya, pemberian gabah ini sebaiknya jangan terlalu sering sebab ayam yang tidak terbiasa mengkonsumsi gabah akan sulit dalam membuang kotorannya.

Demikianlah informasi tentang manfaat beras merah, semoga informasi ini bisa berguna dan bermanfaat untuk kalian semua, sekian dari saya dan terima kasih.

sumber: http://www.infopeternakan.com/inilah-manfaat-pemberian-beras-merah-untuk-ayam-aduan.html

Jenis-jenis ayam bekisar beserta cirinya

Jenis-jenis ayam bekisar beserta cirinya
Jenis-jenis ayam bekisar beserta cirinya – Mungkin ada diantara kalian yang belum tahu tentang jenis ayam ini karena ayam bekisar merupakan hasil persilangan antara ayam hutan hijau jantan dengan ayam kampung betina. Ayam ini banyak dipelihara karena bentuk tubuhnya yang indah dengan ditumbuhi bulu-bulu yang menawan, selain itu ayam ini juga memiliki suara yang merdu saat berkokok. Kualitas dari ayam ini sendiri akan mulai terlihat pada usia 6 bulanan.

Ayam bekisar sendiri memiliki beberapa jenis, untuk membedakan jenisnya biasanya dapat dilihat melalui warna bulunya. Warna bulunya tersebut terbentuk atas warna bulu dari indukan betinanya, sedangkan postur tubuhnya didominasi oleh indukan jantannya. Nah bagi kalian yang belum tahu jenis-jenis ayam ini maka bisa melihatnya dibawah ini.

  1. Ayam bekisar Putih

    Jenis ini dapat dibilang keturunan pertama dari pejantan ayam hutan hijau dengan induk betina ayam ras putih. dan hasilnya disebut bekisar putih dengan ciri-ciri sebagai berikut :
    a. Warna bulunya hanya putih
    b. Postur badannya ramping
    c. Jenggernya besar dan juga berwarna merah.
    d. Warna kakinya agak sedikit putih

  2. Ayam bekisar Hitam

    Jenis ini merupakan keturunan pertama dari hasil silangan antara pejantan ayam hutan hijau dengan indukan betina ayam cemani hitam. cirinya sebagai berikut :
    a. Seluruh tubuhnya itu berwarna hitam
    b. Bulunya juga hitam dan juga kaki, jari, mata

  3. Ayam bekisar multi warna

    Jenis ini sejatinya merupakan keturunan pertama dari hasil silangan antara ayam hutan hijau dan induk betina ayam kampung yang berbulu apa saja, bisa merah, kuning, abu-abu, coklat dll. cirinya sendiri warna bulunya berwarna warni.

Demikianlah informasi tentang ayam bekisar, semoga informasi ini dapat berguna dan bermanfaat untuk kalian semua, sekian dan terima kasih.

ayam laga philipine petarung pisau

ayam laga philipine petarung pisau suci bloody warrior

roundhead
 
sekilas kronologi ayam adu philipine,sebelum era tahun 1980 di philipine ayam adu yang di gunakan masih di dominasi ayam lokal philipine,kemudian setelah masuk nya ayam adu dari amerika yang di kenal sebagai texas game fowl ,padakurun waktu tahun 1980 perkembangan kualitas ayam adu di philipine mulai berubah,namun pada saat itu kepemilikan galur murniayam texas masih terbatas hanya di kalangan orang kaya saja,dan kalangan ini membatasi peredaran garis keturunan ayam import ini,mereka tidak ingin garis keturunan import ini jatuh ketangan penghobi biasa/kecil,dan karena susah nya peternak kecil mendapatkan bibit unggul ini maka terjadilah praktek praktek ilegal seperti ,menjadi tamu tak diundang pada tengah malam/membayar tukang rawat ayam di peternakan besar untuk mendapatkan telur/anak ayam berkualitas tampa sepengetahuan pemilik
 
roundhead yang belum di potong jengger nya
 
pisau tempur untuk ayam adu philipine
 
albany
 
blue face
 
butcher
 
cardinal
 
claret
 
gilmore hatch
 
chets or red quill
 
goldenboy sweater
 
sabung ayam di philipine sangat berkembang karena banyak nya arena sabung ayam yang menjadi pemacu perkembangan kualitas ayam adu,karena sering nya uji tempur ayam di kalangan menjadikan penyeleksian ayam menjadi ketat dan baik
 
hgygreystallion
 
hgyredstallion
 
johniie jumper kelso
 
jumper radio
 
para penghobi ayam tangkas di philipine memiliki kebiasaan untuk memotong jengger dan pial ayam adu mereka yang telah siap untuk di bawa ke pit,hal ini menurut mereka adalah ,untuk melindungi ayam dari parasit,dan penyakit blue comb atau jengger biru,dan juga mengurangi area serangan nyamuk di kepala,selain itu pemotongan jengger di maksudkan agar ayam terlihat lebih garang dan juga sebagai ciri ayam aduan pisau /steel game
aslinya ayam adu philipine adalah berjengger seperti ayam pelung
 
lemon
 
lemon 84 the legend
 
mr paeng dengan lemon 84 yang merupakan temuan nya dari hasil experimen penyilangan nya
 
di philipine ada ajang kejuaraan sabung ayam yang cukup bergengsi yaitu WSC /WORLD SLASHER CUP yang merupakan acara olimpiade nya adu ayam di philipine khusus ayam tarung menggunakan pisau di kaki,di ajang inilah ketangguhan ayam ayam dari berbagai wilayah di philipine serta tamu dari negara lain menguji ketangguhan ayam ayam hasil ternak mereka dan ajang ini sekaligus untuk mempromosikan ayam ayam peternak yang tampil,hanya peternak ayam petarung terbaik yang memiliki keberanian untuk mengikuti acara ini karena untuk mengikut sertakan ayam dalam lomba ini di samping ayam yang bagus juga di perlukan modal yang cukup besar
ajang ini sangat efektif dalam rangka promosi dan bisnis,bagi ayam yang menang maka popularitas peternak melambung dan yang terjadi kemudian adalah banjir nya order pemesanan ayam adu kepada peternak yang ayam nya memenangkan pertandingan,dan untuk harga perekor nya jangan di tanya cukup untuk membeli rumah btn tipe 21
 
 
original red kelso thn 80’an
 
manziel grey
 
madigan claret
 
melsim black
 
miner blue
 
pumpkin hulsey
 
kelso
 
white claret
 
racey mugg
 
 
pada tahun tahun awal diadakan nya kompetisi WSC ayam texas amerika sangat mendominasi kemenangan,diantaranya yaitu ayam yang di beri nama lemon 84 mr paeng araneta yang meraih kemenangan beruntun,yang merupakan ayam dari garis darah pure texas cock fighte

Macam-Macam Ayam Aduan

Ternak Ayam ~ Sudah pada tahu belum bahwa selain ayam Bangkok yang sering digunakan oleh para tukang sabung ayam, ada jenis ayam aduan lainnya yang tak kalah hebat dari ayam Bangkok tersebut. Postingan saya ini khusus saya buatkan untuk para tukang sabung yang gemar bermain judi dengan ayamnya. Oh iya, untuk anda tukang sabung ayam cepat-cepat berhenti dari hobi anda itu, selain hal tersebut dapat menyiksa ayam anda hal itu juga merupakan perbuatan dosa dalam agama. Nih… saya bagikan kepada anda macam-macam ayam aduan :

Ayam Burma

ayam-burma
Dalam bertarung, jenis ayam petarung yang satu ini punya semangat memenangkan pertarungan yang sangat luar biasa. Gaya bertarung begitu ofensif, menyerang langsung ke arah lawan. Karakter ayam Burma yang kuat, seringkali memberi ide kepada para penggemar ayam petarung untuk mengawinkan ayam Burma dengan ayam Bangkok. Tujuannya supaya dihasilkan keturunan ayam yang membawa karakter induk.

Ayam Filipina

ayam-filipina
Ayam Filipina atau Ayam Saigon adalah ayam dari Filipina yang khas dengan kepala botaknya, ayam ini sangat tahan banting dengan kekuatan pukulan melebihi beberapa ayam petarung lainnya, dapat di bilang ayam ini adalah ayam terkuat dari ayam aduan lainnya ketika menerima pukulan lawan.

Ayam Brazilian

ayam-brazilian
Ayam Brazilian atau Ayam Brazil adalah ayam yang berasal dari negara Brazil di benua Amerika Selatan, yang di mana ayam ini memiliki warna bulu yang khas yaitu cokelat kekuning-kuningan, ayam ini memiliki gaya bertarung yang lincah dan cerdas dalam bertarung.

Ayam Siam

ayam-siam
Hampir mirip dengan ayam Burma, ayam Siam juga memiliki karakter yang pantang menyerah ketika di arena. Ayam ini mempunyai pukulan yang cukup keras dan gaya bertarung paling variatif dibandingkan ayam aduan lainnya.

Ayam Shamo

ayam-shamo
Ayam Shamo dikenal juga dengan julukan Ninja Mini dari Jepang. Dibandingkan ayam aduan lainnya, bentuk fisik ayam Shamo paling atletis. Satu hal lagi, ayam Shamo mempunyai pukulan yang akurat mengenai lawannya.

Ayam Ciparage

ayam-ciparage
Ayam Ciparage adalah ayam petarung asli indonesia yang tepatnya berasal dari desa cimalaya, ciparage karawang, konon ayam ini keturunan ayam dari Adipati Singaperbangsa yang biasa di buat ayam petarung pada jaman kerajaan terdahulu. Ayam ini memiliki akurasi jalu dan kecepatan yang dapat di handalkan. Namun ayam ini sudah sangat sulit untuk di temukan.
sumber: http://blogternakayam.blogspot.co.id/2015/03/macam-macam-ayam-aduan.html

HERB AS FEED ADDITIVE AND FEED SUPPLEMENT TO INCREASE BRIEF EFFICIENCY AND HEALTH

 

SP013

HERB AS FEED ADDITIVE AND FEED SUPPLEMENT TO INCREASE BRIEF EFFICIENCY AND HEALTH

Traditional medicinal herbs from natural ingredients of herbs have been used for generations by our ancestors to maintain stamina and treat some types of diseases. Traditional herb is often known as herbal medicine. Nowadays herbal medicine is not only used for humans only, but herbal medicine has started to be known among poultry farmers. They use some medicinal plants as traditional medicine for livestock as a substitute for factory-made drugs that are considered quite expensive, especially for middle-scale breeders down.

Since the monetary crisis to the present price of manufactured medicines perceived farmers are quite expensive. On the other hand, dose reduction or no administration of drugs, vitamins and vaccines in the maintenance of broiler chickens will cause a serious problem that is a decrease in health or even an increase in mortality. This will lead to a decrease in production so that no production standards are achieved. In addition to the price of drugs is quite expensive, the provision of drugs, antibiotics, hormones or vitamins in excessive broiler chickens feared will also affect the decline in the quality of meat, so that if consumed by humans continuously in the long term feared would be dangerous for his health.

The advantages and continuous use of drugs in the body can be a residue and little by little will be buried in the human body that can ultimately interfere with human health. From both of these reasons the breeder seeks to find another alternative as a substitute for factory-made drugs that is by utilizing some medicinal plants to be given to the livestock. Herbal medicine for these animals can be made by themselves at a relatively cheap price. The manner and rules of administration may be in the form of a solution mixed in drinking water or in the form of simplicia (flour) mixed into the ration as feed additive or feed supplement.

The purpose of feed additive in rations is to improve consumption, digestibility and endurance and reduce stress levels in broiler chickens. Additive feeds that are added generally use antibiotics. The use of antibiotics as feed additives results in residual carcass in broiler chickens. If chicken meat is consumed by humans then feared will become resistance to the antibiotic. This is different from the nature of herbal medicine, where herbal medicine for cattle is efficacious as feed additive and not an antibiotic, so not harmful to humans, even proven to increase consumption and appetite of broiler chickens.

Medicinal plants and their functions

Indonesia is known as a biodeversity country rich in flora and fauna. Several thousand types of medicinal plants exist in Indonesia. Indigenous medicinal plants of Indonesia are very potential to be used as additional feed ingredients (“feed supplement”) as well as “feed additives” mixed in drinking water. Some experts say that by giving some medicinal plants such as turmeric, garlic and papaya leaves mixed with poultry drinking water, can be avoided from bird flu disease. Besides, several other medicinal plants are efficacious to increase appetite such as temu lawak, galangal, ginger, kencur and aloe vera. While giving cat flour whiskers mixed in ransumnya known to facilitate the metabolism process in the chicken body so as to increase the growth and endurance of broiler chickens. According to Iin (2009) in Alex riana (2010) explains there are several medicinal plants that efficacious for chicken cattle, including:

Turmeric (Curcuma domestica), known as anti oxidant, anti microbial and anti-inflammatory. Turmeric contains essential oils of the monoterpen and sesquitterpen groups, yellow dye called kurkuminoid, protein, phosphorus, potassium, iron and vitamin C.

Ginger (Curcuma xanthorrhiza) can increase appetite, anti oxidant, anti microbial, anti cholesterol and anemia. Nutrients contained in temu lawak are kurkumin, kurkuminoid, mineral, essential oil, fat oil, carbohydrate and protein. Ginger and turmeric can be consumed in the form of beverages to prevent increased concentrations of cytokines in the body due to AI virus invasion with sub-type H5N1. This is effective, considering that the curcuma content present in both of them is potential as an inhibitor of cytokine synthesis

Giring (Curcuma heyneana), usually used for worm medicine

Temuireng (Curcuma aeruginosarhizome) is useful as a worm medicine and increases appetite. In temuireng contains many essential oils, tannins and kurkumenol.

Morinda citrifolia is an anti-inflammatory, anti-allergic and deadly bacteria that cause infection. In this mengkudu contains terpenoid substances, anti-bacterial substances and scolopetin.

Aloe vera plant. Aloe vera has containemodin and scutellaria which function as antiviral. The material is capable of destroying the enzymes contained in the bird flu virus

Papaya leaf (Carica papaya, Linn). Papaya leaf is efficacious as an amoeba killer drug and as a worm medicine and help increase appetite.

Worm (lumbricus rubellus) is a very high protein source of 76%. The benefits of these worms are the presence of antibacterial and inhibit the growth of E. Colk bacteria, increase endurance, increase appetite, as drugs etc.

Chairman of the Indonesian Association of Veterinary Poultry says that in Indonesia itself is currently available quite a lot of herbal ingredients that can be used to ward off the spread of bird flu virus. Medicinal plants are aloe vera, temulawak, and turmeric. While Sri Sulandri (researcher from LIPI) said that the routine provision of livestock herbs consisting of turmeric, galangal, temulawak, kencur and mengkudu fruit given to poultry can serve as stamina is to nourish and increase appetite.

Benefits and Results

From the results of research and the opinion of experts concluded that the provision of medicinal herbs or medicinal plants are mixed both in feed rations and chicken drinking water can be useful or efficacious for (1). increase chicken endurance (2) increase chicken weight growth (3). reduce the mortality rate and the number of sick chickens (4) increase the farmer’s income (5). get the non-cholesterol chicken because the resulting fat is reduced (6). get a smelling chicken carcass and fresh color and (7) reduce the smell of chicken manure (ammonia). Other benefits are the price of herbal medicine is cheaper, maintain stamina, increase appetite, prevent and treat some diseases such as respiratory diseases (Snot and CRD), coccidiosis, diarrhea and green stools and avoiding avian from avian influenza virus (Avian Influenza / AI).

The benefits of herbal medicine for livestock have long been studied by several researchers. One was done by Mr. Sumadi, as a researcher and also as a lecturer at one university in Semarang. He composed a medicinal plant consisting of chili Javanese (Piper retrofractum Vahl), rhizomes extract (Curcuma xanthorriza Roxb), rhizome extracts (Curcuma aeruginosa Roxb), lempuyang fragrant powder (Zingiber aromaticum, Val), honey bees, sugar cane as natural preservatives, and water. The herb is given to the chicken as an antidote to avian influenza spread. In the test try, he put the dead chickens infected with bird flu around the cage. From the results of the test was found the chickens were given herbs results of his concoction turned out all the chickens that escape treatment is not infected with bird flu. The test results were then investigated more thoroughly by Veterinary Center wates, Yogyakarta. And it turns out positive results. The herbs were given a positive response to the growth of chickens, had better chicken stamina (rarely sick and low mortality), very low carcass fat, the smell of meat and eggs are not fishy, ​​the yolk color is more orange / score above 7, and the smell of chicken manure (ammonia) around the cage is much less.

Similarly, from the results of trials conducted by Alex riana is a student of SMKN Agriculture Kab. Brass. From the test results try to the chickens are given herbal medicine results obtained the following results:

Table 1. Differences in the productivity of chickens given herbs and without herbal medicine with a maintenance period of 32 days