Arsip Tag: taji ayam

Cara Meruncingkan Jalu Ayam Bangkok Aduan Dengan Cepat

Dalam artikel kali ini kami akan membahas mengenai cara meruncingkan jalu ayam dengan cepat. Sebab jalu merupakan salah satu senjata yang digunakan ayam aduan yang alami untuk menyerang musuhnya di dalam suatu pertarungan ayam aduan. pada umumnya ayam aduan yang memiliki pukulan jalu akan mempunyai kesemapatan yang besar untuk memenangkan pertandingan. apalagi kalau ayam aduan tersebut memiliki jalu yang runcing dan tajam. Pasti dalam satu serangan bisa membuat lawan terluka parah.

Banyak sekali cara untuk membuat jalu ayam aduan menjadi runcing, salah satunya yaitu dengan menggunakan pecahan piring ataupun menggunakan pisau jalu. Caranya yaitu dengan memegang kedua kaki ayam aduan. lalu kita bisa mulai mengerok dengan pelan – pelan, jangan sampai terlalu dalam sebab bisa membuat ayam aduan kesakitan. Setelah selesai di kerok jalunya, baru kita amplas jalu tersebut sampai halus. Akan tetapi sebelum diruncingi sebaiknya kita harus tahu dan paham ayam tersebut masuk kedalam ayam tipe pukul atau tipe jalu. Supaya kita bisa memberikan perawatan yang tepat.
Setelah kita mengetahui ayam tersebut tergolong kedalam tipe jalu. Kita bisa mempersiapkan senjata pertarungannya yang alami yaitu taji dan paruh. Taji hanya muncul pada ayam bangkok jago. Dan juga ayam bangkok yang akan tubuh jalunya pasti akan menunjukan beberapa ciri – ciri seperti ada benjolan dan ketika ayam sudah dewasa tajinya akan muncuk. Sebelum si ayam layak dibilang sebagai ayam aduan, maka kita jangan pernah mengolah secara manual taji sendiri.
Kita bisa saja membiarkan jalu ayam kesayangan tumbuh sendiri, karena taji yang dimiliki ayam aduan pertumbuhannya hampir sama dengan kuku manusia. Untuk menunjang pertumbuhan jalu ayam, kita bisa berikan Kutek Oil agar jalu ayam cepat tumbuh dan kuat. Bila taji ayam tidak kuat maka kemungkinan besar taji tersebut bisa copot ataupun patah. Bila jalu ayam aduan copot, anda bisa berikan Jalu Sambung supaya bisa bertarung di arena laga. Setelah ayam siap untuk ditarungkan maka taji bisa bisa diruncingkan dengan cara di amplas dengan amplas bangunan yang paling halus. Kita harus hati – hati ketika sedang meruncingkan jalu ayam aduan. sebab jalu terdiri dari dua lapisan yaitu lapisan dalam jalu yang lunak dan juga lapisan luar yang paling keras.
Bila lapisan yang paling keras pada jalu ayam aduan rusak, maka jalu tersebut akan tumpul seperti kuku jari yang kita potong dengan gunting kuku. Sedangkan bila jalu ayam terlalu tipis, maka ayam aduan bisa merasakan sangat nyeri dan sakit. Ayam aduan tersebut sudah bisa dipastikan tidak akan bisa mengalahkan lawan di gelanggang adu. Cara merawat taji ayam aduan yang baik dan benar yaitu dengan melumuri jalu dengan minyak rasional untuk membuat jalu menjadi kuat dan kokoh, atau bisa juga dengan Sf Oil supaya jalu ayam menjadi keras dan kuat.
Selain dengan membaluri dengan minyak rasional, perawatan jalu ayam aduan juga bisa dengan mengkompres taji tersebut dengan minyak rasioanl, tetapi kita harus sangat hati – hati sebab dalam pengompresan yang kita lakukan menggunakan zat kimia. Kalau kita melakukan kesalahan sedikit saja bisa berdampak yang sangat buruk bagi ayam aduan, dan bisa membuat jalu rusak dan tidak kuat.
Demikian ulasan yang bisa kami sampaikan pada kesempatan kali ini tentang cara meruncingkan jalu ayam aduan denagn cepat. Semoga ulasan diatas bisa berguna bagi para pembaca sekalian. Terima kasih

Sejarah Ayam Onagadori

Sejarah Ayam Onagadori

AyamOnagadori – Percayakah anda jika ada unggas yang memiliki ekor sepanjang 20 kaki? Para peternak dibarat daya Jepang telah membiakkan unggas ini semenjak tiga abad lalu. Seekor ayam yang indah, berevolusi dari jenis ayam domestik biasa, unggas berekor panjang biasanya berwarna hitam dan putih tetapi ada juga yang berwana merah dan hitam atau seluruhnya berwarna putih.orang jepang menamakan Onagadori dari “O” yang berarti ekor, “naga” yang berarti panjang dari “dori” yang berarti unggas. Hanya ayam jantan saja yang bisa memanjangkan ekornya. Saya adalah fisiolog burung yang adalah peranakan Jepang, meskipun perbendaharaan kata Jepang saya terbatas. saya menjadi tertarik dengan unggas berekor panjang ini saat kunjungan ke Universitas Nagoya tahun 1967, saat itu penelitian mengenai ayam ini sedang berjalan.dengan dukungan dari National Geographic Society,saya kembali lagi ke Jepang bulan april 1970 untuk mempelajari lebih dalam mengenai unggas ini.rencana saya termasuk membawa beberapa telur ayam ini ke Amerika Serikat.penetasan telur yang sukses dapat memberi peluang bagi negara Amerika Serikat memiliki agar memiliki stok bagi penelitian di bidang genetik,pertumbuhan sel,dan proses perubahannya.saya berangkat ke Jepang membayangkan gambaran yang keliru.dari foto yang pernah saya lihat mengenai ayam berekor panjang menunjukkan unggas itu bertengger di atas lampu ukir batu atau dahan pohon pinus dengan pemandangan latar pelataran sebuah kuil.dari foto ini sayaa memiliki anggapan bahwa onagadori telah menjadi peliharaan para biksu dari sekte religius tertentu.tidak begitu.saya dengan cepat menyadari bahwa ayam ini menjadi peliharaan kegemaran bagi pengagum dan penghoby,yang mana kebanyakan dari mereka tidak bisa seenaknya memajang si ekor panjang di kediaman mereka yang biasa-biasa saja ,dan maka dari itu mereka membawa piaraan mereka ke tempat-tempat yang sesuai dengan kemegahan bulu unggas mereka seperti latar belakang kuil guna diabadikan.

Keterbatasan gerak si ekor panjang

Satu yen guna keunikan tersendiri melanda hampir seluruh peternak unggas ini.mereka berkonsentrasi untuk menciptakan perubahan warna ataupun supaya ekornya lebih panjang lagi,atau daya upaya menciptakan unggas yang dapat memenuhi kriteria spesifik penjurian dalam standard pertandingan. Ditemani oleh juru foto Eiji Miyazawa dan penterjemah Syuichi Itoh,saya melakukan perjalanan dari daerah barat daya kota Tokyo menuju kota Kochi di pulau Shikoku.Untuk bertemu dengan seseorang yang sudah berhasil mencapai suatu perubahan warna yang menakjubkan,sebuah keahlian yang disebut pembiakan eksperimental.Hampir semua Onagadori di Jepang adalah anakan dari unggasnya Masashi Kubota.Pak Kubota telah setuju untuk menginijinkan kami melihat dan mengabadikan koleksi unggasnya yang luar biasa,diternakkan selama bertahun-tahun dengan metode pembiakan selektif.Beliau membiakkan ketiga varietas utama dari si ekor panjang ini si hitam putih Shirafuji dan jenis lain yang muncul dari jenis ini,si merah hitam Akasa Onaga dan si putih salju Shiro-onaga.Pak Kubota menyimpan hampir seluruh piaraannya di gedung Onagadori Center yang baru,disebelah jalan raya dibagian kota Kochi daerah yang disebut Nankoku.Para pelancong mampir untuk minum teh dan membeli roti sandwich buatan slah satu anak perempuan Pak Kubota yang menawan.Dengan tambahan biaya 30 sen,para pelancong bisa memasuki ruangan showroom gedung itu untuk melihat koleksi si ekor panjang yang ada.Kami berjumpa dengan Pak Kubota di gedung Onagadori Center,dan dia menuntun kami melewati ruang minum teh menuju ke showroom dibelakangnya, yang di desain khusus untuk pembiakan dan untuk memamerkan koleksi unggas-unggasnya yang bernilai tersebut.”Tak ada suatu rahasia mengenai pembiakan ayam berekor panjang ini”, dia mengatakan kepada kami. “Siapapun orangnya dia harus meilii koleksi unggas yang baik dan mencari ayam yang tenang dan tidak terlalu gaduh, dan orang itu harus memastikan unggasnya tetap berada dalam kondisi yang sehat dan terus melatih unggasnya untuk tahan terhadap kondisi terkurung”.Beberapa ayam tampak di depan kami menatap dari balik kotak tinggi yang khusus di buat seukuran ayam.Sebuah pintu kaca memungkinkan kami untuk dapat melihat isi kotak sempit itu , ekor ayam itu bergulung dalam bundaran-bundaran yang dikaitkan pada cantolan didinding kotak. Terkecuali kalau perlu dilatih atau dipamerkan, ayam-ayam disimpampan terus dikotak secara konstan untuk melindungi bagian ekornya yang panjang sekali itu.Jika unggas itu menjadi sakit atau jatuh dari tempat bertenggernya, ekor panjangnya yang bagus itu bisa patah/putus.Tampak dibaris sebrangnya ayam pejantan dengan ekor penjepit menikmati kebebasan gerak yang lebih. Ayam yang dipilih untuk pembiakan biasanya mereka yang tidak tahan berada dilingkungan yang dikurung seperti didalam kotak.

Ayam bangsawan membutuhkan punggawanya.

Kami menemani Pak Kubota selagi dia mengambil seekor ayam jenis Shiro-Onaga putih untuk diajak jalan-jalan dihalaman belakang rumahnya.Beliau membopong ekor ayam itu yang panjangnya 25 kaki seperti punggawa yang mengikuti kemana rajanya berjalan, guna melindungi bulu-bulu ekor tersebut agar tidak tersangkut diantara batu-batu tajam.Di gedung Onagadori Center Pak Kubota memperlihatkan kepada kami penyimpanan telur-telur Onagadorinya, yang anehnya untuk setiap pejantan si betina akan memproduksi 2 betina.Telur-telur ini lebih kecil dibanding telur ayam biasa, yang mana sangatlah sulit untuk ditetaskan.Saya merasa sangat tersanjung ketika si pemilik memberi 30 telurnya untuk dibawah ke Amerika Serikat.Hikayat Onagadori di Jepang dimulai 200 tahun lalu, saat ayam khusus ini dikembang biakkan dari ayam lokal.Arak-arakan kebesaran feodal pada abad ke17 tampaknya memacu perkembangan setiap tahun tuan-tuan tanah harus melayani sebagai pembantu pribadi untuk shogun, hidup dengan istri mereka dan anak-anaknya di istana.Para punggawa pembawa tombak membawa senjata yang didekorasi dengan indah memimpin iring-iringan rombongan ke Edo (sekarang Tokyo).Bangsawan Yamanouchi, tuan tanah kedua dari daerah Kochi, mencari patokan penanda yang lain dari yang lain,menginginkan bulu si ekor panjang. Dia memerintahkan penghargaan  bagi ayam berekor panjang, dan menyuruh anak buahnya membuat hiasan  dari bulu si ekor panjang bagi ujung pisau tombak seremonialnya.Yang dianggap sebagai pengembang sebenarnya dari si ekor panjang adalah Riemon Takechi,yang hidup sekitar 1655 dalam pemerintahan bangsawan Yamanouchi.Sebuah monumen patung terbuat dari batu dari Takechi berdiri dekat rel kereta api listrik antara Kochi dan Nankoku.Dua ekor ayam berekor panjang dipahat disisinya menghadap ke arah kereta yang lewat.
Takechi menyibukkan diri dengan membiakkan ayam sehingga mempunyai ekor yang panjang.
Bulu ekor ayam ekor panjang di abad ke 17 kemungkinan adalah varitas Shokoku tidak lebih panjang 3 kaki.Jenis Shokoku adalah salah satu varitas yang masih bertahan keberadaannya yang lainnya varitas Minohiki,Totenko,Kuro Gashiwa,dan Ohiki – semua memiliki gen untuk memanjangkan ekornya.Tetapi unggas-unggas ini berganti bulu setiap tahunnya, dan demikianlah tidak sanggup menyamai Onagadori asli ,yang bisa mempertahankan ekor yang sama sepanjang hidupnya.

Bertahan hidup walaupun terancam oleh perang

Berakhirnya feodalisme di abad ke 19 menghapus permintaan bagi bulu Ayam Onagadori.Walaupun begitu tradisi memelihara ayam ini entah bagaimana caranya menemukan secara kebetulan yaitu suatu kombinasi genetik yang mengarah kepada trah ayam berekor panjang yang asli.Tahun 1908 para peternak unggas  ini membentuk Asosiasi Pelestarian Unggas Berekor Panjang.
Baru kemudian tahun 1923 pemerintah Jepang melindungi unggas ini dengan menjadikannya sebagai obyek  Pelestarian  Alam.Masa-masa  kekacauan  akibat Perang Dunia II hampir saja memusnahkan unggas ini , tetapi kemudian asosiasi pelestarian dibangkitkan kembali,dan sebuah peraturan pemerintahan tahun 1952 mengaangkat Onagadori  sebagai sebuah Obyek Spesial Pelestarian Alam.
Hari ini populasi unggas berekor panjang di Jepang tampak disan sini, walau diseantero negri tidak lebih dari dua lusin para penggemar dan peternak unggas ini.Pengembangbiakan  unggas ini terkonsentrasi di kawasan Kochi dan sekitar daerah Ise untuk bertemu dengan Motokaka Kawanami(hal.berikut), yang memelihara Onagadori dengan tujuan utama mencapai panjang ekor secara  maksimum (hal.845 dan 854).Beliau dengan bangga memperlihatkan jenis merah dan hitam Akazasa yang megah.
“Saya memiliki stok yang sangat sedikit,”pak Kawanami menjelaskan.Tahun lalu dengan jumlah stok ini  saya hanya mendapatkan 15 telur dan hanya bisa mendapat dua betina untuk diternakkan.”
Akhirnya , di kota Nagoya, kami mengunjungi  rumah apartemen Bu Isamu Kawamura, yang  memelihara unggas berekor panjang  ini dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas mereka di depan para juri pertandingan-seperti warna helai bulu,tipe gelombang ekornya dan ukuran tubuh ayam tersebut.
Pak Kawamura sedang di kantor  saat kunjungan kami tersebut,tetapi bu Kawamura sempat menunjukan  ketiga kotak tempat ayam , yang dengan jenius diletakkan di bagian  belakang flat mereka yang sempit.Pada waktu itu dua ayam jenis putih dan hitam Shirafuji tampak ada disana(gambar bawah).
Selagi kami mencicipi teh hijau di ruang tamu ,lima ayam yang telah diawetkan memandang ke arah kami.Piala-piala yang dimenangkan oleh unggas-unggas ini dipamerkan dalam sebuah almari yang sudah hampir penuh , dan sebuah sanjak yang memenangkan perlombaan sajak tingkat nasional tergantung di dinding.
“Apa para tetangga ada yang keberatan mengenai anda memelihara unggas di rumah susun ini?” saya menanyakan kepada Bu Kawamura.
“Tidak, mereka sangat pengertian.Mereka tahu bahwa saya dan suami saya sangat menyukai ayam-ayam ini. Tapi  kami kuatir suara kokok mereka saat fajar akan menggangu tetangga disekitar kami.”
Setelah 5 minggu di Jepang, saya terbang kembali ke Amerika dengan 30 telur Onagadoriku yang dibungkus dalam stereofoam.
Sekarang, di laboratorium Universitas Kalifornia di kota Davis 15 ayam telah menetas dari telur-telur itu anak ayam yang berpotensi bagi suatu riset penelitian.
Hippokrates di abad ke lima sebelum masehi  mengemukakan ilmu pengetahuan mengenai embiriologi dengan beberapa deduksi yang dibuatnya berdasar penelitian dari embiro ayam.Percobaan transplantasi ayam oleh Berthold tahun 1849 adalah awal sebuah bidang ilmu yang rumit disebut endokrinologi, dan eksperimen Peyton Rous dengan ayam tahun 1911 yang pertama mendemonstrasikan peranan sebuah virus dalam penyakit tumor.
Si ekor panjang bisa juga memberikan suatu konstribusi bagi ilmu pengetahuan.

Para peneliti masih perlu banyak mempelajarinya

Banyak pertanyaan yang masih belum terjawab.
Bagaimana sel spesial di folikel bulu Onagadori merespon hormon-hormon yang bersirkulasi di darah ayam?
Apakah yang akaan terjadi dengan sel-sel spesial ini jika mereka transplantasikan di jaringan ekor embrio dari ayam betina atau ayam jantan lokal?
Proses perubahan bentuk bulu ayam-gugurnya secara periodik dari bulu ekor-masih menyodorkan teka-teki utama mengenai fisiologi ayam.
Saya percaya kita harus melakukan usaha keras untuk menyelamatkan semua varitas ayam berekor panjang sehingga gen ayam tersebut dapat dilestarikan bagi keturunan dimasa mendatang.
Sementara ini, penghargaan utama bagi pelestarian dan pengembangan  ayam berekor panjang jatuh pada para penggemar ayam ini di Jepang.
Melewati  usaha mereka dengan tekun merawat Ayam Onagadori, jenis ini akan terus berjaya-bahkan mempesona-para wisatawan yang bersusah payah meluangkan wakunya untuk melihat ayam yang berdiri megah ini dengan ekornya yang sangatlah panjang.

Source : Frank X Ogasawara Ph.D Photographer Eiji Miyazawa, Black Star

Sejarah Sabung Ayam Di Nusantara Bukan Sekedar Permainan Semata

Sabung Ayam di Bali 1915 (Koleksi http://www.kitlv.nl)

Adu Ayam Jago atau biasa disebut sabung ayam merupakan permainan yang telah dilakukan masyarakat di kepulauan Nusantara sejak dahulu kala. Permainan ini merupakan perkelahian ayam jago yang memiliki taji dan terkadang taji ayam jago ditambahkan serta terbuat dari logam yang runcing. Permainan Sabung Ayam di Nusantara ternyata tidak hanya sebuah permainan hiburan semata bagi masyarakat, tetapi merupakan sebuah cerita kehidupan baik sosial, budaya maupun politik.

Permainan Sabung Ayam di pulau Jawa berasal dari folklore (cerita rakyat) Cindelaras yang memiliki ayam sakti dan diundang oleh raja Jenggala, Raden Putra untuk mengadu ayam. Ayam Cindelarasdiadu dengan ayam Raden Putra dengan satu syarat, jika ayam Cindelaras kalah maka ia bersedia kepalanya dipancung, tetapi jika ayamnya menang maka setengah kekayaan Raden Putra menjadi milik Cindelaras. Dua ekor ayam itu bertarung dengan gagah berani. Tetapi dalam waktu singkat, ayam Cindelaras berhasil menaklukkan ayam sang Raja. Para penonton bersorak sorai mengelu-elukan Cindelaras dan ayamnya. Akhirnya raja mengakui kehebatan ayam Cindelaras dan mengetahui bahwa Cindelaras tak lain adalah putranya sendiri yang lahir dari permaisurinya yang terbuang akibat iri dengki sang selir.

Sabung ayam juga menjadi sebuah peristiwa politik pada masa lampau. Kisah kematian Prabu Anusapati dari Singosari yang terbunuh saat menyaksikan sabung ayam. Kematian Prabu Anusapati terjadi pada hari Budha Manis atau Rabu Legi ketika di kerajaan Singosari sedang berlangsung keramaian di Istana Kerajaan salah satunya adalah pertunjukan sabung ayam. Peraturan yang berlaku adalah siapapun yang akan masuk kedalam arena sabung ayam dilarang membawa senjata atau keris. Sebelum Anusapati berangkat ke arena sabung ayam, Ken Dedes ibu Anusapati menasehati anaknya agar jangan melepas keris pusaka yang dipakainya jika ingin menyaksikan sabung ayam yang diselenggarakan di Istana, tetapi sesaat sabung ayam belum dilakukan Anusapati terpaksa melepaskan kerisnya atas desakan Pranajaya dan Tohjaya. Pada saat itu diarena terjadi kekacauan dan akhirnya peristiwa yang dikuatirkan Ken Dedes terjadi dimana kekacauan tersebut merengut nyawa Anusapati yang tergeletak mati diarena sabung ayam dibunuh adiknya Tohjaya tertusuk keris pusakanya sendiri. Kemudian jenasah Anusapati dimakamkan di Candi Penataran dan kejadian itu tetap dikenang orang, Anusapati adalah kakak dari Tohjaya dengan ibu Ken Dedes dan bapak Tunggul Ametung sedangkan Tohjaya adalah anak dari Ken Arok dengan Ken Umang itu memang diriwayatkan memiliki kesukaan menyabung ayam. Memang dalam cerita rakyat terutama Ciung Wanara mengisahkan bahwa keberuntungan dan perubahan nasib seseorang ditentukan oleh kalah menangnya ayam di arena sabung ayam, begitu juga Anusapati bukan kalah dalam adu ayam tetapi dalam permainan ini ia terbunuh.

Sedangkan di Bali permainan sabung ayam disebut TajenTajen berasal-usul dari tabuh rah, salah satu yadnya (upacara) dalam masyarakat Hindu di Bali. Tujuannya mulia, yakni mengharmoniskan hubungan manusia dengan bhuana agung. Yadnya ini runtutan dari upacara yang sarananya menggunakan binatang kurban, seperti ayam, babi, itik, kerbau, dan berbagai jenis hewan peliharaan lain. Persembahan tersebut dilakukan dengan cara nyambleh (leher kurban dipotong setelah dimanterai). Sebelumnya pun dilakukan ngider dan perang sata dengan perlengkapan kemiri, telur, dan kelapa. Perang sata adalah pertarungan ayam dalam rangkaian kurban suci yang dilaksanakan tiga partai (telung perahatan), yang melambangkan penciptaan, pemeliharaan, dan pemusnahan dunia. Perang sata merupakan simbol perjuangan hidup.

Tradisi ini sudah lama ada, bahkan semenjak zaman Majapahit. Saat itu memakai istilah menetak gulu ayam. Akhirnya tabuh rah merembet ke Bali yang bermula dari pelarian orang-orang Majapahit, sekitar tahun 1200.

Serupa dengan berbagai aktivitas lain yang dilakukan masyarakat Bali dalam menjalani ritual, khususnya yang berhubungan dengan penguasa jagad, tabuh rah memiliki pedoman yang bersandar pada dasar sastra. Tabuh rah yang kerap diselenggarakan dalam rangkaian upacara Butha Yad-nya pun banyak disebut dalam berbagai lontar. Misalnya, dalam lontar Siwa Tattwapurana yang antara lain menyebutkan, dalam tilem kesanga (saat bulan sama sekali tidak tampak pada bulan kesembilan penanggalan Bali). Bathara Siwa mengadakan yoga, saat itu kewajiban manusia di bumi memberi persembahan, kemudian diadakan pertarungan ayam dan dilaksanakan Nyepi sehari. Yang diberi kurban adalah Sang Dasa Kala Bumi, karena jika tidak, celakalah manusia di bumi ini.

Sedangkan dalam lontar Yadnya Prakerti dijelaskan, pada waktu hari raya diadakan pertarungan suci misalnya pada bulan kesanga patutlah mengadakan pertarungan ayam tiga sehet dengan kelengkapan upakara. Bukti tabuh rah merupakan rangkaian dalam upacara Bhuta Yadnya di Bali sejak zaman purba juga didasarkan dari Prasasti Batur Abang I tahun 933 Saka dan Prasati Batuan tahun 944 Saka.

Dalam kebudayaan Bugis sendiri sabung ayam merupakan kebudayaan telah melekat lama. Menurut M Farid W Makkulau, Manu’(Bugis) atau Jangang (Makassar) yang berarti ayam, merupakan kata yang sangat lekat dalam kehidupan masyarakat Bugis Makassar. Gilbert Hamonic menyebutkan bahwa kultur bugis kental dengan mitologi ayam. Hingga Raja Gowa XVI, I Mallombasi Daeng Mattawang Sultan Hasanuddin, digelari “Haaantjes van het Oosten” yang berarti “Ayam Jantan dari Timur.

Dalam kitab La Galigo diceritakan bahwa tokoh utama dalam epik mitik itu, Sawerigading, kesukaannya menyabung ayam. Dahulu, orang tidak disebut pemberani (to-barani) jika tidak memiliki kebiasaan minum arak (angnginung ballo), judi (abbotoro’), dan massaung manu’ (adu ayam), dan untuk menyatakan keberanian orang itu, biasanya dibandingkan atau diasosiasikan dengan ayam jantan paling berani di kampungnya (di negerinya), seperti “Buleng – bulengna Mangasa, Korona Mannongkoki, Barumbunna Pa’la’lakkang, Buluarana Teko, Campagana Ilagaruda (Galesong), Bakka Lolona Sawitto, dan lain sebagainya. Dan hal sangat penting yang belum banyak diungkap dalam buku sejarah adalah fakta bahwa awal konflik dan perang antara dua negara adikuasa, penguasa semenanjung barat dan timur jazirah Sulawesi Selatan, Kerajaan Gowa dan Bone diawali dengan “Massaung Manu”. (Manu Bakkana Bone Vs Jangang Ejana Gowa).

Pada tahun 1562, Raja Gowa X, I Mariogau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tunipalangga Ulaweng (1548 – 1565) mengadakan kunjungan resmi ke Kerajaan Bone dan disambut sebagai tamu negara. Kedatangan tamu negara tersebut dimeriahkan dengan acara ’massaung manu’. Oleh Raja Gowa, Daeng Bonto mengajak Raja Bone La Tenrirawe Bongkange’ bertaruh dalam sabung ayam tersebut. Taruhan Raja Gowa 100 katie emas, sedang Raja Bone sendiri mempertaruhkan segenap orang Panyula (satu kampong). Sabung ayam antara dua raja penguasa semenanjung timur dan barat ini bukanlah sabung ayam biasa, melainkan pertandingan kesaktian dan kharisma. Alhasil, Ayam sabungan Gowa yang berwarna merah (Jangang Ejana Gowa) mati terbunuh oleh ayam sabungan Bone (Manu Bakkana Bone).

Kematian ayam sabungan Raja Gowa merupakan fenomena kekalahan kesaktian dan kharisma Raja Gowa oleh Raja Bone, sehingga Raja Gowa Daeng Bonto merasa terpukul dan malu. Tragedi ini dipandang sebagai peristiwa siri’ oleh Kerajaan Gowa. Di lain pihak, kemenangan Manu Bakkana Bone menempatkan Kerajaan Bone dalam posisi psikologis yang kuat terhadap kerajaan – kerajaan kecil yang terletak di sekitarnya. Dampak positifnya, tidak lama sesudah peristiwa sabung ayam tersebut serta merta kerajaan – kerajaan kecil di sekitar Kerajaan Bone menyatakan diri bergabung dengan atau tanpa tekanan militer, seperti Ajang Ale, Awo, Teko, serta negeri Tellu Limpoe.

Rupanya sabung ayam pada dahulu kala di Nusantara bukan hanya sebuah permainan rakyat semata tetapi telah menjadi budaya politik yang mempengaruhi perkembangan sebuah dinasti kerajaan.

————————————-00000000000000000000———————————————————-

ayam laga philipine petarung pisau

ayam laga philipine petarung pisau suci bloody warrior

roundhead
 
sekilas kronologi ayam adu philipine,sebelum era tahun 1980 di philipine ayam adu yang di gunakan masih di dominasi ayam lokal philipine,kemudian setelah masuk nya ayam adu dari amerika yang di kenal sebagai texas game fowl ,padakurun waktu tahun 1980 perkembangan kualitas ayam adu di philipine mulai berubah,namun pada saat itu kepemilikan galur murniayam texas masih terbatas hanya di kalangan orang kaya saja,dan kalangan ini membatasi peredaran garis keturunan ayam import ini,mereka tidak ingin garis keturunan import ini jatuh ketangan penghobi biasa/kecil,dan karena susah nya peternak kecil mendapatkan bibit unggul ini maka terjadilah praktek praktek ilegal seperti ,menjadi tamu tak diundang pada tengah malam/membayar tukang rawat ayam di peternakan besar untuk mendapatkan telur/anak ayam berkualitas tampa sepengetahuan pemilik
 
roundhead yang belum di potong jengger nya
 
pisau tempur untuk ayam adu philipine
 
albany
 
blue face
 
butcher
 
cardinal
 
claret
 
gilmore hatch
 
chets or red quill
 
goldenboy sweater
 
sabung ayam di philipine sangat berkembang karena banyak nya arena sabung ayam yang menjadi pemacu perkembangan kualitas ayam adu,karena sering nya uji tempur ayam di kalangan menjadikan penyeleksian ayam menjadi ketat dan baik
 
hgygreystallion
 
hgyredstallion
 
johniie jumper kelso
 
jumper radio
 
para penghobi ayam tangkas di philipine memiliki kebiasaan untuk memotong jengger dan pial ayam adu mereka yang telah siap untuk di bawa ke pit,hal ini menurut mereka adalah ,untuk melindungi ayam dari parasit,dan penyakit blue comb atau jengger biru,dan juga mengurangi area serangan nyamuk di kepala,selain itu pemotongan jengger di maksudkan agar ayam terlihat lebih garang dan juga sebagai ciri ayam aduan pisau /steel game
aslinya ayam adu philipine adalah berjengger seperti ayam pelung
 
lemon
 
lemon 84 the legend
 
mr paeng dengan lemon 84 yang merupakan temuan nya dari hasil experimen penyilangan nya
 
di philipine ada ajang kejuaraan sabung ayam yang cukup bergengsi yaitu WSC /WORLD SLASHER CUP yang merupakan acara olimpiade nya adu ayam di philipine khusus ayam tarung menggunakan pisau di kaki,di ajang inilah ketangguhan ayam ayam dari berbagai wilayah di philipine serta tamu dari negara lain menguji ketangguhan ayam ayam hasil ternak mereka dan ajang ini sekaligus untuk mempromosikan ayam ayam peternak yang tampil,hanya peternak ayam petarung terbaik yang memiliki keberanian untuk mengikuti acara ini karena untuk mengikut sertakan ayam dalam lomba ini di samping ayam yang bagus juga di perlukan modal yang cukup besar
ajang ini sangat efektif dalam rangka promosi dan bisnis,bagi ayam yang menang maka popularitas peternak melambung dan yang terjadi kemudian adalah banjir nya order pemesanan ayam adu kepada peternak yang ayam nya memenangkan pertandingan,dan untuk harga perekor nya jangan di tanya cukup untuk membeli rumah btn tipe 21
 
 
original red kelso thn 80’an
 
manziel grey
 
madigan claret
 
melsim black
 
miner blue
 
pumpkin hulsey
 
kelso
 
white claret
 
racey mugg
 
 
pada tahun tahun awal diadakan nya kompetisi WSC ayam texas amerika sangat mendominasi kemenangan,diantaranya yaitu ayam yang di beri nama lemon 84 mr paeng araneta yang meraih kemenangan beruntun,yang merupakan ayam dari garis darah pure texas cock fighte

Ayam Jalu Dan Ayam Pukul

Jenis Ayam Aduan – Petarung dan Jawara

Sobat jagoholic,ayam anda termasuk ayam kategori apa? Apakah sobat jagoholic sudah tahu? Ya banyak bobotoh yang mengkelompokkan type ayam,menurut bobotoh,type ayam ada dua,yaitu type ayam jalu dan type ayam pukul. Lantas sobat jagoholic juga sudah tau belum apa keunggulan dan kelemahan type dua ayam tersebut,berikut type ayam beserta keunggulan dan kelemahanya:
Type Ayam Jalu :
  • Dapat membuat luka terbuka
  • Bisa membuat ayam cacat fisik
  • Bisa membuat ayam mati akibat luka dan kehabisan darah
Kelebihan ayam jalu : 
  • Memiliki kegesitan dan loncatan tinggi serta memiliki sabetan kaki yang cepat ( jika dengan akurasi pukulan yang cepat, tepat dan dalam dapat dengan mudah memenangi pertarungan )
Kelemahan ayam jalu : 
  • Otot kaki, sayap, pangkal paha mudah panas. akibat geraknya sendiri.


Type Ayam Pukul ( Jalu konde/prongkol )

  • Dapat membuat luka lebam
  • Bisa membuat ayam cacat fisik dan mental
  • Bisa membuat ayam mati akibat leher patah

Kelebihan ayam pukul : 

  • Memiliki pukulan yang mampu membuat ayam rusak jatuh mental, karena terasa hingga organ dalam yang vital, mampu membuat syock terapy musuh sehingga musuh berubah pukulnya dan solahnya sehingga menjadi down, dapat membuat cidera berkepanjangan akibat organ dalam yang sudah rusak.
Kelemahan ayam pukul (jalu konde/prongkol) :  
  • Tadah pukulnya rata2 polos, badan kekar sehingga kurang gesit, dan kebanyakan bersifat defensif atau bertahan.
Setelah mengetahui type seperti apa ayam anda,berikut  Cara Membuat Jalu Ayam Bangkok Aduan Muda Cepat Tumbuh
  • Sewaktu ayam aduan berusia 5-6 bulan, jalu yang belum tumbuh sempurna dikupas. Bersihkan pinggiran jalu tersebut memakai amplas supaya pertumbuhan jalu tidak terhambat. Hal ini sebaiknya dilakukan secara berkala dengan pengontrolan yang terus-menerus. Tujuannya, pertumbuhan jalu bisa dipantau.
  • Korek pangkal jalu dengan kuku, dan arahkan sesuai keinginan. Setelah itu olesi dengan mentega. Dengan begitu, jalu cepat tumbuh dan lebih besar.
  • Untuk merangsang pertumbuhan jalu supaya lebih cepat tumbuh, berikan belimbing wuluh di batang atau pangkal jalu.
  • Untuk membuat jalu makin kuat, keras, padat, serta kokoh olesi dengan bawang putih atau kunir.

Nah demikian beberapa keunggulan dan kelemahan ayam jalu maupun ayam pukul, tentu sobat jagoholic bisa memilih mana yang terbaik buat sobat jagoholic.

sumber: http://www.faster86.com/2015/10/jenis-ayam-aduan-ayam-jalu-dan-ayam.html