Arsip Tag: tipe ayam jantan

AYAM PONDAN

 

Ayam pondan adalah ayam yang jarang didapati,,antara ayam yang susah nak dapat,memakan masa antara sampai 6 tahun sekali kalau dapat sekalipun,,tapi sekarang thai sudah banyak breeding dengan kajian yang detail untuk dapat kan baka ini dengan mudah,tapi sebaik nya adalah dari baka yang bukan pondan,namun bukan senang untuk mendapatkan nya, seramai anak ada yang lahir pondan,terletak pada rezeki masing-masing, ,,maka pondan itu seharusnya simpan baka nya,,itu lah yang betul pondan sejati,,yang sangat bisa kaki dan memiliki kelebihan berbanding ayam yang lain.

Ayam BRASIL

Ayam malau adalah kebanyakkan ayam lain jua,keistimewaan nya cara permainan yang berbeza dengan ayam lain,,ia adalah kacukan ayam thai dengan ayam Vietnam,dari satu perkampungan yang berbeza,(ayam jawi) maka hasil kacukan(cross breeding) dari 7 generasi,,maka lahir lah ayam yang hati berani,pejuang tapi mainan jawi,ayam jenis ini sangat bias pukulan nya disaat dikejar pihak lawan,maka dipukul curi dengan mencari mata atau paruh,,

Sejarah Sabung Ayam Di Nusantara Bukan Sekedar Permainan Semata

Sabung Ayam di Bali 1915 (Koleksi http://www.kitlv.nl)

Adu Ayam Jago atau biasa disebut sabung ayam merupakan permainan yang telah dilakukan masyarakat di kepulauan Nusantara sejak dahulu kala. Permainan ini merupakan perkelahian ayam jago yang memiliki taji dan terkadang taji ayam jago ditambahkan serta terbuat dari logam yang runcing. Permainan Sabung Ayam di Nusantara ternyata tidak hanya sebuah permainan hiburan semata bagi masyarakat, tetapi merupakan sebuah cerita kehidupan baik sosial, budaya maupun politik.

Permainan Sabung Ayam di pulau Jawa berasal dari folklore (cerita rakyat) Cindelaras yang memiliki ayam sakti dan diundang oleh raja Jenggala, Raden Putra untuk mengadu ayam. Ayam Cindelarasdiadu dengan ayam Raden Putra dengan satu syarat, jika ayam Cindelaras kalah maka ia bersedia kepalanya dipancung, tetapi jika ayamnya menang maka setengah kekayaan Raden Putra menjadi milik Cindelaras. Dua ekor ayam itu bertarung dengan gagah berani. Tetapi dalam waktu singkat, ayam Cindelaras berhasil menaklukkan ayam sang Raja. Para penonton bersorak sorai mengelu-elukan Cindelaras dan ayamnya. Akhirnya raja mengakui kehebatan ayam Cindelaras dan mengetahui bahwa Cindelaras tak lain adalah putranya sendiri yang lahir dari permaisurinya yang terbuang akibat iri dengki sang selir.

Sabung ayam juga menjadi sebuah peristiwa politik pada masa lampau. Kisah kematian Prabu Anusapati dari Singosari yang terbunuh saat menyaksikan sabung ayam. Kematian Prabu Anusapati terjadi pada hari Budha Manis atau Rabu Legi ketika di kerajaan Singosari sedang berlangsung keramaian di Istana Kerajaan salah satunya adalah pertunjukan sabung ayam. Peraturan yang berlaku adalah siapapun yang akan masuk kedalam arena sabung ayam dilarang membawa senjata atau keris. Sebelum Anusapati berangkat ke arena sabung ayam, Ken Dedes ibu Anusapati menasehati anaknya agar jangan melepas keris pusaka yang dipakainya jika ingin menyaksikan sabung ayam yang diselenggarakan di Istana, tetapi sesaat sabung ayam belum dilakukan Anusapati terpaksa melepaskan kerisnya atas desakan Pranajaya dan Tohjaya. Pada saat itu diarena terjadi kekacauan dan akhirnya peristiwa yang dikuatirkan Ken Dedes terjadi dimana kekacauan tersebut merengut nyawa Anusapati yang tergeletak mati diarena sabung ayam dibunuh adiknya Tohjaya tertusuk keris pusakanya sendiri. Kemudian jenasah Anusapati dimakamkan di Candi Penataran dan kejadian itu tetap dikenang orang, Anusapati adalah kakak dari Tohjaya dengan ibu Ken Dedes dan bapak Tunggul Ametung sedangkan Tohjaya adalah anak dari Ken Arok dengan Ken Umang itu memang diriwayatkan memiliki kesukaan menyabung ayam. Memang dalam cerita rakyat terutama Ciung Wanara mengisahkan bahwa keberuntungan dan perubahan nasib seseorang ditentukan oleh kalah menangnya ayam di arena sabung ayam, begitu juga Anusapati bukan kalah dalam adu ayam tetapi dalam permainan ini ia terbunuh.

Sedangkan di Bali permainan sabung ayam disebut TajenTajen berasal-usul dari tabuh rah, salah satu yadnya (upacara) dalam masyarakat Hindu di Bali. Tujuannya mulia, yakni mengharmoniskan hubungan manusia dengan bhuana agung. Yadnya ini runtutan dari upacara yang sarananya menggunakan binatang kurban, seperti ayam, babi, itik, kerbau, dan berbagai jenis hewan peliharaan lain. Persembahan tersebut dilakukan dengan cara nyambleh (leher kurban dipotong setelah dimanterai). Sebelumnya pun dilakukan ngider dan perang sata dengan perlengkapan kemiri, telur, dan kelapa. Perang sata adalah pertarungan ayam dalam rangkaian kurban suci yang dilaksanakan tiga partai (telung perahatan), yang melambangkan penciptaan, pemeliharaan, dan pemusnahan dunia. Perang sata merupakan simbol perjuangan hidup.

Tradisi ini sudah lama ada, bahkan semenjak zaman Majapahit. Saat itu memakai istilah menetak gulu ayam. Akhirnya tabuh rah merembet ke Bali yang bermula dari pelarian orang-orang Majapahit, sekitar tahun 1200.

Serupa dengan berbagai aktivitas lain yang dilakukan masyarakat Bali dalam menjalani ritual, khususnya yang berhubungan dengan penguasa jagad, tabuh rah memiliki pedoman yang bersandar pada dasar sastra. Tabuh rah yang kerap diselenggarakan dalam rangkaian upacara Butha Yad-nya pun banyak disebut dalam berbagai lontar. Misalnya, dalam lontar Siwa Tattwapurana yang antara lain menyebutkan, dalam tilem kesanga (saat bulan sama sekali tidak tampak pada bulan kesembilan penanggalan Bali). Bathara Siwa mengadakan yoga, saat itu kewajiban manusia di bumi memberi persembahan, kemudian diadakan pertarungan ayam dan dilaksanakan Nyepi sehari. Yang diberi kurban adalah Sang Dasa Kala Bumi, karena jika tidak, celakalah manusia di bumi ini.

Sedangkan dalam lontar Yadnya Prakerti dijelaskan, pada waktu hari raya diadakan pertarungan suci misalnya pada bulan kesanga patutlah mengadakan pertarungan ayam tiga sehet dengan kelengkapan upakara. Bukti tabuh rah merupakan rangkaian dalam upacara Bhuta Yadnya di Bali sejak zaman purba juga didasarkan dari Prasasti Batur Abang I tahun 933 Saka dan Prasati Batuan tahun 944 Saka.

Dalam kebudayaan Bugis sendiri sabung ayam merupakan kebudayaan telah melekat lama. Menurut M Farid W Makkulau, Manu’(Bugis) atau Jangang (Makassar) yang berarti ayam, merupakan kata yang sangat lekat dalam kehidupan masyarakat Bugis Makassar. Gilbert Hamonic menyebutkan bahwa kultur bugis kental dengan mitologi ayam. Hingga Raja Gowa XVI, I Mallombasi Daeng Mattawang Sultan Hasanuddin, digelari “Haaantjes van het Oosten” yang berarti “Ayam Jantan dari Timur.

Dalam kitab La Galigo diceritakan bahwa tokoh utama dalam epik mitik itu, Sawerigading, kesukaannya menyabung ayam. Dahulu, orang tidak disebut pemberani (to-barani) jika tidak memiliki kebiasaan minum arak (angnginung ballo), judi (abbotoro’), dan massaung manu’ (adu ayam), dan untuk menyatakan keberanian orang itu, biasanya dibandingkan atau diasosiasikan dengan ayam jantan paling berani di kampungnya (di negerinya), seperti “Buleng – bulengna Mangasa, Korona Mannongkoki, Barumbunna Pa’la’lakkang, Buluarana Teko, Campagana Ilagaruda (Galesong), Bakka Lolona Sawitto, dan lain sebagainya. Dan hal sangat penting yang belum banyak diungkap dalam buku sejarah adalah fakta bahwa awal konflik dan perang antara dua negara adikuasa, penguasa semenanjung barat dan timur jazirah Sulawesi Selatan, Kerajaan Gowa dan Bone diawali dengan “Massaung Manu”. (Manu Bakkana Bone Vs Jangang Ejana Gowa).

Pada tahun 1562, Raja Gowa X, I Mariogau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tunipalangga Ulaweng (1548 – 1565) mengadakan kunjungan resmi ke Kerajaan Bone dan disambut sebagai tamu negara. Kedatangan tamu negara tersebut dimeriahkan dengan acara ’massaung manu’. Oleh Raja Gowa, Daeng Bonto mengajak Raja Bone La Tenrirawe Bongkange’ bertaruh dalam sabung ayam tersebut. Taruhan Raja Gowa 100 katie emas, sedang Raja Bone sendiri mempertaruhkan segenap orang Panyula (satu kampong). Sabung ayam antara dua raja penguasa semenanjung timur dan barat ini bukanlah sabung ayam biasa, melainkan pertandingan kesaktian dan kharisma. Alhasil, Ayam sabungan Gowa yang berwarna merah (Jangang Ejana Gowa) mati terbunuh oleh ayam sabungan Bone (Manu Bakkana Bone).

Kematian ayam sabungan Raja Gowa merupakan fenomena kekalahan kesaktian dan kharisma Raja Gowa oleh Raja Bone, sehingga Raja Gowa Daeng Bonto merasa terpukul dan malu. Tragedi ini dipandang sebagai peristiwa siri’ oleh Kerajaan Gowa. Di lain pihak, kemenangan Manu Bakkana Bone menempatkan Kerajaan Bone dalam posisi psikologis yang kuat terhadap kerajaan – kerajaan kecil yang terletak di sekitarnya. Dampak positifnya, tidak lama sesudah peristiwa sabung ayam tersebut serta merta kerajaan – kerajaan kecil di sekitar Kerajaan Bone menyatakan diri bergabung dengan atau tanpa tekanan militer, seperti Ajang Ale, Awo, Teko, serta negeri Tellu Limpoe.

Rupanya sabung ayam pada dahulu kala di Nusantara bukan hanya sebuah permainan rakyat semata tetapi telah menjadi budaya politik yang mempengaruhi perkembangan sebuah dinasti kerajaan.

————————————-00000000000000000000———————————————————-

Ayam peliharaan

Ayam peliharaan

foto-mengapa-ayam-jantan-berkokok-di-pagi-hariAyam peliharaan (Gallus gallus domesticus) adalah unggas yang biasa dipelihara orang untuk dimanfaatkan untuk keperluan hidup pemeliharanya. Ayam peliharaan (selanjutnya disingkat “ayam” saja) merupakan keturunan langsung dari salah satu subspesies ayam hutanyang dikenal sebagai ayam hutan merah (Gallus gallus) atau ayam bangkiwa (bankiva fowl). Kawin silang antarras ayam telah menghasilkan ratusan galur unggul atau galur murni dengan bermacam-macam fungsi; yang paling umum adalah ayam potong (untuk dipotong) dan ayam petelur (untuk diambil telurnya). Ayam biasa dapat pula dikawin silang dengan kerabat dekatnya, ayam hutan hijau, yang menghasilkan hibrida mandul yang jantannya dikenal sebagai ayam bekisar.

Dengan populasi lebih dari 24 milyar pada tahun 2003, Firefly’s Bird Encyclopaedia menyatakan ada lebih banyak ayam di dunia ini daripada burung lainnya. Ayam memasok dua sumber protein dalam pangandaging ayam dan telur.

Sudut pandang tradisional peternakan ayam dalam domestikasi spesies ini termaktub dalam Encyclopædia Britannica (2007): “Manusia pertama mendomestifikasi ayam asal India untuk keperluan adu ayam di Asia, Afrika, dan Eropa. Tidak ada perhatian khusus diberikan ke produksi telur atau daging … ”

 

Sumber:

 

https://id.wikipedia.org/wiki/Ayam

Ayam Jalu Dan Ayam Pukul

Jenis Ayam Aduan – Petarung dan Jawara

Sobat jagoholic,ayam anda termasuk ayam kategori apa? Apakah sobat jagoholic sudah tahu? Ya banyak bobotoh yang mengkelompokkan type ayam,menurut bobotoh,type ayam ada dua,yaitu type ayam jalu dan type ayam pukul. Lantas sobat jagoholic juga sudah tau belum apa keunggulan dan kelemahan type dua ayam tersebut,berikut type ayam beserta keunggulan dan kelemahanya:
Type Ayam Jalu :
  • Dapat membuat luka terbuka
  • Bisa membuat ayam cacat fisik
  • Bisa membuat ayam mati akibat luka dan kehabisan darah
Kelebihan ayam jalu : 
  • Memiliki kegesitan dan loncatan tinggi serta memiliki sabetan kaki yang cepat ( jika dengan akurasi pukulan yang cepat, tepat dan dalam dapat dengan mudah memenangi pertarungan )
Kelemahan ayam jalu : 
  • Otot kaki, sayap, pangkal paha mudah panas. akibat geraknya sendiri.


Type Ayam Pukul ( Jalu konde/prongkol )

  • Dapat membuat luka lebam
  • Bisa membuat ayam cacat fisik dan mental
  • Bisa membuat ayam mati akibat leher patah

Kelebihan ayam pukul : 

  • Memiliki pukulan yang mampu membuat ayam rusak jatuh mental, karena terasa hingga organ dalam yang vital, mampu membuat syock terapy musuh sehingga musuh berubah pukulnya dan solahnya sehingga menjadi down, dapat membuat cidera berkepanjangan akibat organ dalam yang sudah rusak.
Kelemahan ayam pukul (jalu konde/prongkol) :  
  • Tadah pukulnya rata2 polos, badan kekar sehingga kurang gesit, dan kebanyakan bersifat defensif atau bertahan.
Setelah mengetahui type seperti apa ayam anda,berikut  Cara Membuat Jalu Ayam Bangkok Aduan Muda Cepat Tumbuh
  • Sewaktu ayam aduan berusia 5-6 bulan, jalu yang belum tumbuh sempurna dikupas. Bersihkan pinggiran jalu tersebut memakai amplas supaya pertumbuhan jalu tidak terhambat. Hal ini sebaiknya dilakukan secara berkala dengan pengontrolan yang terus-menerus. Tujuannya, pertumbuhan jalu bisa dipantau.
  • Korek pangkal jalu dengan kuku, dan arahkan sesuai keinginan. Setelah itu olesi dengan mentega. Dengan begitu, jalu cepat tumbuh dan lebih besar.
  • Untuk merangsang pertumbuhan jalu supaya lebih cepat tumbuh, berikan belimbing wuluh di batang atau pangkal jalu.
  • Untuk membuat jalu makin kuat, keras, padat, serta kokoh olesi dengan bawang putih atau kunir.

Nah demikian beberapa keunggulan dan kelemahan ayam jalu maupun ayam pukul, tentu sobat jagoholic bisa memilih mana yang terbaik buat sobat jagoholic.

sumber: http://www.faster86.com/2015/10/jenis-ayam-aduan-ayam-jalu-dan-ayam.html

Mengenal Jenis Ayam Saigon

Ayam Saigon atau lebih dikenal masyarakat luas dengan nama ayam Bangkok Vietnam, ayam ini merupakan salah satu jenis ayam yang dikembangkan dinegara Vietnam, ayam ini merupakan jenis ayam dari hasil persilangan. Ayam Vietnam masuk ke Indonesia setelah masuknya ayam Bangkok yang awal, namun kepopuleran ayam Bangkok saigon tidak secemerlang ayam Bangkok Thailand. Hal ini dikarenakan, ayam Bangkok Vietnam memiliki banyak kelemahan dalam menyerang dan juga kurang lincah dalam mencari peluang untuk menyerang dan memukul lawannya serta gerakannya sangat lambat.

ayam saigon

Tetapi walau begitu, tetap ayam ini juga memiliki keunggulan lain yang jarang dimiliki oleh ayam petarung lainnya. Kelebihan ayam Saigon yaitu dari fisiknya yang sangat kuat mulai dari struktur otot-otot tubuhnya dan juga struktur tulangannya yang kokoh, sehingga ayam ini akan lebih kuat terhadap pukulan lawannya. Namun seiringnya waktu, ayam Saigon ini menjadi lebih popular karena para pecinta ayam petarung membuat perubahan pada genetika ayam tersebut sehingga lebih baik dari awal ayam ini datang ke Indonesia.

Setelah melakukan evolusi dengan cara menyilangkan ayam ini dengan jenis ayam aduan lain yang berkualitas sangat baik, maka ayam Saigon yang dulunya sangat lambat dan kurang licah dalam menyerang menjadi berbalik baik dari tehnik dan serangan yang cepat dan keras. Maka pada saat itulah banyak para pecinta ayam aduan melirik ayam Saigon untuk mereka pelihara dan kembang biakan. Bagi anda yang sedang tertarik untuk memelihara ayam Saigon, sebaiknya anda lebih teliti dalam memilih kualitas ayam yang baik. Karena banyak ayam Saigon tidak asli atau silangan dengan kualitas yang kurang baik. Untuk mengetahui ciri-ciri ayam Saigon yang asli, anda dapat mengenali beberapa ciri-ciri berikut ini.

Ayam Saigon terdiri dari 3 jenis, diantaranya yaitu :

•    Jenis gundul
Jenis ayam Saigon gundul yang asli yaitu pada bagian leher sampai kepada kepalanya tidak ditumbuhi bulu seperti ayam pada umumnya, jenis inilah yang paling sering kita jumpai dan paling banyak dikenal masyarakat.

•    Jenis ayam Saigon yang berbulu tipis
Jenis ayam Saigon yang satu ini tidak gundul, tetapi bulunya sangat tipis, bahkan bulu ekornya juga tidak sebanyak bulu ekor aya aduan lainnya.

•    Ayan Saigon berbulu lebat
Jenis ayam ini memiliki bulu yang lebat seperti ayam aduan pada umumnya.

Dilihat dari kelebihannya, ayam Saigon memiliki kelebihan seperti berikut :
•    Ayam Saigon asli memiliki struktur tulangan yang besar dan kokoh dan juga kulitnya lebih tebal dan cukup keras.

•    Ukuran dan bobot ayam ini juga dapat melebihi ukuran dan bobot pada jenis ayam birma.

Namun bagi anda yang tertarik memiliki ayam Saigon asli, anda juga harus mengatahui beberapa kekurangan yang dimiliki ayam Saigon sebelum melalu proses evolusi yang diantaranya yaitu :
•    Jika ayam asli Saigon seperti yang didatangkand ari Vietnam pertama kali memiliki kelemahan dalam menyerang yang lambat da tehnik menyerang yang kurang baik.

•    Bulunya yang jarang dan mudah patah jika terkena pukulan lawan, sehingga tampilannya kurang gagah dan menarik seperti ayam Bangkok pada umumnya.

Nah, itulah sedikit penjelasan mengenai ayam Saigon atau ayam Vietnam, semoga informasi diatas dapat bermanfaat dan sampai jumpa.

sumber: http://infounik.org/mengenal-jenis-ayam-saigon.html